Penyaluran bantuan air bersih dari PRAMUKA PEDULI Kwartir Cabang (Kwarcab) Pekalongan kepada masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Pesantren dan Ringinpitu B, Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat dampak musim kemarau. Melalui fasilitasi BPBD Kabupaten Pekalongan, bantuan air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk keperluan sehari-hari.
Kehadiran PRAMUKA PEDULI Kwarcab Pekalongan menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.
BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PRAMUKA PEDULI Kwarcab Pekalongan atas kontribusi dan kepeduliannya. Diharapkan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak ini dapat terus terjalin guna meringankan beban masyarakat serta mempercepat penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Pekalongan.
Bersama, hadir membantu masyarakat dalam menghadapi dampak bencana kekeringan.
Senin, 2 November 2026
Kamis, 8 Oktober 2026
Rabu, 7 Oktober 2026
UPDATE
Hari : Minggu
Tanggal : 1 November 2026
Pukul : 22.30 WIB.
Jml terdampak : 39 Desa / Kelurahan di 13 Kecamatan ( 12.276 KK dan 39.463 Jiwa )
Total terkirim : 782 Tangki / 3.217.000 liter.
A. JENIS BENCANA / KEJADIAN
* Bencana Kekeringan
B. WAKTU
1. Hari : Selasa
2. Tanggal : 14 Juli 2026
3. Waktu : 08.00 WIB - Selesai
C. LOKASI TERDAMPAK
1. Kec.Sragi
a. Kelurahan Sragi
* Jml terdampak : 238 KK , 816 Jiwa.
* Jml droping : 83 Tangki = 369.000 liter
2. Kec.Kesesi
a. Desa Kesesi
* Jml terdampak : 217 KK, 647 Jiwa
* Jml droping : 39 Tangki = 159.500 liter
b. Desa Ujungnegoro
* Jml terdampak : 361 KK, 1.803 Jiwa
* Jml droping : 12 Tangki = 56.000 liter
3. Kec.Doro
a. Desa Sawangan
* Jml terdampak : 118 KK, 369 Jiwa
* Jml droping : 125 Tangki = 524.500 liter
b. Desa Wringin Agung
* Jml terdampak : 550 KK, 1.285 Jiwa
* Jml droping : 108 Tangki : 441.000 liter
c. Desa Dororejo
* Jml terdampak : 356 KK, 758 Jiwa.
* Jml droping : 61 Tangki = 253.000 liter.
d. Desa Doro
* Jml terdampak : 164 KK, 428 Jiwa.
* Jml droping : 6 Tangki = 24.000 liter.
e. Desa Kalimojosari
* Dk. Wonosari Cilik
* Jml terdampak : 171 KK, 560 Jiwa.
* Jml droping : 14 Tangki = 57.000 liter.
* Dk. Simbang
* Jml terdampak : 103 KK, 373 Jiwa.
* Jml droping : 7 Tangki = 30.000 liter.
4. Kec.Wonokerto
a. Desa Pecakaran
* Jml terdampak : 378 KK, 1.276 Jiwa
* Jml droping : 16 Tangki = 67.000 liter
5. Kec.Siwalan
a. Desa Yosorejo
* Jml terdampak : 280 KK, 740 Jiwa
* Jml droping : 27 Tangki = 112.000 liter
6. Kec.Wonopringgo
a. Desa Getas
* Jml terdampak : 46 KK, 136 Jiwa
* Jml droping : 4 Tangki = 16.000 liter
b. Ponpes Roudhoutul Qur'an Jetakkidul
* Jml terdampak : 250 Jiwa.
* Jml droping : 13 Tangki = 52.000 liter.
c. Ponpes Al Qutub, Dk. Logaten Selatan Ds. Rowokembu
* Jml terdampak : 250 Jiwa.
* Jml droping : 12 Tangki = 48.000 liter.
d. Desa Jetakkidul, Dk. Sepete, Glocon dan Krajan.
* Jml terdampak : 287 KK.
* Jml droping : 13 Tangki = 52.000 liter.
e. Desa Wonorejo, Dk. Wonokeri
* Jml terdampak : 185 KK, 650 Jiwa
* Jml droping : 2 Tangki = 8.000 liter.
f. Desa Sastrodirjan
* Jml terdampak : 716 KK / 2322 Jiwa
* Jml droping : 2 Tangki = 8.000 liter.
