KAJEN - Hujan deras dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu sore, 14 Januari 2026, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, dan Jalan Raya Doro–Petungkriyono, Kecamatan Petungkriyono.
Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Longsoran tanah berasal dari tebing di pinggir jalan yang tidak mampu menahan debit air hujan yang tinggi dan berlangsung secara terus-menerus sejak sore hari. Di ruas Jalan Karanganyar–Lebakbarang, material longsoran memiliki panjang kurang lebih 7 meter dengan ketinggian antara 20 hingga 150 sentimeter. Sementara itu, longsor di Jalan Doro–Petungkriyono terjadi akibat kondisi tanah yang jenuh air.
Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 18.08 WIB dari Anggota Relawan PMI atas nama Nurhuda Asyilin serta Edi Priyanto selaku Satgas BPBD. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan bersama relawan dari berbagai unsur segera melakukan koordinasi dan persiapan peralatan, kemudian bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 20.08 WIB.
Setibanya di lokasi, tim Satgas Penanggulangan Bencana melakukan asesmen lapangan dan penanganan dengan membersihkan material tanah longsor yang menutup badan jalan. Proses penanganan dimulai pada pukul 20.45 WIB dan selesai pada pukul 21.47 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan bencana.
Akibat kejadian tersebut, akses Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang sempat tertutup total oleh material longsor sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian ini. Namun, proses penanganan sempat terkendala oleh hujan yang masih turun serta kondisi cuaca yang gelap.
Kondisi mutakhir menunjukkan bahwa Jalan Karanganyar–Lebakbarang sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, meskipun masih terdapat sisa akar pohon besar yang menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, akses Jalan Doro–Petungkriyono sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Pekalongan melibatkan unsur PERKIM, Perhutani, PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, Bagana, MDMC, Ubaloka, serta masyarakat sekitar. Personel yang terlibat antara lain Fajar AM selaku pengemudi, Subekti F dan Adi Pamungkas sebagai rescuer, serta Muh. Efendi dari Pusdalops BPBD, dengan dukungan peralatan seperti APD, mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, sabit, sekop, dan cangkul.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
Rabu, 14 Januari 2026
Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan kejadian pohon tumbang di Dukuh Pacar Barat, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Pohon tumbang tersebut menimpa rumah milik Bapak Abdul Fatah pada bagian halaman belakang rumah.
Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Pekalongan dari relawan PMI, Saudara Nurhuda Asyilin. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur dan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta penanganan.
Proses penanganan dilakukan dengan mempersiapkan peralatan pendukung dan melaksanakan pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Kegiatan penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI Kabupaten Pekalongan, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. Penanganan dapat diselesaikan dengan aman dan lancar.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik Bapak Abdul Fatah mengalami kerusakan ringan pada bagian halaman belakang. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materi masih dalam tahap pendataan dan taksiran.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif. Pohon tumbang berhasil ditangani oleh Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan bersama relawan dan dibantu warga sekitar. Tidak terdapat kebutuhan tambahan pascakejadian.
Rabu, 14 Januari 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait berhasil menangani kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jl. Paesan Utara, Podo Lor, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.03 WIB akibat angin kencang. Pohon tidak mampu menahan terpaan angin sehingga dahannya patah dan menimpa kabel jaringan listrik PLN serta menutup akses jalan. Laporan pertama diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 15.07 WIB dari Babinsa Kelurahan Kedungwuni Barat, Pak Sugeng.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon pada pukul 15.16 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen, berkoordinasi dengan relawan lintas unsur serta pihak PLN, dan melaksanakan pembersihan material pohon tumbang. Proses penanganan dimulai pukul 15.40 WIB dan selesai pada pukul 16.51 WIB.
Akibat kejadian ini, akses dan fungsi Jalan Paesan Utara sempat terganggu. Namun demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Kendala utama dalam penanganan adalah posisi pohon yang menimpa kabel jaringan PLN sehingga diperlukan koordinasi khusus dengan pihak terkait.
Penanganan dilakukan dengan menggunakan peralatan pendukung berupa APD, mobil operasional, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit. Personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ahmad Nurfaizi selaku driver, M. Abdul Malik sebagai rescuer, dan Hidayat dari Pusdalops.
