Kajen – Sebuah pohon tumbang terjadi di area Stadion Widya Manggala Krida, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 06.15 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat.
Laporan kejadian disampaikan oleh Bapak Umar, pegawai Dinporapar Kabupaten Pekalongan, pada pukul 10.08 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan melalui Satgas Penanggulangan Bencana melakukan respon pada Kamis (20/11/2025) pukul 11.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan penanganan di lapangan pada pukul 12.25 WIB. Proses penanganan selesai pada pukul 15.49 WIB.
Setelah menerima informasi, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinporapar. Satgas PB kemudian bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan lengkap, melakukan asesmen, mengambil tindakan penanganan, serta melakukan pembersihan material pohon tumbang. Seluruh langkah penanganan turut dilaporkan kepada pimpinan BPBD sebagai bagian dari prosedur.
Penanganan sempat mengalami kendala akibat ukuran pohon yang cukup besar sehingga memerlukan waktu dan tenaga tambahan untuk proses pemotongan serta pembersihan. Meski demikian, upaya bersama tim BPBD dan pihak terkait berhasil menuntaskan penanganan secara tuntas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun aktivitas masyarakat dan pengguna fasilitas stadion sempat terganggu akibat material pohon yang menutup sebagian area. Pada kondisi mutakhir, pohon tumbang berhasil ditangani dan situasi telah kembali normal. Tidak ada kebutuhan tambahan dalam proses penanganan.
Kamis, 20 November 2025
Adapun peralatan yang digunakan meliputi APD, mobil operasional Suzuki Carry, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arite. Personil Satgas PB yang terlibat yaitu Adi Pamungkas (Driver/Komandan Regu), M. Abdul Malik (Rescuer), Edi Priyanto (Rescuer), dan Zainul Ibad (Pusdalops). Penanganan juga melibatkan unsur BPBD Kabupaten Pekalongan dan Dinporapar Kabupaten Pekalongan.
Sumber informasi diperoleh dari Bapak Umar selaku pelapor.
Banjarnegara – Tim BPBD Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam BKO Opsar Banjarnegara melaporkan perkembangan terbaru operasi pencarian korban longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, pada Rabu (19/11/2025) pukul 21.50 WIB. Operasi ini memasuki hari ke-4 sejak kejadian longsor besar yang terjadi pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa longsor tersebut menimbun sejumlah rumah dan mengakibatkan puluhan warga diduga masih berada di bawah material tebing yang runtuh. Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan melaporkan dari Posko Lapang Kecamatan Pandanarum bahwa upaya pencarian terus dilakukan secara intensif.
Pada sektor A, tim menduga terdapat tiga rumah yang tertimbun dengan perkiraan potensi korban sebanyak 17 orang. Penanganan di sektor ini dipimpin oleh Danru Handika dari Basarnas, dengan pengawasan keselamatan oleh Safety Officer Basarnas.
Berbagai metode pencarian telah diaktifkan, antara lain:
Dari hasil pencarian hari ini, tim berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia atas nama Ny. Tuwi (50), warga Situkung RT 3 RW 3. Namun, operasi SAR sempat dihentikan sementara karena hujan yang turun di lokasi.
Hingga laporan terakhir:
Cuaca di lokasi dilaporkan bervariasi, dari cerah hingga hujan, yang menjadi salah satu tantangan utama tim SAR.
Operasi pencarian menghadapi beberapa hambatan, antara lain:
Sebanyak ratusan personel dikerahkan, terdiri dari:
Adapun alut dan palsar yang digunakan meliputi rescue car, truk personel, peralatan ekstrikasi dan evakuasi longsor, HART, perangkat komunikasi, serta excavator.
Tim yang ditugaskan dalam operasi ini terdiri dari:
Rabu, 19 November 2025
Tanah longsor yang terjadi di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 16.00 WIB, mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga. Hingga saat ini, sejumlah warga masih diperkirakan tertimbun material longsor sehingga upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.
Sebagai bentuk respon cepat terhadap kejadian tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan diterjunkan untuk memperkuat operasi pencarian (OPSAR) di lokasi kejadian. Rombongan personil berangkat dari kantor BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 09.30 WIB, dipimpin langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik Bapak Suci Mardiko, S.H., serta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bapak Ismail, S.T.. Keberangkatan tim dilepas oleh Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Pekalongan Bapak Farid Abdul Khakim S., S.T.P., M.M.
