KAJEN = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada atap rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Kejadian pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Karangdadap, di antaranya di Jalan Kabupaten Karangdadap–Doro, Desa Kedungkebo, serta di Dukuh Depok RT 02/RW 01, Desa Kaligawe. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan terganggunya akses dan fungsi jalan serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 07.20 WIB dari Edi Priyanto selaku Satgas BPBD. Setelah menerima laporan, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respons pada pukul 08.35 WIB dan mulai melakukan penanganan di lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur terkait, antara lain TNI, Polri, PLN, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, MDMC, Tagana, pemerintah desa setempat, serta masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi asesmen kondisi di lapangan, pengamanan lokasi, serta pembersihan material pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Dampak kerusakan rumah warga tercatat di Desa Karangrejo dan Desa Kaligawe. Di Desa Karangrejo, rumah milik Ibu Fina tertimpa pohon mahoni (1 KK, 1 jiwa), rumah Bapak Sodokin mengalami kerusakan pada panel surya (1 KK, 3 jiwa), serta rumah Bapak Kusnari tertimpa pohon mangga (1 KK, 2 jiwa). Sementara itu, di Desa Kaligawe, rumah Bapak Khodik (38) terdampak dengan 1 KK berjumlah 4 jiwa termasuk anak-anak dan balita, rumah Bapak Nurali (52) dengan 1 KK 4 jiwa, serta rumah Bapak Tarmidi (60) dengan 1 KK 2 jiwa.
Selama proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta pohon tumbang yang mengenai kabel telekomunikasi. Meski demikian, berkat koordinasi lintas sektor dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, kegiatan penanganan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 16.43 WIB. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material masih dalam tahap penghitungan. Kebutuhan lanjutan yang diperlukan saat ini adalah penanganan dan perbaikan rumah warga yang terdampak.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kejadian kebencanaan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026
Kajen = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang serta mengakibatkan kerusakan atap rumah warga, baik ringan maupun berat, khususnya di wilayah Kecamatan Kesesi.
Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di area Pasar Hewan Kesesi. Pohon tumbang tersebut menimpa sebuah ruko milik Bapak Sigit sehingga mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian warga sekitar. Kejadian ini dilaporkan oleh Sekretaris Desa Kesesi kepada BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons pada pukul 17.15 WIB. Tim langsung menuju lokasi kejadian dan mulai melakukan penanganan pada pukul 17.23 WIB. Proses penanganan meliputi asesmen dampak, koordinasi lintas unsur, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa bangunan dan area sekitar.
Dalam pelaksanaan penanganan, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, Perkim, staf Kecamatan Kesesi, Pemerintah Desa Kesesi, serta masyarakat setempat. Penanganan sempat terkendala kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta posisi pohon yang menimpa atap ruko, namun dapat diatasi dengan kerja sama seluruh unsur di lapangan.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain Alat Pelindung Diri (APD), mobil operasional Suzuki Carry dan Toyota Innova, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit. Kegiatan penanganan melibatkan personel BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Harnoyo (driver), Z. Ibad (rescuer), Sarwono (rescuer), dan Puji P (Pusdalops).
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 18.43 WIB. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam proses penghitungan. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kejadian darurat kebencanaan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026
PEKALONGAN – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1/2026) sore. Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut mengakibatkan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, serta terganggunya akses jalan di beberapa kecamatan.
Berdasarkan laporan warga yang diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.18 WIB, dampak cuaca ekstrem terjadi di lima kecamatan, yakni Kesesi, Bojong, Karangdadap, Doro, dan Sragi. Sejumlah titik terdampak antara lain Desa Karangrejo, Karyomukti, Watupayung, kawasan SMK NU Kesesi, area parkir RSUD Kesesi, Dusun Bukur 1 Desa Bukur, hingga ruas jalan utama penghubung antarwilayah.
Sekitar 30 menit hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menutup badan jalan. Bahkan, tiang listrik dilaporkan roboh dan menimpa ruas jalan antara Desa Karangrejo dan Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi. Selain itu, atap bangunan sekolah SMK NU Kesesi serta beberapa bangunan dengan rangka baja ringan mengalami kerusakan.
