Di tengah kondisi banjir yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Pekalongan, BPBD Kabupaten Pekalongan terus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan dropping air bersih untuk mendukung operasional dapur umum dan posko pengungsian.
Dropping air bersih ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian, baik untuk konsumsi, kebersihan, maupun kelancaran proses pengolahan makanan bagi warga terdampak banjir. Ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan serta keberlangsungan layanan dapur umum di lapangan.
Pada kesempatan ini, dropping air bersih dilakukan di Dapur Umum PT Sukun dan Pos Lapangan Wiradesa. BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan di lapangan dan melakukan langkah-langkah respons cepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan kepada warga terdampak banjir dapat berjalan optimal, serta sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan seluruh pihak terkait terus terjaga dalam upaya penanggulangan bencana.
Minggu, 25 Januari 2026
Minggu, 25 Januari 2026 — Personel BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan evakuasi warga yang berada di Dukuh Pulosari, Desa Karangjompo, sebagai langkah respons cepat untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi banjir yang masih berlangsung.
Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Warga yang dievakuasi selanjutnya dipindahkan ke lokasi pengungsian yang berada di kontrakan di Kelurahan Pekuncen. Sebelum dievakuasi, warga diimbau untuk membawa barang-barang berharga serta kebutuhan penting yang diperlukan selama berada di tempat pengungsian.
Pada kegiatan evakuasi yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan mengevakuasi sejumlah warga Dukuh Pulosari, Desa Karangjompo, dengan data sebagai berikut:
Zaenuri (56 tahun)
Siti Fatimah (51 tahun)
Husni Mubarok (28 tahun)
Tria Amrina Rosyada (21 tahun)
Kur’rota A’yuni (31 tahun)
Slamet Nasrul (34 tahun)
Yasmin Adzkiya
Mumtazah (7 tahun)
Muhammad Nafi Maulana (3 tahun)
Ayesha Aghnia Humaira (1,5 tahun)
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah lanjutan guna memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar warga terdampak bencana tetap terpenuhi.
Minggu, 25 Januari 2026
Kajen, 22 Januari 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan bantuan berupa logistik makanan maupun nonmakanan bagi warga terdampak banjir di wilayah utara Kabupaten Pekalongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa bantuan yang diterima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang hingga saat ini masih terdampak bencana banjir. BPBD berkomitmen untuk mengelola seluruh bantuan secara transparan dan mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan para warga terdampak di lapangan.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, komunitas, maupun pihak swasta yang tergerak untuk membantu saudara-saudara yang masih membutuhkan uluran tangan akibat bencana banjir ini.
Adapun penyerahan bantuan dapat dilakukan di Posko Penanganan Darurat Bencana yang berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan serta Posko Lapangan Penanganan Darurat Bencana yang berada di wilayah eks Kecamatan Wiradesa.
BPBD berharap sinergi dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat terus terjaga guna mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 22 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan penyaluran bantuan logistik ke sejumlah lokasi terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat serta dukungan terhadap kebutuhan masyarakat dan kegiatan kebencanaan di lapangan.
Penyerahan bantuan logistik dilakukan untuk mendukung kerja bakti penanganan tanggul jebol di wilayah Pesanggrahan Pecakaran. Selain itu, BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan logistik bagi korban bencana angin puting beliung di Desa Pekiringan Alit sebagai bentuk respon cepat terhadap kejadian bencana.
Penyaluran bantuan logistik juga dilakukan ke Pos Wiradesa Desa Sijambe. Selanjutnya, BPBD mengirimkan logistik bagi para pengungsi di wilayah Dupantek guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
Pengiriman bantuan logistik turut dilaksanakan ke Desa Tegaldowo dan Desa Samborejo. BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan bantuan logistik ke Pos Pengungsian SMP Negeri 3 Tirto di Desa Karangjompo untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Selain penyaluran ke pos pengungsian, BPBD mengirimkan logistik untuk mendukung operasional dapur mandiri yang berada di rumah Hj. Agus Sirot di Samborejo. Bantuan logistik juga disalurkan untuk para pengungsi serta dapur mandiri di Musholla Al Mubarok.
Melalui penyaluran bantuan logistik ini, BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam penanganan bencana, memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, serta mendukung kelancaran upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 21 Januari 2026
Pekalongan – Dalam rangka koordinasi dan kesiapsiagaan penanganan bencana banjir, telah dilaksanakan apel pagi pada Selasa, 21 Januari 2025 bertempat di Pos Lapangan Wiradesa. Apel pagi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pada apel tersebut disampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang hari, meliputi distribusi logistik ke sejumlah titik pengungsian dan dapur umum, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, serta assessment ke wilayah terdampak banjir, termasuk pengecekan ketinggian air banjir di beberapa lokasi.
Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI, SAR Bumi Santri, Polri, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Banser. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
Melalui apel pagi ini, seluruh personel diingatkan untuk tetap menjaga koordinasi, keselamatan, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pos Lapangan Wiradesa terus berfungsi sebagai pusat koordinasi guna memastikan seluruh kegiatan penanganan banjir berjalan efektif dan tepat sasaran.
Rabu, 21 Januari 2026
Lebakbarang – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang mengakibatkan tanah longsor di Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa malam (20/01/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga setempat pada pukul 22.05 WIB, dan langsung direspon oleh petugas gabungan sepuluh menit kemudian. Longsor terjadi di tiga titik, disertai pohon tumbang di tebing pinggir jalan. Material longsoran memiliki ketebalan sekitar 0,5 hingga 1 meter, dengan panjang mencapai 4 hingga 9 meter dan tinggi material sekitar 40 hingga 100 sentimeter, sehingga menutup badan jalan.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan assessment dan penanganan. Petugas melakukan pembersihan material longsor menggunakan peralatan manual, serta berkoordinasi dengan relawan dan instansi terkait guna percepatan penanganan.
akses Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang sempat tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Hingga situasi terkini, jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena sebagian material longsoran masih menutup badan jalan.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Kendala utama di lapangan adalah kondisi hujan lebat yang masih mengguyur wilayah sekitar lokasi kejadian. Untuk penanganan lanjutan, dibutuhkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsoran yang tersisa.
Penanganan tanah longsor ini melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Pekalongan, Polsek Karanganyar, Perhutani, Perkim, DPU, LPBI NU, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Selasa, 20 Januari 2026
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada Selasa malam (20/1/2026) menyebabkan Sungai Sengkarang meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan segera melakukan assessment banjir di beberapa lokasi terdampak.
Kejadian banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Laporan diterima BPBD pada waktu yang sama dan ditindaklanjuti dengan respon cepat pada pukul 21.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, tim BPBD bersama Satgas Penanggulangan Bencana bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan assessment dampak bencana.
Adapun lokasi terdampak banjir meliputi Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, serta Dukuh Barisan, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Luapan air sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
Di Dukuh Kranji, genangan air mencapai ketinggian sekitar 60–70 cm, sementara di Perumahan Galangpengampon genangan tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 80–100 cm. Meski demikian, berdasarkan hasil assessment sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur. Satgas Penanggulangan Bencana menyiapkan peralatan, melakukan pengamatan kondisi lapangan, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan langkah lanjutan.
Kendala yang dihadapi di lapangan antara lain genangan air yang menghambat pergerakan personel serta kondisi cuaca yang masih hujan dengan intensitas sedang. Namun, berdasarkan pantauan terakhir, genangan air mulai berangsur surut pada pukul 22.45 WIB dengan ketinggian berkisar 50–60 cm, seiring menurunnya intensitas hujan.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.
Selasa, 20 Januari 2026
Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq, S.E., M.M bersama BPBD Kabupaten Pekalongan, dan pihak terkait lainnya turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir pada Senin, 19 Januari 2026, sekaligus menyalurkan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pengungsian di wilayah Kecamatan Tirto serta Dapur Umum Dinas Sosial untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh warga yang terdampak.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Pekalongan terhadap kondisi para pengungsi, sekaligus memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan dengan baik
BPBD juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
Bersama, kita kuat menghadapi bencana.
Senin, 19 Januari 2026
Pekalongan - Senin, 19 Januari 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah Bapak Taj Yasin Maimoen didampingi Wakil Bupati Pekalongan Bapak Sukirman turun langsung meninjau Dapur Umum Kabupaten Pekalongan di Kantor Sukun dan Pos Pengungsian di Masjid Dupantex Kec Tirto. Genangan air yang merendam permukiman warga telah mengganggu aktivitas sehari-hari, menimbulkan kerusakan lingkungan, serta membuat masyarakat harus bertahan dalam kondisi serba terbatas. Kehadiran pimpinan daerah di tengah warga menjadi bentuk perhatian sekaligus penguatan moril bagi masyarakat yang terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Taj Yasin Maimoen didampingi Bapak Sukirman tidak hanya meninjau kondisi lapangan, tetapi juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir sebagai upaya meringankan beban masyarakat. Peninjauan dan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Dinas PMD Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim LH, BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan,
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpeluang ekstrem. Warga diharapkan menjaga keselamatan diri dan keluarga, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi dan melewati bencana banjir di Kabupaten Pekalongaan.
Senin, 19 Januari 2026