Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Hantaman banjir rob yang melanda kawasan pesisir pantai utara kembali membawa dampak serius bagi warga di wilayah Kecamatan Siwalan. Meningkatnya volume air laut yang masuk ke muara memicu kenaikan drastis debit air di aliran Sungai Kapidodo (Kalikangkung), Desa Depok.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya tekanan arus sungai yang melampaui ambang batas kemampuan tanggul penahan. Akibatnya, struktur tanggul di beberapa titik tidak lagi sanggup menahan beban air hingga akhirnya jebol.
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat tiga titik kerusakan utama pada tanggul dengan rincian dimensi sebagai berikut:
Titik Pertama: Kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter.
Titik Kedua: Kerusakan sepanjang kurang lebih 5 meter.
Titik Ketiga: Kerusakan paling parah mencapai panjang kurang lebih 30 meter.
Jebolnya tanggul di ketiga titik tersebut menyebabkan air sungai meluap dan limpas mengancam pemukiman warga.
Saat ini, koordinasi antar pihak terkait terus dilakukan untuk melakukan langkah darurat guna meminimalisir dampak luapan agar tidak semakin meluas.
Rabu, 29 April 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dilaksanakan pada Rabu & kamis, 22-23 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SMP Negeri 1 Bojong.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa-siswi SMP Negeri 1 Bojong dengan penuh antusias. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi sebelum bencana, tindakan yang harus dilakukan saat bencana berlangsung, serta upaya penanganan pasca bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana guna memberikan gambaran nyata kepada para siswa tentang cara bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
acara diakhiri dengan menggelar simulasi gempa bumi di SMPN 1 Bojong. Siswa seolah dihadapkan pada keadaan darurat bencana gempa bumi dan dilatih untuk bisa melakukan evakuasi mandiri hingga pemberian pertolongan pertama pada korban bencana
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu membentuk sikap tanggap, sigap, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, serta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan.
Kamis, 23 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wonosari, Kecamatan Siwalan, pada Rabu (22/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Wonosari dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, bidan desa, serta kader PKK.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta mendapatkan materi terkait manajemen bencana serta penjelasan mengenai pembentukan Destana, termasuk struktur relawan bencana dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Selain itu, peserta juga dibekali strategi mitigasi untuk mengurangi risiko bencana yang berpotensi terjadi di wilayah mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Wonosari tidak hanya menjadi objek dalam penanggulangan bencana, tetapi mampu berperan aktif sebagai subjek yang memiliki kemampuan dalam mengenali ancaman serta mengelola sumber daya yang ada guna meminimalisir dampak bencana.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana), diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Wonosari semakin meningkat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Rabu, 22 April 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di halaman kantor BPBD dan diikuti oleh pegawai serta jajaran personel.
Apel peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Dalam amanatnya, pembina apel menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang Kartini, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh personel BPBD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa memandang gender, serta mendorong peran aktif perempuan dalam kegiatan kebencanaan, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun rehabilitasi dan rekonstruksi.
Apel berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Selasa, 21 April 2026
Hantaman banjir rob yang melanda kawasan pesisir pantai utara kembali membawa dampak serius bagi warga di wilayah Kecamatan Siwalan. Meningkatnya volume air laut yang masuk ke muara memicu kenaikan drastis debit air di aliran Sungai Kapidodo (Kalikangkung), Desa Depok.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya tekanan arus sungai yang melampaui ambang batas kemampuan tanggul penahan. Akibatnya, struktur tanggul di beberapa titik tidak lagi sanggup menahan beban air hingga akhirnya jebol.
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat tiga titik kerusakan utama pada tanggul dengan rincian dimensi sebagai berikut:
Titik Pertama: Kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter.
Titik Kedua: Kerusakan sepanjang kurang lebih 5 meter.
Titik Ketiga: Kerusakan paling parah mencapai panjang kurang lebih 30 meter.
Jebolnya tanggul di ketiga titik tersebut menyebabkan air sungai meluap dan limpas mengancam pemukiman warga.
Saat ini, koordinasi antar pihak terkait terus dilakukan untuk melakukan langkah darurat guna meminimalisir dampak luapan agar tidak semakin meluas.
Rabu, 29 April 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dilaksanakan pada Rabu & kamis, 22-23 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SMP Negeri 1 Bojong.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa-siswi SMP Negeri 1 Bojong dengan penuh antusias. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi sebelum bencana, tindakan yang harus dilakukan saat bencana berlangsung, serta upaya penanganan pasca bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana guna memberikan gambaran nyata kepada para siswa tentang cara bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
acara diakhiri dengan menggelar simulasi gempa bumi di SMPN 1 Bojong. Siswa seolah dihadapkan pada keadaan darurat bencana gempa bumi dan dilatih untuk bisa melakukan evakuasi mandiri hingga pemberian pertolongan pertama pada korban bencana
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu membentuk sikap tanggap, sigap, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, serta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan.
Kamis, 23 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wonosari, Kecamatan Siwalan, pada Rabu (22/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Wonosari dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, bidan desa, serta kader PKK.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta mendapatkan materi terkait manajemen bencana serta penjelasan mengenai pembentukan Destana, termasuk struktur relawan bencana dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Selain itu, peserta juga dibekali strategi mitigasi untuk mengurangi risiko bencana yang berpotensi terjadi di wilayah mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Wonosari tidak hanya menjadi objek dalam penanggulangan bencana, tetapi mampu berperan aktif sebagai subjek yang memiliki kemampuan dalam mengenali ancaman serta mengelola sumber daya yang ada guna meminimalisir dampak bencana.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana), diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Wonosari semakin meningkat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Rabu, 22 April 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di halaman kantor BPBD dan diikuti oleh pegawai serta jajaran personel.
Apel peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Dalam amanatnya, pembina apel menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang Kartini, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh personel BPBD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa memandang gender, serta mendorong peran aktif perempuan dalam kegiatan kebencanaan, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun rehabilitasi dan rekonstruksi.
Apel berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Selasa, 21 April 2026