Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Infografis Pendistribusian Air Bersih Wilayah Terdampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Infografis Pendistribusian Air Bersih Wilayah Terdampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Pekalongan
Petungkriyono – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Petak 39E, Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Kebakaran diketahui terjadi pada Sabtu, 5 September 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WIB dan kemudian dilaporkan oleh warga pada pukul 13.00 WIB. Api diduga dipicu oleh korsleting listrik setelah kabel jaringan listrik putus akibat tertimpa pohon pinus yang tumbang. Percikan api dari kabel tersebut kemudian menyambar serasah dan rumput kering di sekitar kawasan hutan hingga memicu terjadinya kebakaran.
Kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 0,5 hektare. Vegetasi yang terdampak merupakan kawasan hutan pinus. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Kegiatan penanganan pada Minggu, 6 September 2026, diawali dengan apel bersama pada pagi di Polres Pekalongan. Apel bersama tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat sebelum bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Kabupaten Pekalongan bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melaksanakan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI Koramil Petungkriyono, Polsek Petungkriyono, Perhutani KPH Pekalongan Barat, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Curugmuncar, Bagana, PMI, Damkar, relawan, serta warga Desa Curugmuncar.
Dalam proses penanganan, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya pompa punggung, gepyok atau alat pukul, cangkul, sekop, sabit, mobil tangki air, alkon, serta tandon air. Tim melakukan pemadaman langsung di beberapa titik api, dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pembasahan pada area bekas kebakaran untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit karena kondisi jalan yang terjal dan menanjak. Selain itu, sumber air berada cukup jauh, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Kondisi angin yang cukup kencang serta keterbatasan jaringan komunikasi juga menjadi tantangan dalam proses penanganan.
Selain menyebabkan sekitar 0,5 hektare vegetasi terbakar, kejadian tersebut juga berdampak terhadap lingkungan berupa menurunnya kualitas udara serta berpotensi meningkatkan risiko longsor pada kawasan lereng. Sementara itu, akses lalu lintas antar Desa Curugmuncar menuju Desa Songgodadi sempat mengalami hambatan akibat kejadian tersebut.
Tim kembali melanjutkan penanganan dan pemantauan di lokasi kebakaran. Setelah dilakukan pemadaman, pendinginan, dan pembasahan secara intensif, kondisi api dinyatakan 100 persen padam pada Pada Minggu, 6 September 2026, pukul 14.30 WIB.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya kebakaran susulan, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Curugmuncar akan melaksanakan pemantauan selama 2 x 24 jam terhadap kawasan bekas kebakaran. Setelah memastikan kondisi aman dan tidak terdapat titik api aktif, seluruh personel yang terlibat kembali ke tempat masing-masing.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat segera dilakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Senin, 7 September 2026
Sebagai upaya mendukung Rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekonomi pascabencana, dilaksanakan Bimbingan Teknis Budidaya Maggot melalui kolaborasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah
Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari 17 Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik, budidaya maggot, serta pengembangan peluang ekonomi produktif.
Melalui inovasi sederhana dan kolaborasi, diharapkan masyarakat mampu memulihkan lingkungan, mengurangi limbah, sekaligus membangun kemandirian ekonomi desa.
🌿 Dari limbah menjadi manfaat, dari pemulihan menuju kemandirian, untuk desa yang semakin tangguh
Kamis, 27 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan, 22 Agustus 2026 — Kebakaran lahan terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran dilaporkan oleh warga dan langsung mendapat penanganan dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar serta unsur terkait.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 16.00 WIB, sementara laporan dari masyarakat diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan koordinasi dan menuju lokasi untuk melaksanakan asesmen serta penanganan kebakaran.
Dalam proses penanganan, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar dan unsur terkait melakukan penyemprotan air, pemadaman, serta pendinginan di area yang terdampak. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, satu lokasi lahan terdampak kebakaran. Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan api di sekitar kawasan hutan maupun lahan. Apabila melihat adanya kebakaran atau titik api, warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Sabtu, 22 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan senam sehat bersama dan berbagai perlombaan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama pada pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta. Senam bersama ini menjadi momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kekompakan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan.
