Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Siwalan pada Jumat malam, 16 Januari 2026, mengakibatkan terjadinya banjir di Dukuh Tugurejo RT 01 dan 02 RW 02, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Peristiwa banjir tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan menggenangi permukiman warga.
hujan deras yang berlangsung secara terus-menerus menyebabkan air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 30 cm. Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD pada pukul 01.59 WIB dari Kepala Dusun Tugurejo, Bapak Suwandi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon cepat pada pukul 02.19 WIB. Tim Satgas Penanggulangan Bencana bersama relawan dari berbagai unsur bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak, serta koordinasi penanganan di lapangan. Proses penanganan dimulai pukul 02.47 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 05.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 90 Kepala Keluarga atau 285 jiwa terdampak banjir, dengan rincian kelompok rentan terdiri dari 11 lansia dan 4 bayi. Selain itu, terdapat 15 Kepala Keluarga atau 68 jiwa yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi terdiri dari 49 perempuan dan 19 laki-laki dengan berbagai kelompok usia, mulai dari lansia hingga balita. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara itu, kerugian materiil tercatat berupa terendamnya 3 mushola dan 1 bangunan TPQ.
Dalam pelaksanaan penanganan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi malam hari yang gelap serta cuaca dingin. Namun demikian, proses evakuasi berjalan dengan lancar dan seluruh warga terdampak berhasil dievakuasi ke lokasi yang aman.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif. BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan. Adapun kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi makanan dan minuman, alas tidur, selimut, tikar, minuman hangat, perlengkapan bayi seperti pampers, obat-obatan, perlengkapan mandi, minyak telon, kayu putih, serta pembalut wanita.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi serta segera melaporkan apabila ditemukan kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Sabtu, 17 Januari 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan logistik kepada korban bencana tanah longsor dan kebakaran rumah yang terjadi di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa tanah longsor terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan. Longsoran tanah menutup akses jalan Desa Harjosari dan mengakibatkan terputusnya jalur penghubung antar desa, yaitu Desa Harjosari, Desa Sawangan, dan Desa Larikan, yang berlokasi di Dukuh Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro.
Sementara itu, kejadian kebakaran rumah terjadi pada Jum’at, 16 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB di Dukuh Sawangan Timur, Desa Sawangan, Kecamatan Doro. Kebakaran menghanguskan rumah milik Bapak Eri. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, api diketahui sudah membesar saat beliau sedang berada di masjid untuk bersih-bersih persiapan sholat Jum’at. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ± Rp50.000.000, dengan korban jiwa nihil.
Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada Jum’at, 16 Januari 2026 pukul 07.57 WIB, yang dilaporkan oleh Ibu Kartika selaku Kabid PK BPBD Kabupaten Pekalongan. Tim Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon pada pukul 08.55 WIB dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, menyalurkan bantuan logistik, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan.
Bantuan logistik yang disalurkan kepada korban kebakaran di Desa Sawangan meliputi terpal, tikar, mie instan, beras, minyak goreng, gula pasir, teh celup, roti kering, serta satu box family kit. Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti warga di Desa Sawangan dan penanganan tanah longsor di Desa Harjosari berupa bahan makanan dan air mineral.
Hingga saat ini, situasi di lokasi bencana dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat bersama unsur terkait masih melaksanakan kerja bakti untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor di Desa Harjosari. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain penanganan dan perbaikan rumah terdampak kebakaran serta penanganan lanjutan tanah longsor.
Jumat, 16 Januari 2026
BPBD KABUPATEN PEKALONGAN-Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jl. Raya Bodren, Dukuh Ntak-Ntak RT 09/RW 03, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis dini hari, 15 Januari 2026, sekitar pukul 00.25 WIB. Pohon tumbang tersebut menimpa kabel jaringan PLN serta menutup sebagian akses jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas warga.
Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 00.29 WIB dari warga setempat, Khoiriyah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan relawan lintas unsur serta pihak PLN untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Tim tiba di lokasi dan mulai melakukan asesmen serta pembersihan material pohon tumbang pada pukul 01.31 WIB dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 02.30 WIB dan berjalan dengan aman meskipun sempat terkendala oleh kondisi pohon yang menimpa kabel jaringan listrik PLN.
