Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Latihan Gabungan Mitigasi Bencana Relawan Penanggulangan Bencana se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Jalan Sumbing No. 2 Kajen. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini melibatkan unsur relawan yang selama ini menjadi mitra BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Markas PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, Tagana, LPBI NU, Pramuli, Kokam, Ubaloka, Senkom, Elang Pendowo, ORARI, RAPI, MDMC, LIDI, SAR Kencana Paninggaran, serta Ukhuwah Al Fatah Rescue. Kehadiran berbagai unsur relawan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang membahas berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, meliputi Manajemen Posko, Manajemen Logistik, serta Manajemen Data dan Informasi Bencana. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana dengan skenario tanah longsor di Desa Kasimpar serta banjir bandang di wilayah Kecamatan Wonopringgo–Kedungwuni. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyampaian informasi saat kondisi tanggap darurat.
Melalui latihan gabungan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penanganan bencana, khususnya pada aspek manajemen posko bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarpersonel maupun antarunsur relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh relawan dapat bekerja secara terpadu, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 27 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan.
Apel gabungan tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan selaku pembina apel dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), PMI, PDAM, Kepolisian, TNI, PLN, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, KOKAM, PRAMULI, MDMC, LPBI NU, Dinas Perhubungan (DISHUB), serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau tahun 2026 seluruh elemen pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, khususnya bahaya kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan lindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan melakukan penghematan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air bersih secara hemat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan aman, tangguh, dan tetap siaga terhadap setiap potensi bencana.
Selasa, 21 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Edukasi Siaga Bencana dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.20–10.20 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 siswa-siswi SMP Negeri 1 Wiradesa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi. Edukasi ini bertujuan untuk membekali para peserta didik dengan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Siaga Bencana serta Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami konsep dasar kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku yang tepat saat menghadapi potensi bencana. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan Edukasi Siaga Bencana ini dapat meningkatkan wawasan serta kesadaran para siswa mengenai pentingnya mitigasi bencana. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, serta turut menularkan budaya siaga bencana sebagai upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kamis, 16 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana sejak usia dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bencana dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 01 Pencongan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.00–09.50 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 210 siswa serta 20 guru SD Muhammadiyah 01 Pencongan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Kebencanaan dan Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana gempa bumi. Melalui simulasi ini, para siswa dan guru mempraktikkan cara menyelamatkan diri secara tepat ketika terjadi gempa bumi, mulai dari mengenali tanda-tanda bahaya, melakukan perlindungan diri, hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Simulasi tersebut bertujuan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat sehingga mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan tidak panik apabila bencana benar-benar terjadi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD. Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai berbagai macam bencana serta upaya mitigasi, khususnya mitigasi bencana gempa bumi.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dengan membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, para siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berketahanan.
Kamis, 16 Juli 2026
Bojong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus berupaya meningkatkan budaya sadar bencana melalui edukasi kepada masyarakat, salah satunya dengan menyasar lingkungan pendidikan. Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), BPBD Kabupaten Pekalongan menggelar Sosialisasi Bencana bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 10.45 WIB tersebut diikuti oleh 340 siswa baru. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi Manajemen Bencana dan Mitigasi Bencana. Dalam penyampaian materi, para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana, faktor penyebabnya, langkah-langkah pengurangan risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan, kesiapan diri, serta peran aktif setiap individu dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap para siswa baru SMA Negeri 1 Bojong memiliki pemahaman yang baik mengenai kebencanaan dan mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi sejak dini di lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh, peduli terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Rabu, 15 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan dropping bantuan air bersih sebagai upaya penanganan darurat kekeringan akibat musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga 00.55 WIB, dengan sasaran warga di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan mengerahkan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 2 tangki atau 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa dukuh yang terdampak.
Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Dukuh Pesantren dengan cakupan 33 rumah, 47 Kepala Keluarga (KK), dan 60 jiwa. Selanjutnya Dukuh Ringin Pitu yang mencakup 170 rumah, di antaranya RT 01 RW 09 sebanyak 50 rumah, 70 KK, dan 90 jiwa, serta RT 03 RW 10 sebanyak 50 rumah, 56 KK, dan 60 jiwa. Bantuan juga disalurkan ke Dukuh Gembyang, khususnya RT 01 RW 13, yang meliputi 35 rumah, 44 KK, dan 105 jiwa.