7. Kec.Paninggaran
a. Desa Werdi
* Jml terdampak : 210 KK, 1.500 Jiwa
* Jml droping : 32 Tangki = 132.000 liter
b. Desa Tenogo
* Jml terdampak : 125 KK, 600 Jiwa
* Jml droping : 14 Tangki = 57.000 liter
c. Desa Notogiwang
* Jml terdampak :
* Jml droping : 1 tangki = 4.000 liter
8. Kec.Kajen
a. Desa Tambakroto
* Jml terdampak : 72 KK, 225 Jiwa
* Jml droping : 13 Tangki = 53.000 liter
b. Desa Gejlig
* Jml terdampak : 134 KK, 433 Jiwa
* Jml droping : 4 Tangki = 16.000 liter
c. Desa Kebonagung
* Jml terdampak : 80 KK, 320 Jiwa.
* Jml droping : 23 Tangki = 99.000 liter
d. Desa Kalijoyo
* Jml terdampak : 110 KK, 360 Jiwa.
* Jml droping : 14 Tangki = 56.000 liter
e. Desa Sambiroto
* Jml terdampak : 728 KK, 1236 Jiwa.
* Jml droping : 31 Tangki = 131.000 liter
f. SMA NEGERI 1 KAJEN
* Jml terdampak :
* Jml droping : 1 Tangki = 4.000 liter
g. Ponpes Bustanul Mansyuriah Ds. Rowolaku
* Jml terdampak : 200 Jiwa.
* Jml droping : 7 tangki = 28.000 ltr.
h. Desa Pekiringanalit
* Jml terdampak : 142 KK, 414 Jiwa.
* Jml droping : 1 Tangki = 4.000 liter
9. Kec.Karanganyar
a. Desa Legokkalong
* 1. Dk. Sontel
* Jml terdampak : 401 KK, 1203 Jiwa
* Jml droping : 18 Tangki = 75.000 liter
*2. Dk. Temiyang
* Jml terdampak : 270 KK, 1020 Jiwa
* Jml droping : 16 Tangki = 66.000 liter
*3. Dk. Padurekso
* Jml terdampak : 201 KK, 662 Jiwa
* Jml droping : 2 Tangki = 8.000 liter
b. Desa Pedawang
* Jml terdampak : 215 KK, 655 Jiwa
* Jml droping : 6 Tangki = 24.000 liter
c. Desa Sidomukti
- Jml terdampak : 941 KK, 3226 Jiwa
- Jml droping : 2 Tangki = 8.000 liter
10. Kec.Kandangserang
a. Desa Garungwiyoro
* Jml terdampak : 414 KK, 2.100 Jiwa
* Jml droping : 3 Tangki = 12.000 liter
b. Desa Bojongkoneng
* Jml terdampak : 463 KK, 1400 Jiwa
* Jml droping : 1 Tangki = 4.000 liter
c. Desa Luragung
* Jml terdampak : 849 KK, 2.547 Jiwa.
* Jml droping : 2 tangki = 8.000 liter.
d. Desa Lambur
- Jml terdampak : 122 KK, 900 Jiwa
- Jml Droping : 6 tangki = 24.000 liter.
11. Kec.Kedungwuni
a. Kel. Kedungwuni Barat
- Jml terdampak : 70 KK.
- Jml Droping : 5 tangki = 20.000 liter
b. Desa Rowocacing
- Jml terdampak :
- Jml droping : 6 tangki = 24.000 liter
c. Desa Kedungpatangewu
- Jml terdampak : 600 KK, 1800 Jiwa
- Jml droping : 1 tangki = 4.000 liter
12. Kec.Karangdadap
a. Desa Karangdadap
- Jml terdampak : 25 KK , 98 jiwa
- Jml Droping : 4 tangki = 16.000 liter
b. Desa Kalilembu
- Jml terdampak : 185 KK, 311 jiwa
- Jml Droping : 8 tangki = 32.000 liter
c. Desa Jrebengkembang
- Jml terdampak : 105 KK / 300 Jiwa
- Jml droping : 7 tangki = 29.000 liter
d. Desa Kedungkebo
- Jml terdampak : KK / Jiwa
- Jml droping : 2 tangki = 8.000 liter
13. Kec.Talun
a. Desa Banjarsari
- Jml terdampak : 80 KK , 240 jiwa
- Jml Droping : 3 tangki = 12.000 liter
Jumlah terkirim sebanyak : 16 Tangki / 64.000 liter.