Berkat kerja sama antara BPBD Kabupaten Pekalongan, PLN, PMI, SAR Bumi Santri, Bagana, MDMC, serta masyarakat sekitar, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan akses Jalan Raya Bodren kembali dapat dilalui dengan aman. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang dan bencana hidrometeorologi lainnya, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Kamis, 15 Januari 2026
KAJEN - Hujan deras dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu sore, 14 Januari 2026, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, dan Jalan Raya Doro–Petungkriyono, Kecamatan Petungkriyono.
Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Longsoran tanah berasal dari tebing di pinggir jalan yang tidak mampu menahan debit air hujan yang tinggi dan berlangsung secara terus-menerus sejak sore hari. Di ruas Jalan Karanganyar–Lebakbarang, material longsoran memiliki panjang kurang lebih 7 meter dengan ketinggian antara 20 hingga 150 sentimeter. Sementara itu, longsor di Jalan Doro–Petungkriyono terjadi akibat kondisi tanah yang jenuh air.
Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 18.08 WIB dari Anggota Relawan PMI atas nama Nurhuda Asyilin serta Edi Priyanto selaku Satgas BPBD. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan bersama relawan dari berbagai unsur segera melakukan koordinasi dan persiapan peralatan, kemudian bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 20.08 WIB.
Setibanya di lokasi, tim Satgas Penanggulangan Bencana melakukan asesmen lapangan dan penanganan dengan membersihkan material tanah longsor yang menutup badan jalan. Proses penanganan dimulai pada pukul 20.45 WIB dan selesai pada pukul 21.47 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan bencana.
Akibat kejadian tersebut, akses Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang sempat tertutup total oleh material longsor sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian ini. Namun, proses penanganan sempat terkendala oleh hujan yang masih turun serta kondisi cuaca yang gelap.
Kondisi mutakhir menunjukkan bahwa Jalan Karanganyar–Lebakbarang sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, meskipun masih terdapat sisa akar pohon besar yang menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, akses Jalan Doro–Petungkriyono sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Pekalongan melibatkan unsur PERKIM, Perhutani, PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, MDMC, Ubaloka, serta masyarakat sekitar. Personel yang terlibat antara lain Fajar AM selaku pengemudi, Subekti F dan Adi Pamungkas sebagai rescuer, serta Muh. Efendi dari Pusdalops BPBD, dengan dukungan peralatan seperti APD, mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, sabit, sekop, dan cangkul.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
Rabu, 14 Januari 2026
Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan kejadian pohon tumbang di Dukuh Pacar Barat, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Pohon tumbang tersebut menimpa rumah milik Bapak Abdul Fatah pada bagian halaman belakang rumah.
Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Pekalongan dari relawan PMI, Saudara Nurhuda Asyilin. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur dan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta penanganan.
Proses penanganan dilakukan dengan mempersiapkan peralatan pendukung dan melaksanakan pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Kegiatan penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. Penanganan dapat diselesaikan dengan aman dan lancar.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik Bapak Abdul Fatah mengalami kerusakan ringan pada bagian halaman belakang. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materi masih dalam tahap pendataan dan taksiran.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif. Pohon tumbang berhasil ditangani oleh Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama relawan dan dibantu warga sekitar. Tidak terdapat kebutuhan tambahan pascakejadian.
Rabu, 14 Januari 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait berhasil menangani kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jl. Paesan Utara, Podo Lor, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.03 WIB akibat angin kencang. Pohon tidak mampu menahan terpaan angin sehingga dahannya patah dan menimpa kabel jaringan listrik PLN serta menutup akses jalan. Laporan pertama diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 15.07 WIB dari Babinsa Kelurahan Kedungwuni Barat, Pak Sugeng.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon pada pukul 15.16 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen, berkoordinasi dengan relawan lintas unsur serta pihak PLN, dan melaksanakan pembersihan material pohon tumbang. Proses penanganan dimulai pukul 15.40 WIB dan selesai pada pukul 16.51 WIB.
Akibat kejadian ini, akses dan fungsi Jalan Paesan Utara sempat terganggu. Namun demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Kendala utama dalam penanganan adalah posisi pohon yang menimpa kabel jaringan PLN sehingga diperlukan koordinasi khusus dengan pihak terkait.