Di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, sedikitnya 14 rumah warga dilaporkan terdampak. Kerusakan yang terjadi meliputi atap rumah roboh, genting berjatuhan, kanopi dan garasi ambruk akibat terpaan angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama TNI, Polri, PLN, relawan kebencanaan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat segera melakukan penanganan. Tim gabungan mulai merespons pada pukul 16.48 WIB dan melakukan penanganan sejak pukul 17.33 WIB hingga selesai sekitar pukul 23.50 WIB. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi pohon tumbang, pembersihan material di jalan, serta pengamanan lokasi terdampak.
Dalam proses penanganan, petugas sempat menghadapi kendala berupa minimnya penerangan jalan dan kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, secara umum situasi dapat dikendalikan dan akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, kerugian materil masih dalam tahap pendataan. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta memangkas pohon-pohon besar yang berisiko tumbang di sekitar permukiman.
Sabtu, 10 Januari 2026
Kabupaten Pekalongan – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Pekalongan akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Banjir dipicu oleh rob besar yang sebelumnya melanda wilayah Kecamatan Tirto pada Selasa, 6 Januari 2026. Tekanan air laut menyebabkan tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih sembilan meter, sehingga air masuk ke kawasan permukiman warga dan menggenangi sejumlah desa di sekitarnya.
Di Desa Jeruksari, banjir merendam wilayah Dusun Sebakung dan Kranding, tepatnya di RT 1, 2, dan 3 RW 6 serta RT 1, 2, 3, dan 4 RW 2. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Akibat kejadian ini, sebanyak 200 rumah terdampak, dengan total 250 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa merasakan dampaknya. Hingga saat ini belum dilaporkan adanya warga yang mengungsi.
Sekretaris Desa Jeruksari menyampaikan bahwa banjir mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hingga pagi hari. Meski demikian, kondisi masih dapat dikendalikan dan warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Sebagai upaya penanganan darurat, warga setempat bersama aparat TNI, Polri, BPBD, PSDA Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta relawan melakukan gotong royong untuk membuat tanggul darurat guna menutup bagian tanggul Sungai Bremi yang jebol. Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah juga telah menyalurkan bantuan berupa karung, tanah, sasak bambu, serta kayu dolken untuk mempercepat proses penanganan.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan pasang air laut yang masih berpotensi tinggi.
Rabu, 7 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 kepada 11 orang pegawai. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula BPBD Kabupaten Pekalongan, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Penyerahan SK diawali dengan pelaksanaan apel pagi, kemudian dilanjutkan dengan acara resmi di Aula BPBD. SK PPPK Paruh Waktu diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., serta disaksikan oleh Sekretaris BPBD, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, dan seluruh ASN BPBD Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD menegaskan bahwa status kepegawaian sebagai PPPK Paruh Waktu merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa masa perjanjian kerja selama satu tahun harus dibarengi dengan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang jelas dan terukur, karena hal tersebut akan menjadi dasar evaluasi serta pertimbangan perpanjangan kontrak ke depan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan. Bupati berpesan agar seluruh PPPK Paruh Waktu dapat bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dengan penyerahan SK ini, diharapkan para PPPK Paruh Waktu dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kinerja BPBD Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 23 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait berhasil menangani kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jalan Raya Wonopringgo–Karanganyar, tepatnya di depan Yonif 407, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh Serda M. Ihsan dari TNI Yonif 407 pada pukul 12.01 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon cepat dengan berkoordinasi bersama relawan lintas unsur, TNI/Polri, serta stakeholder terkait. Tim tiba di lokasi dan mulai melakukan penanganan pada pukul 12.18 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon randu yang sudah lapuk dan keropos pada bagian akar roboh dan menimpa beberapa bangunan warung di sekitar lokasi, serta mengakibatkan terganggunya akses dan fungsi jalan raya. Proses penanganan meliputi pembersihan material pohon tumbang, pengamanan area, dan normalisasi jalur lalu lintas. Penanganan selesai pada pukul 14.00 WIB, dan jalan kembali dapat dilalui dengan aman.
Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa warung kontrak tanah milik TNI AD. Dua kios mengalami rusak parah, yakni warung es batu kristal dan warung es degan/kelapa muda milik Bapak Anam (46 tahun) dan Ibu Mukholisah (43 tahun). Selain itu, warung mie ayam milik Bapak Munawar (57 tahun) mengalami rusak sedang pada bagian atap dan sisi kanan bangunan. Kerusakan juga terjadi pada kios batu taman dan bak mandi milik Bapak Thohir (50 tahun), dengan sekitar 15 unit bak mandi pecah. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam tahap penaksiran.
Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, DPU TARU, PLN, Kecamatan Wonopringgo, Pemerintah Desa Rowokembu, PMI, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi APD, mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, dan alat potong lainnya.
Hingga situasi terkini, pohon tumbang telah berhasil ditangani sepenuhnya dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta kondusif. Kebutuhan lanjutan yang diperlukan adalah penanganan terhadap warung-warung yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Selasa, 16 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melalui Satgas Penanggulangan Bencana (PB) melakukan penanganan cepat terhadap kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jalan Ki Ageng Giring, Dukuh Kajen Kidul, Kelurahan Kajen, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 07.21 WIB.
Kejadian dipicu oleh tumbangnya pohon waru yang sudah lapuk atau keropos, sehingga menutup sebagian badan jalan dan mengganggu fungsi lalu lintas di jalur tersebut. Laporan pertama diterima dari anggota Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan, M. Abdul Malik, tepat pada pukul 07.21 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons dan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur, TNI/Polri, PMI, serta masyarakat sekitar. Tim bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan proses pembersihan material pohon yang tumbang.
Penanganan dimulai pada pukul 07.36 WIB dengan menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, tali dadung, sabit/ar it, serta dilengkapi APD. Proses pembersihan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan pada pukul 08.07 WIB pohon berhasil dipotong serta dibersihkan dari badan jalan.
Personel BPBD yang terlibat dalam penanganan ini antara lain Ahmad Nurfaizi (Komandan Regu/Driver), Sarwono (Rescuer), dan Hidayat (Pusdalops), dengan dukungan unsur TNI, Polri, PMI, dan masyarakat setempat.
Saat ini kondisi di lokasi sudah kembali normal dan arus lalu lintas di Jalan Ki Ageng Giring dapat dilalui dengan aman. Tidak ada kebutuhan tambahan dalam penanganan kejadian ini.
Jumat, 12 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melalui Satgas Penanggulangan Bencana (PB) melakukan evakuasi terhadap penemuan jenazah di wilayah Dukuh Boyomati, Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, pada Sabtu (06/12/2025). Laporan pertama diterima pada pukul 16.18 WIB dari anggota Polsek Sragi yang menemukan keberadaan jenazah di area rawa-rawa.
Menerima laporan tersebut, tim piket Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan Polri, PMI Kabupaten Pekalongan, dan SAR Bumi Santri. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta proses evakuasi.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan situasi dan memastikan jalur evakuasi aman. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 17.10 WIB dan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pada pukul 17.30 WIB jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan untuk proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut. Identitas jenazah hingga saat ini masih belum diketahui.
Dalam operasi ini, BPBD Kabupaten Pekalongan mengerahkan personel yang terdiri dari Adi Pamungkas (Komandan Regu/Driver), M. Abdul Malik (Rescuer), Sabar Wahyudi (Rescuer), dan Zainul Ibad (Pusdalops). Peralatan yang digunakan meliputi APD lengkap serta satu unit mobil operasional Suzuki Carry.
Situasi di lokasi kejadian kini telah terkendali, dan proses penanganan selanjutnya berada di bawah kewenangan pihak kepolisian dan rumah sakit. BPBD Kabupaten Pekalongan akan terus melakukan koordinasi terkait perkembangan hasil identifikasi jenazah
Minggu, 7 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana yang digelar pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Aula Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Karanganyar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat desa.
Dalam kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan juga bertindak sebagai narasumber dengan menghadirkan pemateri:
Kartika Dewi S., S.S.
Yunus Kurniawan, S.KM.
Subekti F.
Pandu G.
Harnoyo
Para peserta mendapatkan beberapa materi penting terkait kebencanaan, meliputi:
Manajemen Bencana
Mitigasi Bencana
Penanganan Kebakaran Ringan
Simulasi Penanganan Darurat
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya, sekaligus mendorong peran aktif warga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Banjarejo semakin memahami langkah-langkah mitigasi dan siap bertindak cepat serta tepat ketika terjadi situasi darurat.
Rabu, 3 Desember 2025