Usai senam sehat bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung secara meriah dan penuh antusiasme. Perlombaan tersebut meliputi PBB, makan kerupuk dengan tali yang dikaitkan pada jari kaki, memindahkan air ke dalam botol, estafet kardus berpasangan, memindahkan air ke dalam galon secara berpasangan, serta memasukkan paku ke dalam botol secara berpasangan.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi kebencanaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan, personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas-PB), siswa-siswi Prakerin SMK, mahasiswa magang, serta petugas kebersihan BPBD Kabupaten Pekalongan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana riang, penuh kegembiraan, dan kebersamaan. Selain menjadi sarana hiburan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.
Melalui semangat kemerdekaan, keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan diharapkan terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan meningkatkan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 – “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Jumat, 14 Agustus 2026
Kabupaten Pekalongan, 11 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) pada musim kemarau, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur TNI/Polri, Polhut, Damkar dan Satpol PP melaksanakan patroli Karhutlah pada Selasa (11/8/2026).
Patroli dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan menyusuri sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Rute patroli dimulai dari Polsek Kajen menuju Windurojo, Watu Ireng Lambur, Kecamatan Kandangserang, hingga Goa Macan, Kutorojo, Kajen.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat juga diingatkan untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutlah dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan patroli gabungan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko Karhutlah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selasa, 11 Agustus 2026
Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Batang tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 11.00 WIB di Rumah Makan Teras Bali, Jalan Agus Salim No. 51, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Melalui kerja sama tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang lebih efektif pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini melibatkan tiga instansi, yaitu BPBD Kabupaten Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, dan BPBD Kabupaten Batang sebagai representasi pemerintah daerah masing-masing. Kesepakatan ini menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah, saling mendukung sumber daya, berbagi informasi kebencanaan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah perbatasan maupun kawasan yang memiliki risiko bersama.
Melalui kerja sama ini, diharapkan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat. Sinergi antar daerah juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan penanggulangan bencana demi terciptanya masyarakat yang aman dan tangguh menghadapi bencana.
Selasa, 4 Agustus 2026
Petungkriyono – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Petak 39E, Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Kebakaran diketahui terjadi pada Sabtu, 5 September 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WIB dan kemudian dilaporkan oleh warga pada pukul 13.00 WIB. Api diduga dipicu oleh korsleting listrik setelah kabel jaringan listrik putus akibat tertimpa pohon pinus yang tumbang. Percikan api dari kabel tersebut kemudian menyambar serasah dan rumput kering di sekitar kawasan hutan hingga memicu terjadinya kebakaran.
Kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 0,5 hektare. Vegetasi yang terdampak merupakan kawasan hutan pinus. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Kegiatan penanganan pada Minggu, 6 September 2026, diawali dengan apel bersama pada pagi di Polres Pekalongan. Apel bersama tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat sebelum bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Kabupaten Pekalongan bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melaksanakan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI Koramil Petungkriyono, Polsek Petungkriyono, Perhutani KPH Pekalongan Barat, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Curugmuncar, Bagana, PMI, Damkar, relawan, serta warga Desa Curugmuncar.
Dalam proses penanganan, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya pompa punggung, gepyok atau alat pukul, cangkul, sekop, sabit, mobil tangki air, alkon, serta tandon air. Tim melakukan pemadaman langsung di beberapa titik api, dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pembasahan pada area bekas kebakaran untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit karena kondisi jalan yang terjal dan menanjak. Selain itu, sumber air berada cukup jauh, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Kondisi angin yang cukup kencang serta keterbatasan jaringan komunikasi juga menjadi tantangan dalam proses penanganan.
Selain menyebabkan sekitar 0,5 hektare vegetasi terbakar, kejadian tersebut juga berdampak terhadap lingkungan berupa menurunnya kualitas udara serta berpotensi meningkatkan risiko longsor pada kawasan lereng. Sementara itu, akses lalu lintas antar Desa Curugmuncar menuju Desa Songgodadi sempat mengalami hambatan akibat kejadian tersebut.