Setibanya di Posko Lapangan yang berlokasi di area kantor Kecamatan Pandanarum pada pukul 12.15 WIB, personil BPBD Kabupaten Pekalongan langsung bergabung secara teknis dengan tim gabungan OPSAR Banjarnegara. Penugasan personil tersebut turut mengacu pada Surat Perintah Plt Kalaksa Nomor 800.1.11.1/768/XI/2025 untuk mendukung percepatan penanganan darurat bencana tanah longsor.
Selain pengerahan personil, BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak sebagai bentuk dukungan kemanusiaan serta upaya meringankan beban masyarakat akibat bencana yang terjadi.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen memberikan dukungan penuh dan siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya penanganan bencana di wilayah Jawa Tengah.
Rabu, 19 November 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan Latihan Mandiri Peningkatan Kapasitas Satgas dengan materi Vertical Rescue pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat pada sesi latihan rutin Satgas mulai pukul 08.00–12.00 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 personil Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan dan dipimpin langsung oleh jajaran pejabat teknis, yaitu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Suci Mardiko, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kartika Dewi Sulistiyorini, serta didampingi oleh anggota Satgas Sabar Wahyudi selaku instruktur lapangan.
Pelaksanaan latihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, ketangkasan, serta profesionalisme personil Satgas dalam menjalankan tugas penanganan bencana, khususnya operasi penyelamatan pada medan vertikal. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pendalaman materi terkait penggunaan peralatan vertical rescue, teknik pergerakan aman di ketinggian, serta prosedur evakuasi korban sesuai standar keselamatan.
Selain praktik teknik dasar, dilakukan pula simulasi penanganan kecelakaan jatuh di sumur, sebagai salah satu skenario operasi penyelamatan yang kerap membutuhkan kemampuan manuver vertikal. Simulasi ini dirancang untuk memastikan kesiapsiagaan personil saat menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Dengan terlaksananya latihan ini, personil Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan kini semakin kompeten dan profesional dalam menjalankan operasi penyelamatan di medan vertikal. BPBD berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus berkelanjutan guna memperkuat kemampuan Satgas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Senin, 17 November 2025
Kajen – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (15/11/2025) pukul 19.56 WIB menyebabkan sebuah pohon milik warga roboh dan menimpa jaringan listrik serta salah satu rumah warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi.
Peristiwa ini baru dilaporkan oleh warga bernama Bapak Marno pada keesokan harinya, Minggu (16/11/2025) pukul 09.44 WIB. Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Pekalongan langsung merespon pada pukul 10.22 WIB dan mengerahkan Satgas Penanggulangan Bencana menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi pada pukul 10.44 WIB, tim melakukan asesmen dan mendapati bahwa pohon milik Bapak Siret tumbang melintang di jalan serta menimpa kabel jaringan PLN dan rumah milik Ibu Hartati. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Relawan dari berbagai unsur, PLN, serta unsur terkait lainnya. Satgas PB BPBD menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, tali, serta perlengkapan keselamatan untuk melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang. Penanganan selesai pada pukul 11.16 WIB.
Tim BPBD yang terlibat dalam penanganan ini terdiri dari:
Pelaksanaan penanganan sempat mengalami kendala karena pohon yang tumbang mengenai kabel jaringan listrik PLN dan posisinya melintang di jalan akibat tertahan pohon lain di sekitarnya. Selain itu, akses jalan Desa Sidomulyo juga terganggu, serta listrik di sekitar lokasi padam akibat kabel terdampak.
Setelah proses pembersihan selesai, kondisi di lapangan telah dinyatakan aman. Jalan kembali dapat dilalui dan jaringan listrik mulai ditangani oleh pihak PLN. BPBD Kabupaten Pekalongan bersama relawan dan stakeholder terkait memastikan situasi telah terkendali dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan.
Senin, 17 November 2025
Kajen, 16 Oktober 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan melalui kunjungan belajar dari dua lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Pada Rabu, 15 Oktober 2025, BPBD Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan dari Kelompok Bermain (KB) Annisa Pekajangan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik dikenalkan dengan materi penanggulangan bencana serta mengikuti kegiatan bermain perahu dan flying fox yang bertujuan melatih keberanian dan kerja sama sambil belajar tentang keselamatan.
