BPBD Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Latihan Gabungan Mitigasi Bencana Relawan Penanggulangan Bencana se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Jalan Sumbing No. 2 Kajen. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini melibatkan unsur relawan yang selama ini menjadi mitra BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Markas PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, Tagana, LPBI NU, Pramuli, Kokam, Ubaloka, Senkom, Elang Pendowo, ORARI, RAPI, MDMC, LIDI, SAR Kencana Paninggaran, serta Ukhuwah Al Fatah Rescue. Kehadiran berbagai unsur relawan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang membahas berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, meliputi Manajemen Posko, Manajemen Logistik, serta Manajemen Data dan Informasi Bencana. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana dengan skenario tanah longsor di Desa Kasimpar serta banjir bandang di wilayah Kecamatan Wonopringgo–Kedungwuni. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyampaian informasi saat kondisi tanggap darurat.
Melalui latihan gabungan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penanganan bencana, khususnya pada aspek manajemen posko bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarpersonel maupun antarunsur relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh relawan dapat bekerja secara terpadu, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 27 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan.
Apel gabungan tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan selaku pembina apel dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), PMI, PDAM, Kepolisian, TNI, PLN, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, KOKAM, PRAMULI, MDMC, LPBI NU, Dinas Perhubungan (DISHUB), serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau tahun 2026 seluruh elemen pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, khususnya bahaya kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan lindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan melakukan penghematan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air bersih secara hemat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan aman, tangguh, dan tetap siaga terhadap setiap potensi bencana.
Selasa, 21 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Edukasi Siaga Bencana dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.20–10.20 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 siswa-siswi SMP Negeri 1 Wiradesa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi. Edukasi ini bertujuan untuk membekali para peserta didik dengan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Siaga Bencana serta Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami konsep dasar kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku yang tepat saat menghadapi potensi bencana. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan Edukasi Siaga Bencana ini dapat meningkatkan wawasan serta kesadaran para siswa mengenai pentingnya mitigasi bencana. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, serta turut menularkan budaya siaga bencana sebagai upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kamis, 16 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana sejak usia dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bencana dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 01 Pencongan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.00–09.50 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 210 siswa serta 20 guru SD Muhammadiyah 01 Pencongan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Kebencanaan dan Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana gempa bumi. Melalui simulasi ini, para siswa dan guru mempraktikkan cara menyelamatkan diri secara tepat ketika terjadi gempa bumi, mulai dari mengenali tanda-tanda bahaya, melakukan perlindungan diri, hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Simulasi tersebut bertujuan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat sehingga mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan tidak panik apabila bencana benar-benar terjadi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD. Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai berbagai macam bencana serta upaya mitigasi, khususnya mitigasi bencana gempa bumi.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dengan membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, para siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berketahanan.
Kamis, 16 Juli 2026
Bojong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus berupaya meningkatkan budaya sadar bencana melalui edukasi kepada masyarakat, salah satunya dengan menyasar lingkungan pendidikan. Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), BPBD Kabupaten Pekalongan menggelar Sosialisasi Bencana bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 10.45 WIB tersebut diikuti oleh 340 siswa baru. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi Manajemen Bencana dan Mitigasi Bencana. Dalam penyampaian materi, para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana, faktor penyebabnya, langkah-langkah pengurangan risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan, kesiapan diri, serta peran aktif setiap individu dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap para siswa baru SMA Negeri 1 Bojong memiliki pemahaman yang baik mengenai kebencanaan dan mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi sejak dini di lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh, peduli terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Rabu, 15 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan dropping bantuan air bersih sebagai upaya penanganan darurat kekeringan akibat musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga 00.55 WIB, dengan sasaran warga di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan mengerahkan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 2 tangki atau 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa dukuh yang terdampak.
Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Dukuh Pesantren dengan cakupan 33 rumah, 47 Kepala Keluarga (KK), dan 60 jiwa. Selanjutnya Dukuh Ringin Pitu yang mencakup 170 rumah, di antaranya RT 01 RW 09 sebanyak 50 rumah, 70 KK, dan 90 jiwa, serta RT 03 RW 10 sebanyak 50 rumah, 56 KK, dan 60 jiwa. Bantuan juga disalurkan ke Dukuh Gembyang, khususnya RT 01 RW 13, yang meliputi 35 rumah, 44 KK, dan 105 jiwa.
