Kegiatan dipandu oleh personil BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Kartika Dewi Sulistiyorini, S.S., Pandu Gemilang, dan Subekti Fadliansyah. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti materi dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun tanya jawab.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anggota Saka Kalpataru dapat menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing serta turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Selasa, 5 Mei 2026
Hantaman banjir rob yang melanda kawasan pesisir pantai utara kembali membawa dampak serius bagi warga di wilayah Kecamatan Siwalan. Meningkatnya volume air laut yang masuk ke muara memicu kenaikan drastis debit air di aliran Sungai Kapidodo (Kalikangkung), Desa Depok.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya tekanan arus sungai yang melampaui ambang batas kemampuan tanggul penahan. Akibatnya, struktur tanggul di beberapa titik tidak lagi sanggup menahan beban air hingga akhirnya jebol.
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat tiga titik kerusakan utama pada tanggul dengan rincian dimensi sebagai berikut:
Titik Pertama: Kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter.
Titik Kedua: Kerusakan sepanjang kurang lebih 5 meter.
Titik Ketiga: Kerusakan paling parah mencapai panjang kurang lebih 30 meter.
Jebolnya tanggul di ketiga titik tersebut menyebabkan air sungai meluap dan limpas mengancam pemukiman warga.
Saat ini, koordinasi antar pihak terkait terus dilakukan untuk melakukan langkah darurat guna meminimalisir dampak luapan agar tidak semakin meluas.
Rabu, 29 April 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dilaksanakan pada Rabu & kamis, 22-23 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SMP Negeri 1 Bojong.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa-siswi SMP Negeri 1 Bojong dengan penuh antusias. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi sebelum bencana, tindakan yang harus dilakukan saat bencana berlangsung, serta upaya penanganan pasca bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana guna memberikan gambaran nyata kepada para siswa tentang cara bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
acara diakhiri dengan menggelar simulasi gempa bumi di SMPN 1 Bojong. Siswa seolah dihadapkan pada keadaan darurat bencana gempa bumi dan dilatih untuk bisa melakukan evakuasi mandiri hingga pemberian pertolongan pertama pada korban bencana
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu membentuk sikap tanggap, sigap, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, serta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan.
Kamis, 23 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wonosari, Kecamatan Siwalan, pada Rabu (22/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Wonosari dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, bidan desa, serta kader PKK.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta mendapatkan materi terkait manajemen bencana serta penjelasan mengenai pembentukan Destana, termasuk struktur relawan bencana dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Selain itu, peserta juga dibekali strategi mitigasi untuk mengurangi risiko bencana yang berpotensi terjadi di wilayah mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Wonosari tidak hanya menjadi objek dalam penanggulangan bencana, tetapi mampu berperan aktif sebagai subjek yang memiliki kemampuan dalam mengenali ancaman serta mengelola sumber daya yang ada guna meminimalisir dampak bencana.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana), diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Wonosari semakin meningkat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Rabu, 22 April 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di halaman kantor BPBD dan diikuti oleh pegawai serta jajaran personel.
Apel peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Dalam amanatnya, pembina apel menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang Kartini, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh personel BPBD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa memandang gender, serta mendorong peran aktif perempuan dalam kegiatan kebencanaan, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun rehabilitasi dan rekonstruksi.
Apel berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Selasa, 21 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menindaklanjuti kejadian jebolnya tanggul Sungai Silempeng yang berada di Dukuh Babadan Benjot, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan hasil kajian di lapangan, kejadian ini diduga dipicu oleh peristiwa rob besar yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, air rob masuk ke area perkampungan dengan ketinggian kurang lebih 20 cm di jalan dan melimpas melalui tanggul Sungai Silempeng. Adapun waktu pasti jebolnya tanggul belum dapat dipastikan.
Akibat kejadian tersebut, tanggul Sungai Silempeng mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi tanggul 1 meter. Air dari sungai mengalir ke area persawahan di Desa Boyoteluk. Meski demikian, kejadian ini tidak berdampak langsung terhadap permukiman warga.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan assessment di lokasi terdampak guna mengetahui tingkat kerusakan dan potensi risiko lanjutan. Selain itu, BPBD juga melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait, pemerintah desa, serta pihak kecamatan untuk langkah penanganan tanggul jebol.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan mitigasi dampak yang lebih luas. Upaya penanganan lanjutan akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar, terutama apabila terjadi rob susulan atau peningkatan debit air.
Sabtu, 18 April 2026
Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sragi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB mengakibatkan sebuah pohon mangga tumbang dan menimpa rumah warga di Dukuh Balurembang RT 03/RW 05, Desa Tegalsuruh, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian tersebut menyebabkan satu unit rumah milik Bapak Ade Sanjaya mengalami kerusakan pada bagian dapur. Peristiwa ini berdampak pada satu kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Setelah menerima laporan, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim gabungan kemudian melaksanakan asesmen, penanganan, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa bangunan.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp20 juta.
Saat ini, kondisi di lokasi telah aman dan pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi. Untuk pembersihan lanjutan, warga bersama unsur terkait akan melaksanakan kerja bakti pada hari berikutnya.
Penanganan kejadian ini melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah desa setempat, serta partisipasi aktif masyarakat. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Minggu, 12 April 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan - Kamis, 9 April 2026, kunjungan edukatif dari TK Griya Pelangi GSM Kebonagung, Kajen, Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 25 anak didik yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta mendapatkan materi pengenalan mitigasi bencana sejak dini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif seperti Flying Fox yang bertujuan melatih keberanian dan ketangkasan anak.
Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan perahu sebagai salah satu sarana evakuasi dalam situasi kebencanaan, khususnya banjir. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran serta kesiapsiagaan terhadap bencana sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keceriaan, serta menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam memahami pentingnya mitigasi bencana.
Kamis, 9 April 2026