Masih mengalirny bantuan logistik dari masyarakat utk warga terdampak banjir di Kecamatan Tirto, Siwalan dan Wonokerto sangatlah berarti. Hal itu menjadi penambah semangat bagi personil BPBD Kabupaten Pekalongan utk menyalurkan bantuan itu kepada para pengungsi dan warga terdampak banjir. Dalam 1 hari, Posko Lapangan Wiradesa melakukan penyaluran minimal ke 3 titik pengungsi atau dapur umum. Selain logistik, BPBD melalui Posko Lapangan jg memberikan bantuan karung untuk penanganan tanggul yang limpas atau bocor.
BPBD mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh masyarakat, baik atas nama pribadi maupun atas nama lembaga/institusi.
Dukungan yang diberikan menjadi wujud kepedulian dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya penanganan bencana.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, dapat disalurkan melalui Posko Induk BPBD Kabupaten Pekalongan atau Pos Lapangan Eks Kecamatan Wiradesa.
Minggu, 1 Februari 2026
Memasuki hari ke-16 penanganan banjir di Kabupaten Pekalongan bagian utara, genangan mungkin masih tersisa, namun solidaritas dan kepedulian terus mengalir. Bantuan berupa logistik, bahan pangan, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi harapan bagi warga terdampak. Setiap bantuan yang sampai di tangan warga adalah simbol harapan bahwa mereka tidak sendiri.
Tim gabungan BPBD Kabupaten Pekalongan , Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bergerak ke titik pengungsian dan dapur umum, memastikan kebutuhan harian terpenuhi dan dapur umum berjalan. Bukan hanya kebutuhan pangan yang menjadi satu-satunya perhatian, pemenuhan akan kebutuhan layanan kesehatan juga menjadi prioritas. Penanganan warga yang sakit dilakukan setiap hari.
BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan bantuan dari berbagai pihak, antara lain MGMP PAI SMP Kabupaten Pekalongan, para relawan beserta tim BPBD Kabupaten Banjarnegara atas bantuan sayur-mayur, dan Bea Cukai Tegal. Kepedulian dari masyarakat, lembaga, dan instansi ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas masih kuat ditengah bencana
Minggu, 1 Februari 2026
Kabupaten Pekalongan – Telah terjadi kejadian pohon tumbang pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB, yang berlokasi di Dukuh Wuluh RT/RW 03/01, Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.
Laporan kejadian diterima pada pukul 21.41 WIB dari Pandu G (Satgas BPBD). Pohon tumbang tersebut disebabkan oleh hujan yang disertai angin, sehingga mengakibatkan pohon menimpa atap rumah milik Bapak Dodo dan menyebabkan kerusakan ringan pada bagian atap.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, Polri, serta unsur terkait lainnya. Petugas melakukan asesmen di lokasi, pengamanan area, dan pembersihan material pohon tumbang, kemudian melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Dalam pelaksanaan penanganan, tidak terdapat kendala di lapangan. Dampak kejadian berupa kerusakan ringan pada atap rumah, dengan tidak adanya korban jiwa maupun kerugian materiil.
Peralatan yang digunakan meliputi APD (Alat Pelindung Diri), mobil operasional (Mobil Carry), gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit. Penanganan melibatkan personel Ahmad Nurfaizi (Driver/Komandan Regu), M. Abdul Malik (Rescuer), Sarwono (Rescuer), dan Hidayat (Pusdalops).
Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Pekalongan, Polri, PMI Kabupaten Pekalongan, BAGANA, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan kondisi mutakhir, Alhamdulillah pohon yang menimpa rumah Bapak Dodo telah berhasil ditangani dan situasi dinyatakan aman dan kondusif.
Senin, 26 Januari 2026
Kabupaten Pekalongan – Telah terjadi kejadian pohon tumbang pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, yang berlokasi di Jalan Raya Wonopringgo, Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
Laporan kejadian diterima pada pukul 22.01 WIB dari Pandu G (Satgas BPBD). Pohon tumbang tersebut disebabkan oleh hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan akses jalan tertutup total dan mengganggu arus lalu lintas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, TNI/Polri, serta unsur terkait lainnya. Petugas melakukan asesmen di lokasi, pengamanan area, serta pembersihan material pohon tumbang yang menutup badan jalan, kemudian melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Dalam proses penanganan, kendala yang dihadapi berupa kondisi hujan lebat yang masih berlangsung. Dampak kejadian ini menyebabkan jalan tertutup sementara, namun tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
Adapun peralatan yang digunakan dalam penanganan antara lain APD (Alat Pelindung Diri), mobil operasional (Mobil Carry), gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit. Penanganan melibatkan personel Ahmad Nurfaizi (Driver/Komandan Regu), M. Abdul Malik (Rescuer), Sarwono (Rescuer), dan Hidayat (Pusdalops).
Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI/Polri, PLN, PMI Kabupaten Pekalongan, BAGANA, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan kondisi mutakhir, Alhamdulillah saat ini jalan telah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Senin, 26 Januari 2026
Di tengah kondisi banjir yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Pekalongan, BPBD Kabupaten Pekalongan terus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan dropping air bersih untuk mendukung operasional dapur umum dan posko pengungsian.
