Karangdadap, Pekalongan – Minggu, 5 Januari 2025 — Upaya pencarian terhadap Bapak Rasmadi bin Wasi'un (57), warga Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Kupang, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari keempat pencarian, sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di wilayah Dukuh Kebondalem, Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap.
Kejadian bermula pada Kamis, 2 Januari 2025, sekitar pukul 11.30 WIB, ketika saksi bernama Bapak Amat (40), seorang pencari pasir asal Warungasem, melihat korban sedang mandi di sungai. Setelah istirahat dan kembali ke lokasi pada pukul 13.00 WIB, saksi tidak lagi menemukan korban, hanya menyisakan pakaian, sarung merah, tongkat, dan celana di tepi sungai. Setelah memastikan bahwa korban tidak kembali ke rumah, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa karena mencurigai korban hanyut akibat derasnya arus Sungai Kupang.
Penanganan dimulai sejak Minggu pagi, 5 Januari 2025, pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB. Tim gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam proses pencarian yang dipimpin oleh BPBD Kabupaten Pekalongan. Unsur yang terlibat dalam operasi ini berjumlah total 77 personel, yang terdiri dari BPBD, Polsek Karangdadap, Koramil Karangdadap, PMI, SAR Bumi Santri, Bagana, LPBI, Pemerintah Desa Pangkah, serta masyarakat dan relawan SAR lainnya.
Proses pencarian dilakukan melalui metode penyisiran sungai (susur sungai) menggunakan armada dan perlengkapan lengkap, seperti perahu LCA, pelampung, dayung, ring buoy, dan mopel Tohatsu. Posko dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi seperti radio dan kantong jenazah disiapkan untuk evakuasi.
Sekitar pukul 15.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Cuaca cerah berawan mendukung jalannya operasi SAR, yang berlangsung dengan lancar meskipun menghadapi tantangan kondisi arus sungai yang deras.
[Gambar] [Gambar]
Senin, 6 Januari 2025
SP4N Lapor
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia. SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementerian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.
Layanan SP4N-LAPOR! selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara sederhana, cepat, tepat dan terkoordinasi dengan baik, juga dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. Adapun Target Pengguna yaitu seluruh Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah, Masyarakat.
Sabtu, 21 Desember 2024. Jam 22.00 Wib Listrik di Kantor DPRD yang berlamat Jln. Alun Alun No. 02 Kajen padam dan Petugas jaga Kantor DPRD melihat ada Api di atap Kantor DPRD Kab. Pekalongan selanjutnya menghubungi Petugas Damkar Kab. Pekalongan, Selanjutnya Tim Gabungan yang terdiri dari Damkar, Polri, TNI, BPBD, PMI, dan Relawan Kebencanaan Kab. Pekalongan melakukan pemadaman api. Api dapat dipadamkan pada jam 23.30 WIB
Penyebab kebakaran belum diketahui ada dugaan sementara karena konsleting arus listrik diatas ruang Lobbi. Berdasarkan pemeriksaan awal, yang terbakar atap lobbi DPRD, atap ruang ketua dan wakil Ketua , Ruang Fraksi dan Atap Ruang TU Sekretariat DPRD.
tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini untuk kerugian masih dalam perhitungan.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Minggu, 22 Desember 2024
Rabu, 20 November 2024
Pekalongan, 30 April 2024 - Sebuah pohon besar tumbang menghalangi sebagian badan Jalan Raya Teuku Umar, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan pada Selasa (30/4) malam. Peristiwa ini sempat mengganggu lalu lintas di jalur tersebut.
Laporan pohon tumbang di lokasi itu diterima BPBD Kabupaten Pekalongan. Tak butuh waktu lama, pukul 21.30 WIB personel BPBD dan instansi terkait sudah bergerak menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di tempat, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Pekalongan dan Polres Setempat langsung melakukan penilaian situasi dan berkoordinasi untuk upaya penanganan.
"Pertama kami lakukan adalah memastikan keamanan lokasi. Setelah itu, proses pembersihan dan pemindahan batang pohon dari badan jalan segera dilakukan," jelas Kepala Satuan Tugas BPBD.
