Admin
Selasa, 9 Juni 2026
Paninggaran, 9 Juni 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan Tim Tangguh Bencana Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, pada Selasa (09/06/2026) bertempat di PAUD Elit Desa Sawangan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 45 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta yang hadir terdiri dari Ketua RT/RW, bidan desa, Ketua SAR Kecamatan Paninggaran, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Desa Sawangan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi Manajemen Bencana, Pembentukan Struktur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Pembentukan Relawan Desa. Narasumber dan fasilitator kegiatan berasal dari BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Kartika Dewi Sulistiyorini, S.S., Yunus Kurniawan, S.KM., Fajar Anggoto Mukti, dan Nailussa ‘Adah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manajemen bencana sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait risiko bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana. Selanjutnya dilakukan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sawangan sebagai wadah koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Selain itu, dibentuk pula Relawan Desa yang akan menjadi garda terdepan dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana di lingkungan masyarakat. Struktur kepengurusan FPRB dan Relawan Desa yang telah terbentuk kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sawangan sebagai dasar legalitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Sawangan dapat semakin tangguh, siap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Pembentukan FPRB dan Relawan Desa juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang mampu mengelola risiko bencana secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.