Selanjutnya, pada Kamis, 16 Oktober 2025, BPBD juga menerima kunjungan dari SDIT Mutiara Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan belajar ini mengusung materi pencegahan kebencanaan dan penyelamatan korban. Para siswa mendapatkan pengetahuan dasar mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana serta cara membantu korban secara aman.
Melalui kegiatan kunjungan belajar ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana sejak usia dini, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan instansi kebencanaan di daerah.
Kamis, 16 Oktober 2025
Kajen 9 Oktober 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesiapan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi bencana di musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Pekalongan Tahun 2025, bertempat di Lapangan belakang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 400 personil yang berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, OPD, camat se-Kabupaten Pekalongan, serta organisasi relawan kebencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini.
“Kesiapsiagaan tidak hanya berarti menunggu datangnya bencana, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri lebih awal. Bukan hanya tentang tersedianya sumber daya, baik manusia maupun sarana prasarananya, tetapi pembekalan pengetahuan dan kesadaran akan risiko bencana kepada masyarakat juga menjadi hal yang sangat penting guna mengurangi dampak bencana alam tersebut,” ujarnya dalam sambutan.
Melalui momentum apel tersebut, Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dengan lebih aman, tangguh, dan penuh kesiapsiagaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Kajari Pekalongan, Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, para Asisten Sekda, Kepala OPD se-Kabupaten Pekalongan, Plt. Kalak BPBD, Camat se-Kabupaten Pekalongan, serta organisasi relawan kebencanaan.
Kegiatan apel berlangsung dengan khidmat, lancar, dan tanpa kendala, menandai komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 9 Oktober 2025
Kajen – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dan pemerintah desa melaksanakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Paninggaran pada 25–26 September 2025.
Destana adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi, menghadapi, dan memulihkan diri dari ancaman bencana. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa agar lebih siap siaga, mengurangi risiko, serta mampu bangkit kembali setelah terjadi bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Eduwisata Kalipaingan ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Tiga desa yang terlibat dalam program Destana kali ini adalah Desa Domiyang, Desa Tenogo, dan Desa Bedagung.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan penguatan kapasitas melalui materi dan pelatihan terkait pengurangan risiko bencana. Acara ditutup dengan simulasi penanganan bencana tanah longsor, yang menjadi salah satu ancaman utama di wilayah Paninggaran.
Melalui program ini, diharapkan desa-desa tersebut dapat menjadi mandiri, tangguh, serta mampu melakukan langkah cepat dan tepat dalam menghadapi potensi bencana. Destana juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan ketangguhan desa.
Senin, 29 September 2025
Kajen – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 12.45 WIB, mengakibatkan puluhan pohon pinus tumbang dan menimpa sejumlah rumah warga serta bangunan sekolah.
Peristiwa tersebut dilaporkan pertama kali oleh Kepala Desa Kasimpar, Purwo Subehi (48), yang menginformasikan adanya pohon tumbang di Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar, dan Dukuh Dranan, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono. Pohon-pohon yang tumbang menimpa atap rumah warga serta SD Negeri Kasimpar, bahkan menutup akses jalan raya Doro–Petungkriyono.
Tim gabungan dari Polsek Petungkriyono, Koramil, BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI, BAGANA, KSB Petungkriyono, serta Perhutani segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Dengan bantuan warga setempat, mereka melakukan evakuasi, pembersihan, dan penyingkiran pohon-pohon yang menutup jalan. Sekitar pukul 17.00 WIB, arus lalu lintas kembali normal dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, diperkirakan lebih dari 100 pohon pinus milik KPH Perhutani Pekalongan Timur BKPH Doro tumbang akibat terpaan angin kencang. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut menimbulkan kerugian materiil hingga sekitar Rp100 juta.
Adapun beberapa rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan, antara lain:
Rumah milik Khamidun (40), warga Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar.
Rumah milik Ratyo (47), warga Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar.
Rumah milik Ruminii (51), warga Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar.
Bangunan bengkel milik Warnaan (60), warga Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar.
Warung sembako milik Bu Ning (42), warga Dukuh Cokrowati, Desa Kasimpar.
Rumah milik Daryono (59), warga Dukuh Dranan, Desa Yosorejo.
Atap-atap rumah dan bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon pinus yang tumbang.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 September 2025