Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berita terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 2 April 2026, BPBD Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan edukatif dari TK ABA 3 Muhammadiyah Kajen. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh 31 anak didik dengan penuh antusias.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta diperkenalkan pada materi dasar mitigasi kebencanaan yang disampaikan secara ringan dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Selain pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan aktivitas bermain yang edukatif, salah satunya permainan flying fox yang memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memiliki pemahaman dasar mengenai kebencanaan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak usia dini.
Kamis, 2 April 2026
PEKALONGAN – Dalam upaya memperkuat resiliensi daerah terhadap ancaman bencana yang tidak mengenal batas administratif, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang melaksanakan kunjungan kerja resmi ke kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis (02/04/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penyusunan draft Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait penanggulangan bencana di wilayah perbatasan.
Semangat Kolaborasi dan Legalitas Kerjasama
Kunjungan ini didasari oleh kesadaran bahwa karakteristik geografis kedua kabupaten memiliki kemiripan, mulai dari ancaman banjir di wilayah pesisir hingga risiko tanah longsor di area pegunungan.
Perjanjian Kerjasama ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan landasan operasional agar koordinasi di lapangan terutama di titik-titik perbatasan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Dalam diskusi panel yang berlangsung hangat, kedua belah pihak menyepakati penguatan strategi pada tiga fase utama:
A. Pra-Bencana: Pencegahan dan Kesiapsiagaan
1. Akses informasi berupa peta potensi rawan bencana, kajian risiko bencana, data relawan, data sarana dan prasarana kebencanaan wilayah;
2. Upaya pengurangan risiko bencana berupa sosialisasi kebencanaan, latihan gabungan kesiapsiagaan, dan kegiatan pengurangan risiko bencana lainnya.
B. Saat Tanggap Darurat: Respons Cepat Terpadu
1. Pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi korban terdampak bencana;
2. Pengerahan sumber daya dan logistik;
3. Penanganan pengungsi dan perlindungan kelompok rentan;
4. Pembangunan hunian sementara;
5. Pemenuhan dasar masyarakat terdampak bencana; dan
6. Pemulihan dan pembersihan lingkungan terdampak bencana.
C. Pasca-Bencana: Rehabilitasi dan Rekonstruksi
1. Pengkajian dan penghitungan kebutuhan pasca bencana;
2. Penyusunan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana; dan
3. Koordinasi Penanganan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana.
Kamis, 2 April 2026
KAJEN – Bertempat di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, jajaran pegawai BPBD melaksanakan Rapat Koordinasi Internal pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural serta staf.
Fokus Utama: Evaluasi Triwulan I
Agenda utama rapat ini adalah membedah capaian kinerja selama Triwulan I (Januari–Maret) Tahun 2026. Dalam laporannya, masing-masing bidang menyampaikan progres serapan anggaran, efektivitas penanganan kebencanaan di lapangan, serta kendala teknis yang dihadapi selama musim penghujan awal tahun.
"Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar berdampak pada masyarakat, terutama dalam hal kecepatan respons (response time) dan manajemen logistik saat terjadi kedaruratan," tegas pimpinan rapat.
Penyusunan Rencana Strategis 2026
Selain evaluasi, rapat juga membahas detail Rencana Kegiatan Tahun 2026. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain:
Penguatan Mitigasi: Peningkatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana).
Modernisasi Peralatan: Pengecekan dan pemeliharaan armada serta peralatan SAR untuk kesiapsiagaan sisa tahun.
Sinkronisasi Program: Memastikan setiap kegiatan berjalan selaras dengan target kinerja daerah dan tanggap terhadap perubahan iklim global.
Penutup
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan memiliki visi yang sama dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kebencanaan. Soliditas internal menjadi kunci utama agar Kabupaten Pekalongan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
BPBD Kabupaten Pekalongan: Tanggap, Tangkas, Tangguh
Rabu, 1 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan dengan menjadi narasumber dalam pelatihan mitigasi bencana bagi karyawan SPPG. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Dapur SPPG Pekalongan, Desa Dororejo, Kecamatan Doro.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyampaikan beberapa materi penting, di antaranya mitigasi bencana, penanganan kebakaran ringan, serta simulasi penanggulangan keadaan darurat. Materi disampaikan secara teori dan praktik guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Sebanyak 40 karyawan SPPG mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan terkait langkah-langkah awal dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran, yang dapat terjadi di lingkungan kerja.
Kegiatan ini didukung oleh personil BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Pandu G, Harnoyo, dan Subekti F, yang berperan sebagai narasumber sekaligus instruktur dalam pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas karyawan SPPG dalam menghadapi potensi bencana semakin meningkat. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Jumat, 27 Maret 2026
Pekalongan – Tanggul Sungai Bremi yang berada di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dilaporkan jebol pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya di bagian selatan, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Akibat tingginya debit air, tanggul tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Tirto.
Dampak dari kejadian tersebut, tanggul Sungai Bremi mengalami kerusakan dengan ukuran kurang lebih panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Selain itu, banjir turut merendam tiga desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo.
