Admin
Selasa, 20 Januari 2026
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada Selasa malam (20/1/2026) menyebabkan Sungai Sengkarang meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan segera melakukan assessment banjir di beberapa lokasi terdampak.
Kejadian banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Laporan diterima BPBD pada waktu yang sama dan ditindaklanjuti dengan respon cepat pada pukul 21.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, tim BPBD bersama Satgas Penanggulangan Bencana bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan assessment dampak bencana.
Adapun lokasi terdampak banjir meliputi Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, serta Dukuh Barisan, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Luapan air sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
Di Dukuh Kranji, genangan air mencapai ketinggian sekitar 60–70 cm, sementara di Perumahan Galangpengampon genangan tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 80–100 cm. Meski demikian, berdasarkan hasil assessment sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur. Satgas Penanggulangan Bencana menyiapkan peralatan, melakukan pengamatan kondisi lapangan, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan langkah lanjutan.
Kendala yang dihadapi di lapangan antara lain genangan air yang menghambat pergerakan personel serta kondisi cuaca yang masih hujan dengan intensitas sedang. Namun, berdasarkan pantauan terakhir, genangan air mulai berangsur surut pada pukul 22.45 WIB dengan ketinggian berkisar 50–60 cm, seiring menurunnya intensitas hujan.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.