Kegiatan dropping air bersih ini merupakan bagian dari langkah cepat BPBD Kabupaten Pekalongan dalam mengurangi dampak bencana musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan serta hasil asesmen di lapangan.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana serta segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Selasa, 14 Juli 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Latihan Gabungan Mitigasi Bencana Relawan Penanggulangan Bencana se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Jalan Sumbing No. 2 Kajen. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini melibatkan unsur relawan yang selama ini menjadi mitra BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Markas PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, Tagana, LPBI NU, Pramuli, Kokam, Ubaloka, Senkom, Elang Pendowo, ORARI, RAPI, MDMC, LIDI, SAR Kencana Paninggaran, serta Ukhuwah Al Fatah Rescue. Kehadiran berbagai unsur relawan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang membahas berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, meliputi Manajemen Posko, Manajemen Logistik, serta Manajemen Data dan Informasi Bencana. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana dengan skenario tanah longsor di Desa Kasimpar serta banjir bandang di wilayah Kecamatan Wonopringgo–Kedungwuni. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyampaian informasi saat kondisi tanggap darurat.
Melalui latihan gabungan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penanganan bencana, khususnya pada aspek manajemen posko bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarpersonel maupun antarunsur relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh relawan dapat bekerja secara terpadu, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 27 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan.
Apel gabungan tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan selaku pembina apel dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), PMI, PDAM, Kepolisian, TNI, PLN, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, KOKAM, PRAMULI, MDMC, LPBI NU, Dinas Perhubungan (DISHUB), serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau tahun 2026 seluruh elemen pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, khususnya bahaya kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan lindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan melakukan penghematan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air bersih secara hemat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan aman, tangguh, dan tetap siaga terhadap setiap potensi bencana.
Selasa, 21 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Edukasi Siaga Bencana dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.20–10.20 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 siswa-siswi SMP Negeri 1 Wiradesa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi. Edukasi ini bertujuan untuk membekali para peserta didik dengan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Siaga Bencana serta Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami konsep dasar kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku yang tepat saat menghadapi potensi bencana. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan Edukasi Siaga Bencana ini dapat meningkatkan wawasan serta kesadaran para siswa mengenai pentingnya mitigasi bencana. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, serta turut menularkan budaya siaga bencana sebagai upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kamis, 16 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana sejak usia dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bencana dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 01 Pencongan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.00–09.50 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 210 siswa serta 20 guru SD Muhammadiyah 01 Pencongan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Kebencanaan dan Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana gempa bumi. Melalui simulasi ini, para siswa dan guru mempraktikkan cara menyelamatkan diri secara tepat ketika terjadi gempa bumi, mulai dari mengenali tanda-tanda bahaya, melakukan perlindungan diri, hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Simulasi tersebut bertujuan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat sehingga mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan tidak panik apabila bencana benar-benar terjadi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD. Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai berbagai macam bencana serta upaya mitigasi, khususnya mitigasi bencana gempa bumi.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dengan membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, para siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berketahanan.
Kamis, 16 Juli 2026
Bojong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus berupaya meningkatkan budaya sadar bencana melalui edukasi kepada masyarakat, salah satunya dengan menyasar lingkungan pendidikan. Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), BPBD Kabupaten Pekalongan menggelar Sosialisasi Bencana bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 10.45 WIB tersebut diikuti oleh 340 siswa baru. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi Manajemen Bencana dan Mitigasi Bencana. Dalam penyampaian materi, para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana, faktor penyebabnya, langkah-langkah pengurangan risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan, kesiapan diri, serta peran aktif setiap individu dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap para siswa baru SMA Negeri 1 Bojong memiliki pemahaman yang baik mengenai kebencanaan dan mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi sejak dini di lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh, peduli terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Rabu, 15 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan dropping bantuan air bersih sebagai upaya penanganan darurat kekeringan akibat musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga 00.55 WIB, dengan sasaran warga di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan mengerahkan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 2 tangki atau 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa dukuh yang terdampak.
Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Dukuh Pesantren dengan cakupan 33 rumah, 47 Kepala Keluarga (KK), dan 60 jiwa. Selanjutnya Dukuh Ringin Pitu yang mencakup 170 rumah, di antaranya RT 01 RW 09 sebanyak 50 rumah, 70 KK, dan 90 jiwa, serta RT 03 RW 10 sebanyak 50 rumah, 56 KK, dan 60 jiwa. Bantuan juga disalurkan ke Dukuh Gembyang, khususnya RT 01 RW 13, yang meliputi 35 rumah, 44 KK, dan 105 jiwa.
Kegiatan dropping air bersih ini merupakan bagian dari langkah cepat BPBD Kabupaten Pekalongan dalam mengurangi dampak bencana musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan serta hasil asesmen di lapangan.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana serta segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Selasa, 14 Juli 2026