Admin
Minggu, 2 Februari 2025
Pada hari Senin, 20 Januari 2025 pukul 18.15 WIB, wilayah Kabupaten Pekalongan dilanda hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir melanda beberapa desa, antara lain Desa Galang Pengampon (Wonopringgo), Desa Kedungpatangewu, Desa Paesan Lebak (Kedungwuni Barat), Desa Kranji (Kedungwuni Timur), dan Desa Pakis Putih Plutungan, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang hilang terbawa arus, dan kerugian material belum dapat dipastikan.
Menindaklanjuti bencana tersebut, atas perintah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, dilakukan kegiatan pembersihan pada hari Selasa, 28 Januari 2025. Laporan masuk pada pukul 08.00 WIB, dengan waktu respons pukul 08.20 WIB. Penanganan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga kondisi mulai terkendali pada pukul 17.15 WIB.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan akses jalan dan rumah warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah:
Tim gabungan kembali melakukan lanjutan pembersihan pada Kamis, 30 Januari 2025. Laporan diterima pukul 18.15 WIB, penanganan dimulai pukul 09.30 WIB dan situasi terkondisi pada pukul 15.30 WIB. Lokasi pembersihan mencakup:
Pembersihan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk:
Peralatan yang digunakan antara lain:
Alkon, sekop, truk tangki suplai air, karung material, dump truk, cangkul, linggis, dan tandon air.
Kendala di lapangan:
Terbatasnya sumber air, sulitnya akses ke lokasi terdampak, ketebalan lumpur yang ekstrem, serta keterbatasan jumlah personel.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana berjalan lancar dan menyeluruh.