Pekalongan – Seorang warga lanjut usia, Ibu Sriamah (60), warga Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Pekalongan, yang dilaporkan hilang sejak Jumat, 7 Maret 2025, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu pagi, 8 Maret 2025.
Laporan hilangnya korban pertama kali diterima pada pukul 20.05 WIB oleh Kepala Desa Rogoselo. Berdasarkan keterangan saksi bernama Castono (50), Ibu Sriamah terakhir kali terlihat sedang berada di kebun dengan mengenakan baju berwarna merah.
Setelah menerima laporan, tim langsung merespons kejadian Berbagai langkah cepat dilakukan, mulai dari koordinasi dengan pimpinan dan pihak terkait, hingga persiapan peralatan dan perlengkapan
pencarian. korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat sekitar pukul 09.00 WIB di dekat Jembatan Sipare ± 200 meter ke Utara kiri / timur Jembatan. posisi terakhir korban terlihat di seberang sungai sebelah barat, jarak ditemukan survivor ± 1 Km dari titik terahir korban terlihat oleh saksi dan langsung dibawa ke RSUD Kraton Pekalongan.
[Gambar]
[Gambar]
Minggu, 9 Maret 2025
Pekalongan – Sebuah pohon tumbang menutup sebagian badan jalan di depan Kampus 1 SD Muhammadiyah Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 25 Februari 2025. Kejadian yang dilaporkan sekitar pukul 10.36 WIB ini langsung direspons cepat oleh BPBD Kabupaten Pekalongan, yang mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Menurut informasi dari pelapor, Zainul Ibad, pohon tumbang tersebut diakibatkan oleh kondisi pohon yang sudah lapuk, sehingga tidak mampu menahan beban dan roboh menutup jalur lalu lintas. Akibatnya, akses kendaraan sempat terganggu hingga tim dari PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan tiba di lokasi.
Petugas mulai melakukan penanganan pada pukul 10.50 WIB, dan situasi dinyatakan terkondisi aman serta jalan kembali bisa dilalui secara normal pada pukul 11.05 WIB.
Dalam kejadian ini, tidak dilaporkan adanya korban, kerusakan, maupun kerugian material. Proses evakuasi pohon tumbang berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Tim Satgas PB BPBD yang turun ke lapangan terdiri dari Fajar A.M, Sukismo S., dan M. Fajrul Falach, serta didukung oleh petugas Pusdalops, Muh. Zainudin. Penanganan turut dibantu oleh aparat dan relawan dari PMI Kabupaten Pekalongan, Polsek Kajen, serta warga masyarakat sekitar yang sigap mendukung proses evakuasi.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kondisi pohon tua di sekitar lingkungan, terutama saat cuaca ekstrem, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Rabu, 26 Februari 2025
Pekalongan – Kebakaran hebat melanda sebuah deretan ruko di Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu pagi, 22 Februari 2025. Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Laporan pertama diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 08.13 WIB dari seorang warga bernama Edi P. Tim segera merespons dalam waktu 15 menit dan langsung menuju lokasi. Penanganan di lapangan dimulai pukul 09.05 WIB dan berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 10.11 WIB.
Kebakaran terjadi di sebelah kantor Kepala Desa Pangkah, dan melalap sejumlah ruko milik warga. Lima pemilik usaha yang terdampak di antaranya adalah Slamet (45), Mugiri (55, pemilik warung mie ayam), Mugiri (60, pemilik bengkel), Safrudin (40, penjual makanan cepat saji), dan Sadli (60). Keseluruhan korban merupakan warga Desa Pangkah.
Meski tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta. Api berhasil dijinakkan berkat kerja sama cepat dan sigap dari tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI/POLRI,
[Gambar]
[Gambar]
Minggu, 23 Februari 2025
Pekalongan – Sebuah pohon tumbang menimpa sebagian ruas Jalan Raya Pantura Wiradesa, tepatnya di depan SDN 01 Pekuncen, pada Kamis pagi, 20 Februari 2025. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ini menyebabkan gangguan arus lalu lintas, meskipun tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.
