Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Kabupaten Pekalongan, 2 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan kegiatan tradisi Sedekah Laut, BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan pengamanan (PAM) pada kegiatan Larung Sesaji Nelayan yang bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan jiwa seluruh peserta larung, nelayan, tamu undangan, serta masyarakat yang menyaksikan prosesi di laut. Selain itu, pengamanan dilakukan guna meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan air selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan terhadap berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat terjadi selama prosesi berlangsung, di antaranya kondisi cuaca berupa ombak tinggi dan arus kuat, potensi kelebihan kapasitas pada kapal sesaji maupun kapal pengiring, penumpukan kapal di titik pelaksanaan larung, serta potensi korban jatuh atau tenggelam akibat kapal oleng maupun saat masyarakat berebut sesaji.
Tim SAR dan personel yang bertugas melaksanakan kesiapsiagaan secara maksimal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat selama kegiatan berlangsung. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat agar tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan dengan aman.
Dengan kesiapsiagaan maksimal dari Tim SAR dan seluruh unsur yang terlibat, alhamdulillah prosesi Larung Sesaji Sedekah Laut Nelayan TPI Wonokerto dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan khidmat. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi wujud rasa syukur yang penuh keberkahan bagi seluruh nelayan Desa Tratebang dan masyarakat sekitarnya.
Kamis, 2 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan, 28 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melakukan penanganan kejadian pohon tumbang yang terjadi di wilayah Wiroditan RT 11 RW 03, tepatnya di Jalan Raya Bojong–Surabayan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (28/06/2026).
Kejadian pohon tumbang terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. BPBD Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat pada pukul 05.19 WIB melalui Sarwono selaku Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BPBD merespons cepat dengan menuju lokasi pada pukul 05.55 WIB dan memulai proses penanganan pada pukul 06.08 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon jenis Jaran yang tumbang diduga disebabkan kondisi akar yang telah lapuk sehingga tidak mampu menopang batang pohon. Pohon tersebut tumbang ke badan jalan sehingga menghalangi akses dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan di ruas Jalan Raya Bojong–Surabayan.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan pihak terkait serta relawan dari berbagai unsur untuk melakukan asesmen, tindakan penanganan, dan pembersihan material pohon tumbang. Selain itu, hasil penanganan juga dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.
Proses penanganan berjalan dengan lancar tanpa kendala dan selesai pada pukul 07.35 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini kondisi di lokasi telah kembali normal dan arus lalu lintas di Jalan Raya Bojong–Surabayan sudah dapat dilalui dengan lancar.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan penanganan berupa pemangkasan pohon bambu yang menjorok ke jalan raya guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap pengguna jalan, terutama kendaraan berukuran besar seperti truk.
Minggu, 28 Juni 2026
Paninggaran, 9 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan Tim Tangguh Bencana Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, pada Selasa (09/06/2026) bertempat di PAUD Elit Desa Sawangan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 45 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta yang hadir terdiri dari Ketua RT/RW, bidan desa, Ketua SAR Kecamatan Paninggaran, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Desa Sawangan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi Manajemen Bencana, Pembentukan Struktur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Pembentukan Relawan Desa. Narasumber dan fasilitator kegiatan berasal dari BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Kartika Dewi Sulistiyorini, S.S., Yunus Kurniawan, S.KM., Fajar Anggoto Mukti, dan Nailussa ‘Adah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manajemen bencana sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait risiko bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana. Selanjutnya dilakukan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sawangan sebagai wadah koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Selain itu, dibentuk pula Relawan Desa yang akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana di lingkungan masyarakat. Struktur kepengurusan FPRB dan Relawan Desa yang telah terbentuk kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sawangan sebagai dasar legalitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Sawangan dapat semakin tangguh, siap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Pembentukan FPRB dan Relawan Desa juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang mampu mengelola risiko bencana secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Selasa, 9 Juni 2026
Kajen, 3 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara resmi mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan di Aula Lantai I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Rabu (03/06/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana hingga ke tingkat kecamatan sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, perwakilan Polres Pekalongan, perwakilan Kodim 0710/Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto, S.H., M.H., para kepala perangkat daerah terkait, camat, sekretaris kecamatan, kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum (Kasi Trantib) se-Kabupaten Pekalongan, serta para relawan penanggulangan bencana.
Dalam kegiatan tersebut hadir narasumber Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, serta Evan Ferdianto, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kedua narasumber memberikan materi terkait penguatan peran kecamatan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang efektif dan terintegrasi.
Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana dinilai sangat relevan mengingat Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, hingga bulan Juni tahun 2026 telah terjadi sebanyak 176 kejadian bencana alam di berbagai wilayah. Kondisi geografis Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari wilayah pegunungan yang rawan longsor hingga kawasan pesisir yang kerap terdampak banjir rob menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan bencana.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan keberhasilan penanganan tanggap darurat di Kecamatan Petungkriyono pada Januari 2025 sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi di kecamatan lainnya. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang saat ini baru berjumlah 18 desa di Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk menyamakan persepsi bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan merupakan urusan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, dunia usaha, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Penguatan kapasitas kecamatan diharapkan mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam merespons setiap kejadian bencana di wilayah masing-masing.
Dengan deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terwujud sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh, responsif, dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Rabu, 3 Juni 2026
Senin, 25 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Bencana Banjir di SD Negeri Tratebang, Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana banjir di lingkungan sekolah.
Kegiatan diikuti oleh sebanyak 125 siswa SD Negeri Tratebang dengan materi edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah, serta pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan). Para peserta diberikan pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana, langkah mitigasi bencana banjir, serta tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir di lingkungan sekolah. Dalam simulasi tersebut, siswa diajarkan cara evakuasi yang aman dan tertib ketika terjadi bencana banjir.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini, memiliki pengetahuan dasar kebencanaan, serta mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi bencana banjir.
Senin, 25 Mei 2026
Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 01.15 WIB telah terjadi kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Utama Kajen – Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Kejadian tersebut disebabkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menutup akses jalan utama.
Laporan kejadian diterima pada pukul 01.15 WIB dari Kepala Desa Tajur. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana segera melakukan respon pada pukul 01.30 WIB dengan mempersiapkan peralatan serta bergerak menuju lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan utama sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Dalam proses penanganan, petugas mengalami kendala karena kondisi cuaca yang masih turun hujan. Meski demikian, proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang dapat diselesaikan pada pukul 02.23 WIB.
Saat ini kondisi mutakhir di lokasi kejadian, akses Jalan Raya Kajen – Kandangserang sudah kembali dapat dilewati kendaraan dan situasi dalam keadaan aman serta terkendali.
Sabtu, 23 Mei 2026
Kabupaten Pekalongan, 2 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan kegiatan tradisi Sedekah Laut, BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan pengamanan (PAM) pada kegiatan Larung Sesaji Nelayan yang bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan jiwa seluruh peserta larung, nelayan, tamu undangan, serta masyarakat yang menyaksikan prosesi di laut. Selain itu, pengamanan dilakukan guna meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan air selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan terhadap berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat terjadi selama prosesi berlangsung, di antaranya kondisi cuaca berupa ombak tinggi dan arus kuat, potensi kelebihan kapasitas pada kapal sesaji maupun kapal pengiring, penumpukan kapal di titik pelaksanaan larung, serta potensi korban jatuh atau tenggelam akibat kapal oleng maupun saat masyarakat berebut sesaji.
Tim SAR dan personel yang bertugas melaksanakan kesiapsiagaan secara maksimal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat selama kegiatan berlangsung. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat agar tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan dengan aman.
Dengan kesiapsiagaan maksimal dari Tim SAR dan seluruh unsur yang terlibat, alhamdulillah prosesi Larung Sesaji Sedekah Laut Nelayan TPI Wonokerto dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan khidmat. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi wujud rasa syukur yang penuh keberkahan bagi seluruh nelayan Desa Tratebang dan masyarakat sekitarnya.
Kamis, 2 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan, 28 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melakukan penanganan kejadian pohon tumbang yang terjadi di wilayah Wiroditan RT 11 RW 03, tepatnya di Jalan Raya Bojong–Surabayan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (28/06/2026).
Kejadian pohon tumbang terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. BPBD Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat pada pukul 05.19 WIB melalui Sarwono selaku Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BPBD merespons cepat dengan menuju lokasi pada pukul 05.55 WIB dan memulai proses penanganan pada pukul 06.08 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon jenis Jaran yang tumbang diduga disebabkan kondisi akar yang telah lapuk sehingga tidak mampu menopang batang pohon. Pohon tersebut tumbang ke badan jalan sehingga menghalangi akses dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan di ruas Jalan Raya Bojong–Surabayan.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan pihak terkait serta relawan dari berbagai unsur untuk melakukan asesmen, tindakan penanganan, dan pembersihan material pohon tumbang. Selain itu, hasil penanganan juga dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.