Berkat kekompakan tim gabungan, penanganan pohon tumbang ini dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Batang pohon berhasil disingkirkan ke pinggir jalan agar arus lalu lintas dapat kembali terbuka dan normal.
Kepala Satgas menyatakan upaya penanganan selesai dilakukan dan tim dinyatakan aman untuk kembali ke markas sekitar pukul 23.00 WIB setelah memastikan jalan benar-benar sudah steril.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau berlalu-lalang di bawah pohon besar saat kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat/angin kencang untuk mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan.
Demikianlah laporan penanganan pohon tumbang di Jalan Teuku Umar, Kajen oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Pekalongan dan Polres setempat. Situasi kini sudah dapat dikondisikan dengan baik.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, (tanggal hari ini) - Kejadian tanah longsor melanda salah satu rumah warga di Dukuh Wiyoro RT 008/004, Desa Garungwiyoro, Kabupaten Pekalongan. Tanah longsor tersebut menimpa bagian depan rumah milik Umar (43) sehingga mengakibatkan tiang-tiang bagian depan rumah menggantung.
Dalam insiden ini, satu keluarga besar yang menjadi penghuni rumah terdampak tanah longsor terdiri dari 9 orang, termasuk 1 balita, 2 anak usia sekolah dasar, 1 anak SMP, dan 5 orang dewasa.
Pihak Pemerintah Desa Garungwiyoro telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD Kabupaten Pekalongan dan mengharapkan bantuan logistik seperti konsumsi untuk warga yang akan melakukan kerja bakti dan keperluan lainnya.
"Keadaan cukup memprihatinkan di sana. Bagian depan rumah rawan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan penghuninya," ujar Kepala Desa Garungwiyoro dalam keterangan tertulis.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau warga agar waspada dan berhati-hati terutama pada musim hujan yang rawan terjadi tanah longsor seperti saat ini. Tim reaksi cepat dari BPBD maupun pihak terkait lainnya bersiap untuk dikerahkan melakukan penanganan darurat.
Untuk langkah antisipatif, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika dirasakan terdapat tanda-tanda tanah akan kembali longsor.
Demikianlah laporan awal terkait kejadian tanah longsor di Desa Garungwiyoro, Kabupaten Pekalongan. Perkembangan situasi masih terus dipantau dari sumber-sumber terkait.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, 16 April 2024 - Pencarian terhadap Ahmad Zakiz Zamani (32) warga Dukuh Gombong, Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi yang diduga tenggelam di Sungai Sragi Baru pada Minggu (14/4) malam akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua, Selasa (16/4). Sayangnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Proses pencarian oleh tim gabungan dari berbagai unsur dimulai kembali pukul 08.00 WIB dan berhasil menemukan jenazah korban sekitar pukul 10.07 WIB di perairan Sungai Sragi Baru, sekitar Desa Randumuktiwaren, berjarak kurang lebih 3 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Jenazah berhasil dievakuasi dari sungai pada pukul 10.23 WIB dan dibawa menuju Puskesmas Sragi II sekitar pukul 10.34 WIB. Namun karena tidak ada fasilitas pemulasaran jenazah di puskesmas tersebut, jenazah lantas dibawa ke Rumah Sakit Kraton.
Sebelumnya, laporan orang hilang diduga tenggelam di Sungai Sragi Baru, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong diterima pada Minggu (14/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi, korban sempat terlibat keributan dengan sekelompok pemuda lain usai menghadiri acara hiburan musik di desa setempat. HP korban pun ditemukan di pinggir sungai tak jauh dari lokasi acara.
Tim gabungan pencarian kemudian dikerahkan meliputi unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, SAR Bumi Santri, Bagana, Kokam Pekalongan, PMI Kabupaten dan Kota Pekalongan, Ubaloka, Orari, Pemerintah Desa Pantianom, dan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan turut berduka atas meninggalnya korban dan berterima kasih atas upaya semua pihak dalam pencarian kali ini.
Demikian laporan terkini yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, 17 Maret 2024 - Cuaca ekstrem dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya pada Minggu (17/3) sore menimbulkan kejadian pohon tumbang di Jalan Puri Raya, Kedungwuni Timur. Pohon yang roboh tersebut menghalangi sebagian akses jalan bagi kendaraan yang melintas.