Kegiatan dropping air bersih ini merupakan bagian dari langkah cepat BPBD Kabupaten Pekalongan dalam mengurangi dampak bencana musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan serta hasil asesmen di lapangan.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana serta segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Selasa, 14 Juli 2026
Wonopringgo – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bencana pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK YMI Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh 50 siswa baru SMK YMI Wonopringgo. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Manajemen Bencana dan Mitigasi Bencana. Melalui penyampaian materi tersebut, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, penyebabnya, langkah-langkah pengurangan risiko bencana, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Kegiatan sosialisasi disampaikan oleh tim dari BPBD Kabupaten Pekalongan yang terdiri atas Kartika Dewi Sulistiyorini, S.S., Yunus Kurniawan, Subekti Fadliansyah, Pandu Gemilang, dan Ahmad Nurfaizi. Para narasumber memberikan materi secara interaktif sehingga peserta dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap para siswa baru SMK YMI Wonopringgo memiliki pengetahuan dasar tentang kebencanaan, memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat, serta mampu menerapkan perilaku tanggap bencana baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Edukasi kebencanaan sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih peduli, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Selasa, 14 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan, 2 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan kegiatan tradisi Sedekah Laut, BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan pengamanan (PAM) pada kegiatan Larung Sesaji Nelayan yang bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan jiwa seluruh peserta larung, nelayan, tamu undangan, serta masyarakat yang menyaksikan prosesi di laut. Selain itu, pengamanan dilakukan guna meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan air selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan terhadap berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat terjadi selama prosesi berlangsung, di antaranya kondisi cuaca berupa ombak tinggi dan arus kuat, potensi kelebihan kapasitas pada kapal sesaji maupun kapal pengiring, penumpukan kapal di titik pelaksanaan larung, serta potensi korban jatuh atau tenggelam akibat kapal oleng maupun saat masyarakat berebut sesaji.
Tim SAR dan personel yang bertugas melaksanakan kesiapsiagaan secara maksimal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat selama kegiatan berlangsung. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat agar tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan dengan aman.
Dengan kesiapsiagaan maksimal dari Tim SAR dan seluruh unsur yang terlibat, alhamdulillah prosesi Larung Sesaji Sedekah Laut Nelayan TPI Wonokerto dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan khidmat. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi wujud rasa syukur yang penuh keberkahan bagi seluruh nelayan Desa Tratebang dan masyarakat sekitarnya.
Kamis, 2 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan, 28 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melakukan penanganan kejadian pohon tumbang yang terjadi di wilayah Wiroditan RT 11 RW 03, tepatnya di Jalan Raya Bojong–Surabayan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (28/06/2026).
Kejadian pohon tumbang terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. BPBD Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat pada pukul 05.19 WIB melalui Sarwono selaku Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BPBD merespons cepat dengan menuju lokasi pada pukul 05.55 WIB dan memulai proses penanganan pada pukul 06.08 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon jenis Jaran yang tumbang diduga disebabkan kondisi akar yang telah lapuk sehingga tidak mampu menopang batang pohon. Pohon tersebut tumbang ke badan jalan sehingga menghalangi akses dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan di ruas Jalan Raya Bojong–Surabayan.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan pihak terkait serta relawan dari berbagai unsur untuk melakukan asesmen, tindakan penanganan, dan pembersihan material pohon tumbang. Selain itu, hasil penanganan juga dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.
Proses penanganan berjalan dengan lancar tanpa kendala dan selesai pada pukul 07.35 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini kondisi di lokasi telah kembali normal dan arus lalu lintas di Jalan Raya Bojong–Surabayan sudah dapat dilalui dengan lancar.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan penanganan berupa pemangkasan pohon bambu yang menjorok ke jalan raya guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap pengguna jalan, terutama kendaraan berukuran besar seperti truk.
Minggu, 28 Juni 2026