Proses penanganan berjalan dengan lancar tanpa kendala dan selesai pada pukul 07.35 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini kondisi di lokasi telah kembali normal dan arus lalu lintas di Jalan Raya Bojong–Surabayan sudah dapat dilalui dengan lancar.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan penanganan berupa pemangkasan pohon bambu yang menjorok ke jalan raya guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap pengguna jalan, terutama kendaraan berukuran besar seperti truk.
Minggu, 28 Juni 2026
Paninggaran, 9 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan Tim Tangguh Bencana Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, pada Selasa (09/06/2026) bertempat di PAUD Elit Desa Sawangan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 45 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta yang hadir terdiri dari Ketua RT/RW, bidan desa, Ketua SAR Kecamatan Paninggaran, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Desa Sawangan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi Manajemen Bencana, Pembentukan Struktur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Pembentukan Relawan Desa. Narasumber dan fasilitator kegiatan berasal dari BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Kartika Dewi Sulistiyorini, S.S., Yunus Kurniawan, S.KM., Fajar Anggoto Mukti, dan Nailussa ‘Adah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manajemen bencana sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait risiko bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana. Selanjutnya dilakukan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sawangan sebagai wadah koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Selain itu, dibentuk pula Relawan Desa yang akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana di lingkungan masyarakat. Struktur kepengurusan FPRB dan Relawan Desa yang telah terbentuk kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sawangan sebagai dasar legalitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Sawangan dapat semakin tangguh, siap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Pembentukan FPRB dan Relawan Desa juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang mampu mengelola risiko bencana secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Selasa, 9 Juni 2026
Kajen, 3 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara resmi mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan di Aula Lantai I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Rabu (03/06/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana hingga ke tingkat kecamatan sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, perwakilan Polres Pekalongan, perwakilan Kodim 0710/Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto, S.H., M.H., para kepala perangkat daerah terkait, camat, sekretaris kecamatan, kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum (Kasi Trantib) se-Kabupaten Pekalongan, serta para relawan penanggulangan bencana.
Dalam kegiatan tersebut hadir narasumber Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, serta Evan Ferdianto, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kedua narasumber memberikan materi terkait penguatan peran kecamatan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang efektif dan terintegrasi.
Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana dinilai sangat relevan mengingat Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, hingga bulan Juni tahun 2026 telah terjadi sebanyak 176 kejadian bencana alam di berbagai wilayah. Kondisi geografis Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari wilayah pegunungan yang rawan longsor hingga kawasan pesisir yang kerap terdampak banjir rob menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan bencana.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan keberhasilan penanganan tanggap darurat di Kecamatan Petungkriyono pada Januari 2025 sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi di kecamatan lainnya. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang saat ini baru berjumlah 18 desa di Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk menyamakan persepsi bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan merupakan urusan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, dunia usaha, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Penguatan kapasitas kecamatan diharapkan mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam merespons setiap kejadian bencana di wilayah masing-masing.
Dengan deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terwujud sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh, responsif, dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Rabu, 3 Juni 2026
Senin, 25 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Bencana Banjir di SD Negeri Tratebang, Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana banjir di lingkungan sekolah.
Kegiatan diikuti oleh sebanyak 125 siswa SD Negeri Tratebang dengan materi edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah, serta pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan). Para peserta diberikan pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana, langkah mitigasi bencana banjir, serta tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir di lingkungan sekolah. Dalam simulasi tersebut, siswa diajarkan cara evakuasi yang aman dan tertib ketika terjadi bencana banjir.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini, memiliki pengetahuan dasar kebencanaan, serta mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi bencana banjir.
Senin, 25 Mei 2026
Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 01.15 WIB telah terjadi kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Utama Kajen – Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Kejadian tersebut disebabkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menutup akses jalan utama.
Laporan kejadian diterima pada pukul 01.15 WIB dari Kepala Desa Tajur. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana segera melakukan respon pada pukul 01.30 WIB dengan mempersiapkan peralatan serta bergerak menuju lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan utama sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Dalam proses penanganan, petugas mengalami kendala karena kondisi cuaca yang masih turun hujan. Meski demikian, proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang dapat diselesaikan pada pukul 02.23 WIB.
Saat ini kondisi mutakhir di lokasi kejadian, akses Jalan Raya Kajen – Kandangserang sudah kembali dapat dilewati kendaraan dan situasi dalam keadaan aman serta terkendali.
Sabtu, 23 Mei 2026