Di Desa Tegaldowo, tepatnya di Dusun Tegaldowo Wetan RT 06 hingga RT 10 RW 03, ketinggian air mencapai 0–10 cm di jalan dan 5–20 cm di permukiman. Sebanyak 335 rumah terdampak dengan total 448 kepala keluarga atau sekitar 1.550 jiwa. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, antara lain Masjid Al Ikhlas, TK Muslimat, MIS Tegaldowo, dan Mushola Istiqomah.
Sementara itu, di Desa Mulyorejo (Dusun Mbabatan RT 09 RW 03), banjir menggenangi jalan setinggi 15 cm dan permukiman sekitar 9 cm. Tercatat 20 rumah terdampak dengan 58 kepala keluarga. Fasilitas umum berupa mushola juga turut terdampak.
Adapun di Desa Karangjompo, Dukuh Dampyak, ketinggian air mencapai 10–25 cm di jalan dan 0–5 cm di area permukiman warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan assessment di lokasi, serta melaporkan kondisi kepada pimpinan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan.
Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan air di jalan dan permukiman dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, kebutuhan mendesak saat ini meliputi perbaikan tanggul yang jebol, penyediaan karung dan tanah urug, serta bantuan logistik bagi warga terdampak dan masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti.
Jumat, 27 Maret 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan kejadian pohon tumbang di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu (4/3/2026). Salah satu kejadian terjadi di Dukuh Klekor Kulon RT 07/RW 03, Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh warga bernama Supardi yang melaporkan adanya pohon tumbang akibat curah hujan lebat yang berlangsung cukup lama disertai angin puting beliung.
Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik warga bernama Bambang Budianto mengalami kerusakan sedang pada bagian atap karena tertimpa pohon. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp5 juta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, termasuk SAR Bumi Santri dan Bagana, serta unsur TNI/Polri. Tim gabungan kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian, dilanjutkan dengan proses penanganan dan pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi beberapa kendala, di antaranya kondisi atap rumah yang menggunakan bahan galvalum sehingga dikhawatirkan amblas saat proses evakuasi, serta pohon yang cukup rimbun dan jumlahnya lebih dari satu.
Dengan menggunakan berbagai peralatan seperti alat pelindung diri (APD), mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, sabit, serta tangga, proses penanganan akhirnya dapat diselesaikan sekitar pukul 22.30 WIB.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Pohon yang menimpa rumah warga berhasil dievakuasi dan situasi kembali kondusif. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana seperti pohon tumbang.
Kamis, 12 Maret 2026
Kamis, 2 April 2026, BPBD Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan edukatif dari TK ABA 3 Muhammadiyah Kajen. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh 31 anak didik dengan penuh antusias.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta diperkenalkan pada materi dasar mitigasi kebencanaan yang disampaikan secara ringan dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Selain pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan aktivitas bermain yang edukatif, salah satunya permainan flying fox yang memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memiliki pemahaman dasar mengenai kebencanaan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak usia dini.
Kamis, 2 April 2026
PEKALONGAN – Dalam upaya memperkuat resiliensi daerah terhadap ancaman bencana yang tidak mengenal batas administratif, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang melaksanakan kunjungan kerja resmi ke kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis (02/04/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penyusunan draft Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait penanggulangan bencana di wilayah perbatasan.
Semangat Kolaborasi dan Legalitas Kerjasama
Kunjungan ini didasari oleh kesadaran bahwa karakteristik geografis kedua kabupaten memiliki kemiripan, mulai dari ancaman banjir di wilayah pesisir hingga risiko tanah longsor di area pegunungan.
Perjanjian Kerjasama ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan landasan operasional agar koordinasi di lapangan terutama di titik-titik perbatasan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Dalam diskusi panel yang berlangsung hangat, kedua belah pihak menyepakati penguatan strategi pada tiga fase utama:
A. Pra-Bencana: Pencegahan dan Kesiapsiagaan
1. Akses informasi berupa peta potensi rawan bencana, kajian risiko bencana, data relawan, data sarana dan prasarana kebencanaan wilayah;
2. Upaya pengurangan risiko bencana berupa sosialisasi kebencanaan, latihan gabungan kesiapsiagaan, dan kegiatan pengurangan risiko bencana lainnya.
B. Saat Tanggap Darurat: Respons Cepat Terpadu
1. Pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi korban terdampak bencana;
2. Pengerahan sumber daya dan logistik;
3. Penanganan pengungsi dan perlindungan kelompok rentan;
4. Pembangunan hunian sementara;
5. Pemenuhan dasar masyarakat terdampak bencana; dan
6. Pemulihan dan pembersihan lingkungan terdampak bencana.
C. Pasca-Bencana: Rehabilitasi dan Rekonstruksi
1. Pengkajian dan penghitungan kebutuhan pasca bencana;
2. Penyusunan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana; dan
3. Koordinasi Penanganan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana.
Kamis, 2 April 2026
KAJEN – Bertempat di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, jajaran pegawai BPBD melaksanakan Rapat Koordinasi Internal pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural serta staf.