1. Droping di Ponpes Bustanul M Ds. Rowolaku, 1 tangki 4.000 ltr (BPBD).
2. Droping di Dk Sontel & Padurekso Ds. Legokkalong , 2 tangki 8.000 ltr (BPBD+PU).
3. Droping di Dk Sipete, Glocon & Krajan Ds. Jetakkidul , 3 tangki 12.000 ltr (PU + BPBD).
4. Droping di Dk Dampyak, Sijegur & Blendo Ds Wringinagung, 6 tangki 24.000 ltr (BPBD+PU).
5. Droping di Dk Welo, Dk Sigalung Kulon Ds Wringinagung, 2 tangki (PU)
6. Droping air di Dk Jati, Dk Sigalung Wetan Ds Wringinagung, 2 tangki ( BPBD)
Adapun rincian jumlah tangki yang sudah di distribusikan antara lain :
* 400 Tangki BPBD ( Kapasitas 4.000 liter )
* 2 Tangki TNI ( kapasitas 4.500 liter )
* 2 Tangki PDAM (Kapasitas 4000 & 5000 liter)
* 295 Tangki Kementerian PU ( kapasitas 4.000 liter)
* 83 Tangki PMI ( Kapasitas 5.000 liter )
- Dari DISHUB 3 Tangki = 12.000 liter
- Dari RSUD Kraton 8 Tangki = 32.000 Ltr ( 4 tangki truk BPBD dan 4 tangki truk Kemen PU)
- Dari KORPRI 100 Tangki = 400.000 Ltr ( BPBD 48 tangki, PU 38 tangki, PMI 10 tangki )
- Dari BBWS 2 Tangki = 8000 Ltr ( BPBD 1 tangki, PU 1 tangki).
- Dari BAZNAS 32 Tangki = 120.000 Ltr ( BPBD 17 tangki + PU 16 tangki ).
- Dari PGRI 15 Tangki = 60.000 Ltr ( BPBD 8 tangki + PU 7 tangki )
Minggu, 1 November 2026
Penyaluran bantuan air bersih dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas PGRI Provinsi Jawa Tengah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau. Melalui penyaluran bantuan tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan sehari-hari dapat terpenuhi dan meringankan beban warga terdampak.
BPBD Kabupaten Pekalongan menyambut baik serta mengapresiasi dukungan dan kepedulian PGRI Provinsi Jawa Tengah yang telah turut berkontribusi dalam upaya penanganan dampak kekeringan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian antarlembaga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi maupun lembaga masyarakat, guna mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, diharapkan penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Sabtu, 31 Oktober 2026
Pekalongan, Jum'at (16/10/2026) — Sebagai bentuk kepedulian dan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak bencana kekeringan.
Kegiatan Penyaluran Bantuan Air Bersih dari KORPRI Kabupaten Pekalongan ini dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, yang dihadiri oleh Wakil Ketua dan Sekretaris Korpri Kabupaten Pekalongan, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Jajaran Kecamatan dan Polsek Doro.
Sesuai dengan arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si., selama masa bencana kekeringan ini, KORPRI Kab. Pekalongan mengalokasikan dan menyalurkan total 400.000 liter air bersih (setara dengan 100 tangki air) ke berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan yang membutuhkan air bersih.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di tengah musim kemarau.
KORPRI Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi bersama pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana di daerah.
Sabtu, 17 Oktober 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Kesesi selama dua hari, Senin–Selasa, 12–13 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan tiga desa, yaitu Desa Karyomukti, Desa Sidosari, dan Desa Sukorejo, sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Kegiatan hari pertama, Senin (12/10/2026), dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, didampingi Plt. Camat Kesesi beserta jajaran. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BPBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Pada hari kedua, Selasa (13/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pemenuhan indikator persyaratan Desa Tangguh Bencana dan simulasi penanggulangan bencana. Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat, memahami langkah-langkah penyelamatan, serta memperkuat koordinasi dan kerja sama antarunsur dalam penanganan bencana.
Pembentukan Destana menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap Desa Karyomukti, Desa Sidosari, dan Desa Sukorejo semakin siap dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Dengan dukungan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah, upaya membangun desa yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana dapat terus diperkuat.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!
Rabu, 14 Oktober 2026
Rabu, 7 Oktober 2026
Kabupaten Pekalongan – Kebakaran terjadi pada sebuah gudang rongsok di Dukuh Karangsari RT 10/RW 02, Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kejadian diketahui setelah saksi melihat api di sekitar gudang rongsok yang sudah membesar. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga bermula dari kebakaran lahan yang kemudian merembet ke gudang rongsok milik Muh. Yunan Helmi (25 tahun).
Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 23.28 WIB.
Setelah tiba di lokasi, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, pemadam kebakaran (Damkar), dan unsur terkait lainnya. Petugas kemudian melakukan penyemprotan untuk memadamkan api yang membakar gudang rongsok.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Penanganan berlangsung hingga pukul 00.22 WIB, dan seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 00.52 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sebuah gudang rongsok terbakar. Berdasarkan laporan penanganan, tidak terdapat informasi mengenai korban jiwa.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada lahan kering dan lokasi yang menyimpan material mudah terbakar. Apabila menemukan kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepatnya.
Senin, 14 September 2026