Penanganan dilakukan dengan menggunakan peralatan pendukung berupa APD, mobil operasional, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit. Personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ahmad Nurfaizi selaku driver, M. Abdul Malik sebagai rescuer, dan Hidayat dari Pusdalops.
Kegiatan penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, PLN, Perkim, SAR Bumi Santri, LPBI NU, serta masyarakat setempat.
Saat ini situasi di lokasi kejadian telah kembali normal. Pohon tumbang berhasil ditangani dan jalan sudah dapat dilalui dengan aman oleh pengguna jalan. Tidak terdapat kebutuhan tambahan pascakejadian.
Selasa, 13 Januari 2026
BPBD KABUPATEN PEKALONGAN - Selasa, 13 Januari 2026. Bapak M. Yulian Akbar S.Sos, M.Si selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan memberikan arahan langsung saat apel pagi di Halaman BPBD Kabupaten Pekalongan. Apel pagi diikuti oleh Kalaksa BPBD Bapak Agus Pranoto, SH, MH., Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Staff dan Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan.
Beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
💪 Siaga, waspada, dan saling mengingatkan!
Selasa, 13 Januari 2026
KAJEN = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada atap rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Kejadian pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Karangdadap, di antaranya di Jalan Kabupaten Karangdadap–Doro, Desa Kedungkebo, serta di Dukuh Depok RT 02/RW 01, Desa Kaligawe. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan terganggunya akses dan fungsi jalan serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 07.20 WIB dari Edi Priyanto selaku Satgas BPBD. Setelah menerima laporan, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respons pada pukul 08.35 WIB dan mulai melakukan penanganan di lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur terkait, antara lain TNI, Polri, PLN, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, MDMC, Tagana, pemerintah desa setempat, serta masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi asesmen kondisi di lapangan, pengamanan lokasi, serta pembersihan material pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Dampak kerusakan rumah warga tercatat di Desa Karangrejo dan Desa Kaligawe. Di Desa Karangrejo, rumah milik Ibu Fina tertimpa pohon mahoni (1 KK, 1 jiwa), rumah Bapak Sodokin mengalami kerusakan pada panel surya (1 KK, 3 jiwa), serta rumah Bapak Kusnari tertimpa pohon mangga (1 KK, 2 jiwa). Sementara itu, di Desa Kaligawe, rumah Bapak Khodik (38) terdampak dengan 1 KK berjumlah 4 jiwa termasuk anak-anak dan balita, rumah Bapak Nurali (52) dengan 1 KK 4 jiwa, serta rumah Bapak Tarmidi (60) dengan 1 KK 2 jiwa.
Selama proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta pohon tumbang yang mengenai kabel telekomunikasi. Meski demikian, berkat koordinasi lintas sektor dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, kegiatan penanganan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 16.43 WIB. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material masih dalam tahap penghitungan. Kebutuhan lanjutan yang diperlukan saat ini adalah penanganan dan perbaikan rumah warga yang terdampak.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kejadian kebencanaan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026
Kajen = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang serta mengakibatkan kerusakan atap rumah warga, baik ringan maupun berat, khususnya di wilayah Kecamatan Kesesi.
Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di area Pasar Hewan Kesesi. Pohon tumbang tersebut menimpa sebuah ruko milik Bapak Sigit sehingga mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian warga sekitar. Kejadian ini dilaporkan oleh Sekretaris Desa Kesesi kepada BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons pada pukul 17.15 WIB. Tim langsung menuju lokasi kejadian dan mulai melakukan penanganan pada pukul 17.23 WIB. Proses penanganan meliputi asesmen dampak, koordinasi lintas unsur, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa bangunan dan area sekitar.
Dalam pelaksanaan penanganan, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, Perkim, staf Kecamatan Kesesi, Pemerintah Desa Kesesi, serta masyarakat setempat. Penanganan sempat terkendala kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta posisi pohon yang menimpa atap ruko, namun dapat diatasi dengan kerja sama seluruh unsur di lapangan.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain Alat Pelindung Diri (APD), mobil operasional Suzuki Carry dan Toyota Innova, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit. Kegiatan penanganan melibatkan personel BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Harnoyo (driver), Z. Ibad (rescuer), Sarwono (rescuer), dan Puji P (Pusdalops).
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 18.43 WIB. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam proses penghitungan. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kejadian darurat kebencanaan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026