Kegiatan penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, PLN, Perkim, SAR Bumi Santri, LPBI NU, serta masyarakat setempat.
Saat ini situasi di lokasi kejadian telah kembali normal. Pohon tumbang berhasil ditangani dan jalan sudah dapat dilalui dengan aman oleh pengguna jalan. Tidak terdapat kebutuhan tambahan pascakejadian.
Selasa, 13 Januari 2026
BPBD KABUPATEN PEKALONGAN - Selasa, 13 Januari 2026. Bapak M. Yulian Akbar S.Sos, M.Si selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan memberikan arahan langsung saat apel pagi di Halaman BPBD Kabupaten Pekalongan. Apel pagi diikuti oleh Kalaksa BPBD Bapak Agus Pranoto, SH, MH., Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Staff dan Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan.
Beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
💪 Siaga, waspada, dan saling mengingatkan!
Selasa, 13 Januari 2026
KAJEN = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada atap rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Kejadian pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Karangdadap, di antaranya di Jalan Kabupaten Karangdadap–Doro, Desa Kedungkebo, serta di Dukuh Depok RT 02/RW 01, Desa Kaligawe. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan terganggunya akses dan fungsi jalan serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 07.20 WIB dari Edi Priyanto selaku Satgas BPBD. Setelah menerima laporan, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respons pada pukul 08.35 WIB dan mulai melakukan penanganan di lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur terkait, antara lain TNI, Polri, PLN, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, MDMC, Tagana, pemerintah desa setempat, serta masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi asesmen kondisi di lapangan, pengamanan lokasi, serta pembersihan material pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Dampak kerusakan rumah warga tercatat di Desa Karangrejo dan Desa Kaligawe. Di Desa Karangrejo, rumah milik Ibu Fina tertimpa pohon mahoni (1 KK, 1 jiwa), rumah Bapak Sodokin mengalami kerusakan pada panel surya (1 KK, 3 jiwa), serta rumah Bapak Kusnari tertimpa pohon mangga (1 KK, 2 jiwa). Sementara itu, di Desa Kaligawe, rumah Bapak Khodik (38) terdampak dengan 1 KK berjumlah 4 jiwa termasuk anak-anak dan balita, rumah Bapak Nurali (52) dengan 1 KK 4 jiwa, serta rumah Bapak Tarmidi (60) dengan 1 KK 2 jiwa.
Selama proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta pohon tumbang yang mengenai kabel telekomunikasi. Meski demikian, berkat koordinasi lintas sektor dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, kegiatan penanganan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 16.43 WIB. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material masih dalam tahap penghitungan. Kebutuhan lanjutan yang diperlukan saat ini adalah penanganan dan perbaikan rumah warga yang terdampak.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kejadian kebencanaan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026
Kajen = Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang serta mengakibatkan kerusakan atap rumah warga, baik ringan maupun berat, khususnya di wilayah Kecamatan Kesesi.
Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di area Pasar Hewan Kesesi. Pohon tumbang tersebut menimpa sebuah ruko milik Bapak Sigit sehingga mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian warga sekitar. Kejadian ini dilaporkan oleh Sekretaris Desa Kesesi kepada BPBD Kabupaten Pekalongan pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons pada pukul 17.15 WIB. Tim langsung menuju lokasi kejadian dan mulai melakukan penanganan pada pukul 17.23 WIB. Proses penanganan meliputi asesmen dampak, koordinasi lintas unsur, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa bangunan dan area sekitar.
Dalam pelaksanaan penanganan, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Bagana, PMI, LPBINU, SAR Bumi Santri, Perkim, staf Kecamatan Kesesi, Pemerintah Desa Kesesi, serta masyarakat setempat. Penanganan sempat terkendala kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang serta posisi pohon yang menimpa atap ruko, namun dapat diatasi dengan kerja sama seluruh unsur di lapangan.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain Alat Pelindung Diri (APD), mobil operasional Suzuki Carry dan Toyota Innova, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit. Kegiatan penanganan melibatkan personel BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Harnoyo (driver), Z. Ibad (rescuer), Sarwono (rescuer), dan Puji P (Pusdalops).
