Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Infografis Pendistribusian Air Bersih Wilayah Terdampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Infografis Pendistribusian Air Bersih Wilayah Terdampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Pekalongan
BPBD Kab Pekalongan, 22 Agustus 2026 — Kebakaran lahan terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran dilaporkan oleh warga dan langsung mendapat penanganan dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar serta unsur terkait.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 16.00 WIB, sementara laporan dari masyarakat diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan koordinasi dan menuju lokasi untuk melaksanakan asesmen serta penanganan kebakaran.
Dalam proses penanganan, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar dan unsur terkait melakukan penyemprotan air, pemadaman, serta pendinginan di area yang terdampak. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, satu lokasi lahan terdampak kebakaran. Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan api di sekitar kawasan hutan maupun lahan. Apabila melihat adanya kebakaran atau titik api, warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Sabtu, 22 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan senam sehat bersama dan berbagai perlombaan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama pada pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta. Senam bersama ini menjadi momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kekompakan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan.
Usai senam sehat bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung secara meriah dan penuh antusiasme. Perlombaan tersebut meliputi PBB, makan kerupuk dengan tali yang dikaitkan pada jari kaki, memindahkan air ke dalam botol, estafet kardus berpasangan, memindahkan air ke dalam galon secara berpasangan, serta memasukkan paku ke dalam botol secara berpasangan.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi kebencanaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan, personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas-PB), siswa-siswi Prakerin SMK, mahasiswa magang, serta petugas kebersihan BPBD Kabupaten Pekalongan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana riang, penuh kegembiraan, dan kebersamaan. Selain menjadi sarana hiburan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.
Melalui semangat kemerdekaan, keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan diharapkan terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan meningkatkan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 – “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Jumat, 14 Agustus 2026
Kabupaten Pekalongan, 11 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) pada musim kemarau, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur TNI/Polri, Polhut, Damkar dan Satpol PP melaksanakan patroli Karhutlah pada Selasa (11/8/2026).
Patroli dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan menyusuri sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Rute patroli dimulai dari Polsek Kajen menuju Windurojo, Watu Ireng Lambur, Kecamatan Kandangserang, hingga Goa Macan, Kutorojo, Kajen.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat juga diingatkan untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutlah dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan patroli gabungan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko Karhutlah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selasa, 11 Agustus 2026
Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Batang tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 11.00 WIB di Rumah Makan Teras Bali, Jalan Agus Salim No. 51, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Melalui kerja sama tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang lebih efektif pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini melibatkan tiga instansi, yaitu BPBD Kabupaten Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, dan BPBD Kabupaten Batang sebagai representasi pemerintah daerah masing-masing. Kesepakatan ini menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah, saling mendukung sumber daya, berbagi informasi kebencanaan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah perbatasan maupun kawasan yang memiliki risiko bersama.
Melalui kerja sama ini, diharapkan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat. Sinergi antar daerah juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan penanggulangan bencana demi terciptanya masyarakat yang aman dan tangguh menghadapi bencana.
Selasa, 4 Agustus 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Latihan Gabungan Mitigasi Bencana Relawan Penanggulangan Bencana se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Jalan Sumbing No. 2 Kajen. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini melibatkan unsur relawan yang selama ini menjadi mitra BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Markas PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, Tagana, LPBI NU, Pramuli, Kokam, Ubaloka, Senkom, Elang Pendowo, ORARI, RAPI, MDMC, LIDI, SAR Kencana Paninggaran, serta Ukhuwah Al Fatah Rescue. Kehadiran berbagai unsur relawan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang membahas berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, meliputi Manajemen Posko, Manajemen Logistik, serta Manajemen Data dan Informasi Bencana. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana dengan skenario tanah longsor di Desa Kasimpar serta banjir bandang di wilayah Kecamatan Wonopringgo–Kedungwuni. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyampaian informasi saat kondisi tanggap darurat.
Melalui latihan gabungan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penanganan bencana, khususnya pada aspek manajemen posko bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarpersonel maupun antarunsur relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh relawan dapat bekerja secara terpadu, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 27 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan.
Apel gabungan tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan selaku pembina apel dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), PMI, PDAM, Kepolisian, TNI, PLN, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, KOKAM, PRAMULI, MDMC, LPBI NU, Dinas Perhubungan (DISHUB), serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau tahun 2026 seluruh elemen pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, khususnya bahaya kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan lindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan melakukan penghematan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air bersih secara hemat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan aman, tangguh, dan tetap siaga terhadap setiap potensi bencana.