Informasi awal diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 11.15 WIB dari pelapor, Agus Suharsanto. Pohon dengan dahan berukuran cukup besar patah dan menutup sebagian badan jalan, sehingga mengganggu aktivitas kendaraan di jalur utama tersebut.
BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons laporan tersebut. Tim bergerak ke lokasi pada pukul 11.50 WIB, dan proses penanganan pohon tumbang dimulai pada pukul 12.30 WIB. Situasi berhasil dikondisikan dan arus lalu lintas kembali normal pada pukul 13.30 WIB.
Dari hasil assessment di lapangan, tidak ditemukan adanya pengungsi, kerusakan bangunan, maupun kerugian material. Diduga, pohon tumbang disebabkan oleh kondisi pohon yang sudah lapuk dan tidak kuat menopang beban dahan.
Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan yang dikerahkan. Penanganan juga melibatkan unsur dari Dinas PU serta dukungan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat serta instansi terkait untuk melakukan pemangkasan atau pengecekan rutin terhadap pohon-pohon tua di sepanjang jalur padat, guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
[Gambar]
[Gambar]
Jumat, 21 Februari 2025
Pada hari Senin, 20 Januari 2025 pukul 18.15 WIB, wilayah Kabupaten Pekalongan dilanda hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir melanda beberapa desa, antara lain Desa Galang Pengampon (Wonopringgo), Desa Kedungpatangewu, Desa Paesan Lebak (Kedungwuni Barat), Desa Kranji (Kedungwuni Timur), dan Desa Pakis Putih Plutungan, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang hilang terbawa arus, dan kerugian material belum dapat dipastikan.
Menindaklanjuti bencana tersebut, atas perintah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, dilakukan kegiatan pembersihan pada hari Selasa, 28 Januari 2025. Laporan masuk pada pukul 08.00 WIB, dengan waktu respons pukul 08.20 WIB. Penanganan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga kondisi mulai terkendali pada pukul 17.15 WIB.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan akses jalan dan rumah warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah:
Tim gabungan kembali melakukan lanjutan pembersihan pada Kamis, 30 Januari 2025. Laporan diterima pukul 18.15 WIB, penanganan dimulai pukul 09.30 WIB dan situasi terkondisi pada pukul 15.30 WIB. Lokasi pembersihan mencakup:
Pembersihan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk:
Peralatan yang digunakan antara lain:
Alkon, sekop, truk tangki suplai air, karung material, dump truk, cangkul, linggis, dan tandon air.
Kendala di lapangan:
Terbatasnya sumber air, sulitnya akses ke lokasi terdampak, ketebalan lumpur yang ekstrem, serta keterbatasan jumlah personel.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana berjalan lancar dan menyeluruh.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Minggu, 2 Februari 2025
Pekalongan – Hujan lebat yang disertai angin kencang pada Kamis, 30 Januari 2025, menyebabkan beberapa pohon tumbang di sejumlah lokasi di Kabupaten Pekalongan, menutup akses jalan desa dan merusak infrastruktur penting seperti jaringan listrik PLN, lampu PJU, serta jaringan wifi dan telekomunikasi.
Laporan pertama diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 06.40 WIB. Tim segera merespons dan melakukan penanganan ke lokasi sekitar pukul 07.39 WIB. Tim gabungan dari BPBD dan relawan lainnya mulai menangani situasi dengan pembersihan pohon tumbang pada pukul 08.28 WIB. Proses penanganan berhasil diselesaikan, dan lalu lintas kembali lancar pada pukul 12.57 WIB.
Insiden ini terjadi pada beberapa titik di Jalan Raya Ade Irma Suryani, Dukuh Cokrah Galih Desa Dadirejo Barat, Jalan Raya Desa Sidorejo, Dukuh Tundanan, serta di Jalan Raya Karangdowo - Rengas Dukuh Kemoren. Pohon tumbang yang disebabkan oleh hujan deras dan angin kencang tersebut menutup akses jalan desa, merusak jaringan listrik PLN, satu unit lampu PJU, serta jaringan wifi dan telekomunikasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski begitu, kerusakan yang terjadi berdampak pada layanan publik dan infrastruktur komunikasi di kawasan tersebut. Tim penanganan dari BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur relawan lainnya, termasuk warga setempat, bekerja keras untuk membuka kembali akses jalan dan memperbaiki kerusakan yang ada.
PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan pada infrastruktur. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kejadian serupa untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat.
[Gambar]
Jumat, 31 Januari 2025
Pekalongan – Sebuah pohon tumbang menutup sebagian Jalan Raya Linggoasri menuju Kajen pada Sabtu, 25 Januari 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang, yang menyebabkan pohon besar roboh dan mengenai jaringan kabel listrik PLN.
Laporan kejadian diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 14.12 WIB, yang segera merespons dengan mengirimkan tim ke lokasi pada pukul 14.20 WIB. Tim penanganan langsung bekerja di lapangan dan mulai melakukan pembersihan serta penanganan pada pukul 14.30 WIB. Proses penanganan berhasil selesai dan situasi terkondisi aman pada pukul 14.47 WIB.
Berkat respons cepat petugas, tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan materiil yang dilaporkan. Selain itu, tidak ada kerugian yang ditimbulkan akibat insiden ini. Meski demikian, pohon yang tumbang sempat mengganggu jaringan listrik PLN, yang segera diatasi dengan koordinasi antara pihak BPBD dan PLN.
Upaya penanganan dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Pekalongan bersama warga sekitar. Setelah memastikan lalu lintas kembali lancar, petugas pun kembali ke markas BPBD.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, dan segera melaporkan kejadian serupa untuk penanganan yang lebih cepat.
[Gambar]
Senin, 27 Januari 2025
Pekalongan – Puluhan anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) tampak antusias saat mengikuti kegiatan outing class ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Kamis (tanggal kegiatan). Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini pentingnya penanggulangan bencana serta menumbuhkan kesadaran tanggap darurat pada anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak didampingi oleh guru dan orang tua. Mereka diajak berkeliling kantor BPBD serta diperkenalkan dengan berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan bencana, seperti mobil pemadam kebakaran, perahu karet, dan alat evakuasi darurat.
Petugas BPBD juga memberikan penjelasan secara sederhana dan interaktif mengenai jenis-jenis bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, serta langkah-langkah penyelamatan diri. Anak-anak tampak antusias saat mengikuti simulasi evakuasi dan mencoba menggunakan helm serta rompi keselamatan.
Kepala TK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak. Sementara itu, pihak BPBD mengapresiasi inisiatif ini karena dapat menjadi langkah awal dalam edukasi kebencanaan kepada masyarakat sejak usia dini.
Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dasar tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana.
[Gambar]
[Gambar]
Jumat, 17 Januari 2025
Pekalongan, Rabu (8/1/2025) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pencegahan kerusakan bantaran sungai, berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah melaksanakan kerja bakti pembersihan Sungai Sragi di sekitar Jembatan Glotak, Desa Blimbing Wuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini difokuskan pada pembersihan tumpukan sampah dan bambu yang menyangkut di tiang Jembatan Glotak. Penumpukan material ini telah menyebabkan gerusan pada bantaran sungai sebelah timur jembatan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi lingkungan sekitar.
Kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
Polsek Sragi sebanyak 3 personel,
Pemerintah Desa Blimbing Wuluh sebanyak 10 orang,
PSDA Group Pamali Comal sebanyak 80 orang,
Korpakla sebanyak 7 orang,
BPBD Kabupaten Pekalongan sebanyak 7 orang.
Sayangnya, kegiatan pembersihan harus dihentikan sementara karena keterbatasan alat yang tersedia dan masih banyaknya kiriman sampah dari hulu sungai. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa penanganan lanjutan akan dilakukan setelah koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
Kerja bakti ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan serta komitmen bersama dalam menanggulangi potensi bencana akibat sampah sungai.
[Gambar]
Kamis, 9 Januari 2025