Penanganan pohon tumbang dinyatakan selesai pada pukul 18.43 WIB. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam proses penghitungan. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kejadian darurat kebencanaan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Minggu, 11 Januari 2026
PEKALONGAN – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1/2026) sore. Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut mengakibatkan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, serta terganggunya akses jalan di beberapa kecamatan.
Berdasarkan laporan warga yang diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.18 WIB, dampak cuaca ekstrem terjadi di lima kecamatan, yakni Kesesi, Bojong, Karangdadap, Doro, dan Sragi. Sejumlah titik terdampak antara lain Desa Karangrejo, Karyomukti, Watupayung, kawasan SMK NU Kesesi, area parkir RSUD Kesesi, Dusun Bukur 1 Desa Bukur, hingga ruas jalan utama penghubung antarwilayah.
Sekitar 30 menit hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menutup badan jalan. Bahkan, tiang listrik dilaporkan roboh dan menimpa ruas jalan antara Desa Karangrejo dan Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi. Selain itu, atap bangunan sekolah SMK NU Kesesi serta beberapa bangunan dengan rangka baja ringan mengalami kerusakan.
Di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, sedikitnya 14 rumah warga dilaporkan terdampak. Kerusakan yang terjadi meliputi atap rumah roboh, genting berjatuhan, kanopi dan garasi ambruk akibat terpaan angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama TNI, Polri, PLN, relawan kebencanaan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat segera melakukan penanganan. Tim gabungan mulai merespons pada pukul 16.48 WIB dan melakukan penanganan sejak pukul 17.33 WIB hingga selesai sekitar pukul 23.50 WIB. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi pohon tumbang, pembersihan material di jalan, serta pengamanan lokasi terdampak.
Dalam proses penanganan, petugas sempat menghadapi kendala berupa minimnya penerangan jalan dan kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, secara umum situasi dapat dikendalikan dan akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, kerugian materil masih dalam tahap pendataan. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta memangkas pohon-pohon besar yang berisiko tumbang di sekitar permukiman.
Sabtu, 10 Januari 2026
Kabupaten Pekalongan – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Pekalongan akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Banjir dipicu oleh rob besar yang sebelumnya melanda wilayah Kecamatan Tirto pada Selasa, 6 Januari 2026. Tekanan air laut menyebabkan tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih sembilan meter, sehingga air masuk ke kawasan permukiman warga dan menggenangi sejumlah desa di sekitarnya.
Di Desa Jeruksari, banjir merendam wilayah Dusun Sebakung dan Kranding, tepatnya di RT 1, 2, dan 3 RW 6 serta RT 1, 2, 3, dan 4 RW 2. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Akibat kejadian ini, sebanyak 200 rumah terdampak, dengan total 250 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa merasakan dampaknya. Hingga saat ini belum dilaporkan adanya warga yang mengungsi.
Sekretaris Desa Jeruksari menyampaikan bahwa banjir mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hingga pagi hari. Meski demikian, kondisi masih dapat dikendalikan dan warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Sebagai upaya penanganan darurat, warga setempat bersama aparat TNI, Polri, BPBD, PSDA Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta relawan melakukan gotong royong untuk membuat tanggul darurat guna menutup bagian tanggul Sungai Bremi yang jebol. Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah juga telah menyalurkan bantuan berupa karung, tanah, sasak bambu, serta kayu dolken untuk mempercepat proses penanganan.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan pasang air laut yang masih berpotensi tinggi.
Rabu, 7 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 kepada 11 orang pegawai. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula BPBD Kabupaten Pekalongan, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Penyerahan SK diawali dengan pelaksanaan apel pagi, kemudian dilanjutkan dengan acara resmi di Aula BPBD. SK PPPK Paruh Waktu diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., serta disaksikan oleh Sekretaris BPBD, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, dan seluruh ASN BPBD Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD menegaskan bahwa status kepegawaian sebagai PPPK Paruh Waktu merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa masa perjanjian kerja selama satu tahun harus dibarengi dengan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang jelas dan terukur, karena hal tersebut akan menjadi dasar evaluasi serta pertimbangan perpanjangan kontrak ke depan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan. Bupati berpesan agar seluruh PPPK Paruh Waktu dapat bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dengan penyerahan SK ini, diharapkan para PPPK Paruh Waktu dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kinerja BPBD Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 23 Desember 2025