Tim kembali melanjutkan penanganan dan pemantauan di lokasi kebakaran. Setelah dilakukan pemadaman, pendinginan, dan pembasahan secara intensif, kondisi api dinyatakan 100 persen padam pada Pada Minggu, 6 September 2026, pukul 14.30 WIB.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya kebakaran susulan, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Curugmuncar akan melaksanakan pemantauan selama 2 x 24 jam terhadap kawasan bekas kebakaran. Setelah memastikan kondisi aman dan tidak terdapat titik api aktif, seluruh personel yang terlibat kembali ke tempat masing-masing.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat segera dilakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Senin, 7 September 2026
Sebagai upaya mendukung Rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekonomi pascabencana, dilaksanakan Bimbingan Teknis Budidaya Maggot melalui kolaborasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah
Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari 17 Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik, budidaya maggot, serta pengembangan peluang ekonomi produktif.
Melalui inovasi sederhana dan kolaborasi, diharapkan masyarakat mampu memulihkan lingkungan, mengurangi limbah, sekaligus membangun kemandirian ekonomi desa.
🌿 Dari limbah menjadi manfaat, dari pemulihan menuju kemandirian, untuk desa yang semakin tangguh
Kamis, 27 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan, 22 Agustus 2026 — Kebakaran lahan terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran dilaporkan oleh warga dan langsung mendapat penanganan dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar serta unsur terkait.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 16.00 WIB, sementara laporan dari masyarakat diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan koordinasi dan menuju lokasi untuk melaksanakan asesmen serta penanganan kebakaran.
Dalam proses penanganan, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar dan unsur terkait melakukan penyemprotan air, pemadaman, serta pendinginan di area yang terdampak. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, satu lokasi lahan terdampak kebakaran. Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan api di sekitar kawasan hutan maupun lahan. Apabila melihat adanya kebakaran atau titik api, warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Sabtu, 22 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan senam sehat bersama dan berbagai perlombaan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama pada pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta. Senam bersama ini menjadi momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kekompakan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan.
Usai senam sehat bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung secara meriah dan penuh antusiasme. Perlombaan tersebut meliputi PBB, makan kerupuk dengan tali yang dikaitkan pada jari kaki, memindahkan air ke dalam botol, estafet kardus berpasangan, memindahkan air ke dalam galon secara berpasangan, serta memasukkan paku ke dalam botol secara berpasangan.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi kebencanaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan, personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas-PB), siswa-siswi Prakerin SMK, mahasiswa magang, serta petugas kebersihan BPBD Kabupaten Pekalongan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana riang, penuh kegembiraan, dan kebersamaan. Selain menjadi sarana hiburan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.
Melalui semangat kemerdekaan, keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan diharapkan terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan meningkatkan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 – “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Jumat, 14 Agustus 2026
Kabupaten Pekalongan, 11 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) pada musim kemarau, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur TNI/Polri, Polhut, Damkar dan Satpol PP melaksanakan patroli Karhutlah pada Selasa (11/8/2026).
Patroli dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan menyusuri sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Rute patroli dimulai dari Polsek Kajen menuju Windurojo, Watu Ireng Lambur, Kecamatan Kandangserang, hingga Goa Macan, Kutorojo, Kajen.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat juga diingatkan untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutlah dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan patroli gabungan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko Karhutlah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selasa, 11 Agustus 2026
Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Batang tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 11.00 WIB di Rumah Makan Teras Bali, Jalan Agus Salim No. 51, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Melalui kerja sama tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang lebih efektif pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini melibatkan tiga instansi, yaitu BPBD Kabupaten Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, dan BPBD Kabupaten Batang sebagai representasi pemerintah daerah masing-masing. Kesepakatan ini menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah, saling mendukung sumber daya, berbagi informasi kebencanaan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah perbatasan maupun kawasan yang memiliki risiko bersama.
Melalui kerja sama ini, diharapkan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat. Sinergi antar daerah juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan penanggulangan bencana demi terciptanya masyarakat yang aman dan tangguh menghadapi bencana.
Selasa, 4 Agustus 2026