Admin
Selasa, 19 Mei 2026
Senin, 18 Mei 2026 telah terjadi musibah laka air di Sungai Sengkarang, Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat korban bersama sejumlah temannya berenang di sekitar area jembatan gantung Sungai Sengkarang.
Korban diketahui bernama Irsal Dwi Pratama (18), warga Gorek Warulor RT 005/RW 003, Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya korban bersama teman-temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 15.30 WIB menuju Sungai Sengkarang untuk mandi dan berenang. Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, korban dan teman-temannya sempat diperingatkan oleh penjaga jembatan gantung karena kondisi sungai dinilai berbahaya. Namun, mereka kemudian berpindah lokasi ke sebelah selatan jembatan gantung dan tetap melanjutkan aktivitas berenang.
Sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama salah satu temannya berenang dari tepi barat menuju tepi timur sungai. Di tengah sungai korban diduga mengalami kelelahan dan meminta pertolongan kepada rekannya. Keduanya sempat mencapai tepi timur sungai, namun tiba-tiba tebing sungai mengalami longsor sehingga korban tenggelam. Rekan korban yang sudah kehabisan tenaga tidak mampu memberikan pertolongan lebih lanjut.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim SAR gabungan segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan dengan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU I menggunakan Perahu LCR Basarnas, SRU II menggunakan Perahu LCR SAR Bumi Santri, SRU III menggunakan perahu PMI, serta SRU IV menggunakan Perahu LCR BPBD Kabupaten Pekalongan. Selain itu, tim juga melakukan penyisiran di sisi timur dan barat sungai, pencarian hingga Jembatan Pencongan dengan radius sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian, serta penyelaman di bawah Jembatan Silirejo.
Setelah dilakukan operasi pencarian intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 13.40 WIB, berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi terakhir korban terlihat, di kedalaman sekitar 5 meter. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bendan untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur di antaranya BPBD Kabupaten Pekalongan, USS SAR Pemalang, Polsek Tirto, Koramil Tirto, PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, MDMC, Tagana, ORARI, LPBI NU Kabupaten Pekalongan, perangkat Desa Silirejo, UBALOKA, SAR Arvanat, SAR Kanzus, Elang Pendowo Rescue, Putra Samudra, Polairud Polda Jawa Tengah, Polairud Polres Pekalongan Kota, serta masyarakat setempat.