Admin
Rabu, 7 Januari 2026
Kabupaten Pekalongan – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Pekalongan akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Banjir dipicu oleh rob besar yang sebelumnya melanda wilayah Kecamatan Tirto pada Selasa, 6 Januari 2026. Tekanan air laut menyebabkan tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih sembilan meter, sehingga air masuk ke kawasan permukiman warga dan menggenangi sejumlah desa di sekitarnya.
Di Desa Jeruksari, banjir merendam wilayah Dusun Sebakung dan Kranding, tepatnya di RT 1, 2, dan 3 RW 6 serta RT 1, 2, 3, dan 4 RW 2. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Akibat kejadian ini, sebanyak 200 rumah terdampak, dengan total 250 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa merasakan dampaknya. Hingga saat ini belum dilaporkan adanya warga yang mengungsi.
Sekretaris Desa Jeruksari menyampaikan bahwa banjir mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hingga pagi hari. Meski demikian, kondisi masih dapat dikendalikan dan warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Sebagai upaya penanganan darurat, warga setempat bersama aparat TNI, Polri, BPBD, PSDA Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta relawan melakukan gotong royong untuk membuat tanggul darurat guna menutup bagian tanggul Sungai Bremi yang jebol. Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah juga telah menyalurkan bantuan berupa karung, tanah, sasak bambu, serta kayu dolken untuk mempercepat proses penanganan.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan pasang air laut yang masih berpotensi tinggi.