Fokus Utama: Evaluasi Triwulan I
Agenda utama rapat ini adalah membedah capaian kinerja selama Triwulan I (Januari–Maret) Tahun 2026. Dalam laporannya, masing-masing bidang menyampaikan progres serapan anggaran, efektivitas penanganan kebencanaan di lapangan, serta kendala teknis yang dihadapi selama musim penghujan awal tahun.
"Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar berdampak pada masyarakat, terutama dalam hal kecepatan respons (response time) dan manajemen logistik saat terjadi kedaruratan," tegas pimpinan rapat.
Penyusunan Rencana Strategis 2026
Selain evaluasi, rapat juga membahas detail Rencana Kegiatan Tahun 2026. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain:
Penguatan Mitigasi: Peningkatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana).
Modernisasi Peralatan: Pengecekan dan pemeliharaan armada serta peralatan SAR untuk kesiapsiagaan sisa tahun.
Sinkronisasi Program: Memastikan setiap kegiatan berjalan selaras dengan target kinerja daerah dan tanggap terhadap perubahan iklim global.
Penutup
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan memiliki visi yang sama dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kebencanaan. Soliditas internal menjadi kunci utama agar Kabupaten Pekalongan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
BPBD Kabupaten Pekalongan: Tanggap, Tangkas, Tangguh
Rabu, 1 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan dengan menjadi narasumber dalam pelatihan mitigasi bencana bagi karyawan SPPG. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Dapur SPPG Pekalongan, Desa Dororejo, Kecamatan Doro.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyampaikan beberapa materi penting, di antaranya mitigasi bencana, penanganan kebakaran ringan, serta simulasi penanggulangan keadaan darurat. Materi disampaikan secara teori dan praktik guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Sebanyak 40 karyawan SPPG mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan terkait langkah-langkah awal dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran, yang dapat terjadi di lingkungan kerja.
Kegiatan ini didukung oleh personil BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Pandu G, Harnoyo, dan Subekti F, yang berperan sebagai narasumber sekaligus instruktur dalam pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas karyawan SPPG dalam menghadapi potensi bencana semakin meningkat. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Jumat, 27 Maret 2026
Pekalongan – Tanggul Sungai Bremi yang berada di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dilaporkan jebol pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya di bagian selatan, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Akibat tingginya debit air, tanggul tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Tirto.
Dampak dari kejadian tersebut, tanggul Sungai Bremi mengalami kerusakan dengan ukuran kurang lebih panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Selain itu, banjir turut merendam tiga desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo.
Di Desa Tegaldowo, tepatnya di Dusun Tegaldowo Wetan RT 06 hingga RT 10 RW 03, ketinggian air mencapai 0–10 cm di jalan dan 5–20 cm di permukiman. Sebanyak 335 rumah terdampak dengan total 448 kepala keluarga atau sekitar 1.550 jiwa. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, antara lain Masjid Al Ikhlas, TK Muslimat, MIS Tegaldowo, dan Mushola Istiqomah.
Sementara itu, di Desa Mulyorejo (Dusun Mbabatan RT 09 RW 03), banjir menggenangi jalan setinggi 15 cm dan permukiman sekitar 9 cm. Tercatat 20 rumah terdampak dengan 58 kepala keluarga. Fasilitas umum berupa mushola juga turut terdampak.
Adapun di Desa Karangjompo, Dukuh Dampyak, ketinggian air mencapai 10–25 cm di jalan dan 0–5 cm di area permukiman warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan assessment di lokasi, serta melaporkan kondisi kepada pimpinan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan.
Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan air di jalan dan permukiman dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, kebutuhan mendesak saat ini meliputi perbaikan tanggul yang jebol, penyediaan karung dan tanah urug, serta bantuan logistik bagi warga terdampak dan masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti.
Jumat, 27 Maret 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan kejadian pohon tumbang di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu (4/3/2026). Salah satu kejadian terjadi di Dukuh Klekor Kulon RT 07/RW 03, Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh warga bernama Supardi yang melaporkan adanya pohon tumbang akibat curah hujan lebat yang berlangsung cukup lama disertai angin puting beliung.
Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik warga bernama Bambang Budianto mengalami kerusakan sedang pada bagian atap karena tertimpa pohon. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp5 juta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, termasuk SAR Bumi Santri dan Bagana, serta unsur TNI/Polri. Tim gabungan kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian, dilanjutkan dengan proses penanganan dan pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi beberapa kendala, di antaranya kondisi atap rumah yang menggunakan bahan galvalum sehingga dikhawatirkan amblas saat proses evakuasi, serta pohon yang cukup rimbun dan jumlahnya lebih dari satu.
Dengan menggunakan berbagai peralatan seperti alat pelindung diri (APD), mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, sabit, serta tangga, proses penanganan akhirnya dapat diselesaikan sekitar pukul 22.30 WIB.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Pohon yang menimpa rumah warga berhasil dievakuasi dan situasi kembali kondusif. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana seperti pohon tumbang.
Kamis, 12 Maret 2026