Laporan kejadian ini diterima pihak BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 18.50 WIB dari Edi P, anggota Satgas PB. Hanya sekitar 15 menit kemudian, tepatnya 19.05 WIB, tim gabungan sudah bergerak menuju lokasi untuk melakukan penilaian situasi.
Upaya penanganan dimulai sekitar pukul 19.35 WIB dengan melakukan koordinasi bersama PLN dan relawan setempat. Evakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalan kemudian dilakukan untuk membuka kembali akses lalu lintas di Jalan Puri Raya.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, PMI Kabupaten Pekalongan, LPBI, PLN, pihak Kelurahan Kedungwuni Timur, serta warga setempat. Berkat upaya bersama, kondisi di lokasi kejadian dapat dikondisikan kembali sekitar pukul 19.51 WIB.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini. BPBD Kabupaten Pekalongan menghimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar pohon besar, terutama pada kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat untuk menghindari kejadian serupa.
Demikian laporan terkini dari kejadian pohon tumbang di Jalan Puri Raya, Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi pada musim penghujan seperti saat ini.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, 17 Maret 2024 - Hujan deras yang melanda Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (16/3) malam mengakibatkan tertumbangnya sebuah pohon besar di Jalan Raya Desa Wiroditan RT 11 RW 03, Kecamatan Bojong. Pohon tersebut menimpa jaringan listrik dan internet, serta melumpuhkan arus lalu lintas di jalur tersebut.
Laporan kejadian diterima pihak BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian, tepatnya pukul 21.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, Babinsa, Babinkamtibnas, PLN, relawan, ormas, dan warga segera bergerak melakukan upaya penanganan.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan penilaian situasi di lokasi kejadian. Setelah itu, kami mulai melakukan pemotongan pohon agar jalur lalu lintas dapat kembali terbuka dan normal," jelas Kepala Satuan Tugas BPBD Kabupaten Pekalongan.
Penanganan situasi akibat pohon tumbang ini berlangsung cukup lama, sekitar 13 jam lamanya hingga akhirnya dapat diselesaikan pada Minggu (17/3) pukul 10.45 WIB.
Nahas, dalam upaya penanganan tersebut, salah seorang petugas dari vendor PLN terjatuh dan mengalami luka sobek di pipi serta mengalami syok. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area di bawah pohon besar saat cuaca buruk untuk mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan.
Demikianlah laporan terkini dari kejadian pohon tumbang di Desa Wiroditan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Penanganan sementara masih terus dilakukan oleh tim gabungan terkait untuk mengatasi dampak kejadian.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, 16 Maret 2024 - Kebakaran melanda transportasi bus PO Margo Mulyo di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (16/3) dini hari. Tiga unit bus medium hangus dilalap si jago merah yang diduga berawal dari konsleting listrik pada salah satu bus.
Laporan kebakaran diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 04.25 WIB dari Abdul Malik, anggota Satgas PB BPBD setempat. Setelah menerima informasi, Pusdalops PB BPBD langsung menginstruksikan tim untuk melakukan penilaian dan penanganan di lokasi kejadian.
"Kronologinya, kebakaran bermula dari konsleting listrik pada bus bernopol G-7**8-OB milik PO Margo Mulyo. Api kemudian merembet dan melahap dua bus lainnya yang ada di dekatnya," jelas Kepala Satgas dalam keterangan tertulisnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Damkar Kabupaten Pekalongan, BPBD, PMI, Babinsa, Polri, SAR Bumi Santri, Elang Pendowo, LPBI NU, dan warga setempat bergerak melakukan upaya pemadaman api sekitar pukul 05.28 WIB. Berkat kerja sama semua pihak, kebakaran dapat dikendalikan dan situasi terkondisikan pada 05.58 WIB.
Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, tiga unit bus medium milik PO Margo Mulyo menjadi korban dan hangus terbakar. Kerugian material masih dalam perhitungan.
Pihak yang berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini demi mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Demikian laporan terkini yang dapat disampaikan terkait insiden kebakaran transportasi bus PO Margo Mulyo di wilayah Pekalongan.
Rabu, 29 Mei 2024