Selasa, 21 Juli 2026
BPBD Kab Pekalongan, 22 Agustus 2026 — Kebakaran lahan terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran dilaporkan oleh warga dan langsung mendapat penanganan dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar serta unsur terkait.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 16.00 WIB, sementara laporan dari masyarakat diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan koordinasi dan menuju lokasi untuk melaksanakan asesmen serta penanganan kebakaran.
Dalam proses penanganan, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Damkar dan unsur terkait melakukan penyemprotan air, pemadaman, serta pendinginan di area yang terdampak. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, satu lokasi lahan terdampak kebakaran. Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan api di sekitar kawasan hutan maupun lahan. Apabila melihat adanya kebakaran atau titik api, warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Sabtu, 22 Agustus 2026
BPBD Kab Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan senam sehat bersama dan berbagai perlombaan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama pada pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta. Senam bersama ini menjadi momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kekompakan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan.
Usai senam sehat bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung secara meriah dan penuh antusiasme. Perlombaan tersebut meliputi PBB, makan kerupuk dengan tali yang dikaitkan pada jari kaki, memindahkan air ke dalam botol, estafet kardus berpasangan, memindahkan air ke dalam galon secara berpasangan, serta memasukkan paku ke dalam botol secara berpasangan.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi kebencanaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan, personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas-PB), siswa-siswi Prakerin SMK, mahasiswa magang, serta petugas kebersihan BPBD Kabupaten Pekalongan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana riang, penuh kegembiraan, dan kebersamaan. Selain menjadi sarana hiburan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.
Melalui semangat kemerdekaan, keluarga besar BPBD Kabupaten Pekalongan diharapkan terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan meningkatkan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 – “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Jumat, 14 Agustus 2026
Kabupaten Pekalongan, 11 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) pada musim kemarau, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur TNI/Polri, Polhut, Damkar dan Satpol PP melaksanakan patroli Karhutlah pada Selasa (11/8/2026).
Patroli dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan menyusuri sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Rute patroli dimulai dari Polsek Kajen menuju Windurojo, Watu Ireng Lambur, Kecamatan Kandangserang, hingga Goa Macan, Kutorojo, Kajen.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat juga diingatkan untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutlah dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan patroli gabungan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko Karhutlah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selasa, 11 Agustus 2026
Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Batang tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 11.00 WIB di Rumah Makan Teras Bali, Jalan Agus Salim No. 51, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Melalui kerja sama tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang lebih efektif pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini melibatkan tiga instansi, yaitu BPBD Kabupaten Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, dan BPBD Kabupaten Batang sebagai representasi pemerintah daerah masing-masing. Kesepakatan ini menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah, saling mendukung sumber daya, berbagi informasi kebencanaan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah perbatasan maupun kawasan yang memiliki risiko bersama.
Melalui kerja sama ini, diharapkan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat. Sinergi antar daerah juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan penanggulangan bencana demi terciptanya masyarakat yang aman dan tangguh menghadapi bencana.
Selasa, 4 Agustus 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Latihan Gabungan Mitigasi Bencana Relawan Penanggulangan Bencana se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Jalan Sumbing No. 2 Kajen. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini melibatkan unsur relawan yang selama ini menjadi mitra BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Markas PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, Tagana, LPBI NU, Pramuli, Kokam, Ubaloka, Senkom, Elang Pendowo, ORARI, RAPI, MDMC, LIDI, SAR Kencana Paninggaran, serta Ukhuwah Al Fatah Rescue. Kehadiran berbagai unsur relawan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang membahas berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, meliputi Manajemen Posko, Manajemen Logistik, serta Manajemen Data dan Informasi Bencana. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana dengan skenario tanah longsor di Desa Kasimpar serta banjir bandang di wilayah Kecamatan Wonopringgo–Kedungwuni. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyampaian informasi saat kondisi tanggap darurat.
Melalui latihan gabungan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penanganan bencana, khususnya pada aspek manajemen posko bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarpersonel maupun antarunsur relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh relawan dapat bekerja secara terpadu, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 27 Juli 2026
Kabupaten Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan.
Apel gabungan tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan selaku pembina apel dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), PMI, PDAM, Kepolisian, TNI, PLN, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, KOKAM, PRAMULI, MDMC, LPBI NU, Dinas Perhubungan (DISHUB), serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau tahun 2026 seluruh elemen pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, khususnya bahaya kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan lindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan melakukan penghematan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air bersih secara hemat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Melalui kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan aman, tangguh, dan tetap siaga terhadap setiap potensi bencana.
Selasa, 21 Juli 2026