Dropping air bersih ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian, baik untuk konsumsi, kebersihan, maupun kelancaran proses pengolahan makanan bagi warga terdampak banjir. Ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan serta keberlangsungan layanan dapur umum di lapangan.
Pada kesempatan ini, dropping air bersih dilakukan di Dapur Umum PT Sukun dan Pos Lapangan Wiradesa. BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan di lapangan dan melakukan langkah-langkah respons cepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan kepada warga terdampak banjir dapat berjalan optimal, serta sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan seluruh pihak terkait terus terjaga dalam upaya penanggulangan bencana.
Minggu, 25 Januari 2026
Minggu, 25 Januari 2026 — Personel BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan evakuasi warga yang berada di Dukuh Pulosari, Desa Karangjompo, sebagai langkah respons cepat untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi banjir yang masih berlangsung.
Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Warga yang dievakuasi selanjutnya dipindahkan ke lokasi pengungsian yang berada di kontrakan di Kelurahan Pekuncen. Sebelum dievakuasi, warga diimbau untuk membawa barang-barang berharga serta kebutuhan penting yang diperlukan selama berada di tempat pengungsian.
Pada kegiatan evakuasi yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan mengevakuasi sejumlah warga Dukuh Pulosari, Desa Karangjompo, dengan data sebagai berikut:
Zaenuri (56 tahun)
Siti Fatimah (51 tahun)
Husni Mubarok (28 tahun)
Tria Amrina Rosyada (21 tahun)
Kur’rota A’yuni (31 tahun)
Slamet Nasrul (34 tahun)
Yasmin Adzkiya
Mumtazah (7 tahun)
Muhammad Nafi Maulana (3 tahun)
Ayesha Aghnia Humaira (1,5 tahun)
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah lanjutan guna memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar warga terdampak bencana tetap terpenuhi.
Minggu, 25 Januari 2026
Kajen, 22 Januari 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan bantuan berupa logistik makanan maupun nonmakanan bagi warga terdampak banjir di wilayah utara Kabupaten Pekalongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa bantuan yang diterima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang hingga saat ini masih terdampak bencana banjir. BPBD berkomitmen untuk mengelola seluruh bantuan secara transparan dan mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan para warga terdampak di lapangan.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, komunitas, maupun pihak swasta yang tergerak untuk membantu saudara-saudara yang masih membutuhkan uluran tangan akibat bencana banjir ini.
Adapun penyerahan bantuan dapat dilakukan di Posko Penanganan Darurat Bencana yang berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan serta Posko Lapangan Penanganan Darurat Bencana yang berada di wilayah eks Kecamatan Wiradesa.
BPBD berharap sinergi dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat terus terjaga guna mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 22 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan penyaluran bantuan logistik ke sejumlah lokasi terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat serta dukungan terhadap kebutuhan masyarakat dan kegiatan kebencanaan di lapangan.
Penyerahan bantuan logistik dilakukan untuk mendukung kerja bakti penanganan tanggul jebol di wilayah Pesanggrahan Pecakaran. Selain itu, BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan logistik bagi korban bencana angin puting beliung di Desa Pekiringan Alit sebagai bentuk respon cepat terhadap kejadian bencana.
Penyaluran bantuan logistik juga dilakukan ke Pos Wiradesa Desa Sijambe. Selanjutnya, BPBD mengirimkan logistik bagi para pengungsi di wilayah Dupantek guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
Pengiriman bantuan logistik turut dilaksanakan ke Desa Tegaldowo dan Desa Samborejo. BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan bantuan logistik ke Pos Pengungsian SMP Negeri 3 Tirto di Desa Karangjompo untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Selain penyaluran ke pos pengungsian, BPBD mengirimkan logistik untuk mendukung operasional dapur mandiri yang berada di rumah Hj. Agus Sirot di Samborejo. Bantuan logistik juga disalurkan untuk para pengungsi serta dapur mandiri di Musholla Al Mubarok.
Melalui penyaluran bantuan logistik ini, BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam penanganan bencana, memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, serta mendukung kelancaran upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 21 Januari 2026
Pekalongan – Dalam rangka koordinasi dan kesiapsiagaan penanganan bencana banjir, telah dilaksanakan apel pagi pada Selasa, 21 Januari 2025 bertempat di Pos Lapangan Wiradesa. Apel pagi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pada apel tersebut disampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang hari, meliputi distribusi logistik ke sejumlah titik pengungsian dan dapur umum, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, serta assessment ke wilayah terdampak banjir, termasuk pengecekan ketinggian air banjir di beberapa lokasi.
Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI, SAR Bumi Santri, Polri, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Banser. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
Melalui apel pagi ini, seluruh personel diingatkan untuk tetap menjaga koordinasi, keselamatan, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pos Lapangan Wiradesa terus berfungsi sebagai pusat koordinasi guna memastikan seluruh kegiatan penanganan banjir berjalan efektif dan tepat sasaran.
Rabu, 21 Januari 2026