KAJEN – Bertempat di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, jajaran pegawai BPBD melaksanakan Rapat Koordinasi Internal pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural serta staf.
Fokus Utama: Evaluasi Triwulan I
Agenda utama rapat ini adalah membedah capaian kinerja selama Triwulan I (Januari–Maret) Tahun 2026. Dalam laporannya, masing-masing bidang menyampaikan progres serapan anggaran, efektivitas penanganan kebencanaan di lapangan, serta kendala teknis yang dihadapi selama musim penghujan awal tahun.
"Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar berdampak pada masyarakat, terutama dalam hal kecepatan respons (response time) dan manajemen logistik saat terjadi kedaruratan," tegas pimpinan rapat.
Rabu, 1 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan dengan menjadi narasumber dalam pelatihan mitigasi bencana bagi karyawan SPPG. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Dapur SPPG Pekalongan, Desa Dororejo, Kecamatan Doro.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyampaikan beberapa materi penting, di antaranya mitigasi bencana, penanganan kebakaran ringan, serta simulasi penanggulangan keadaan darurat. Materi disampaikan secara teori dan praktik guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Sebanyak 40 karyawan SPPG mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan terkait langkah-langkah awal dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran, yang dapat terjadi di lingkungan kerja.
Kegiatan ini didukung oleh personil BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Pandu G, Harnoyo, dan Subekti F, yang berperan sebagai narasumber sekaligus instruktur dalam pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas karyawan SPPG dalam menghadapi potensi bencana semakin meningkat. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Jumat, 27 Maret 2026
Pekalongan – Tanggul Sungai Bremi yang berada di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dilaporkan jebol pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya di bagian selatan, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Akibat tingginya debit air, tanggul tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Tirto.
Dampak dari kejadian tersebut, tanggul Sungai Bremi mengalami kerusakan dengan ukuran kurang lebih panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Selain itu, banjir turut merendam tiga desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo.
Di Desa Tegaldowo, tepatnya di Dusun Tegaldowo Wetan RT 06 hingga RT 10 RW 03, ketinggian air mencapai 0–10 cm di jalan dan 5–20 cm di permukiman. Sebanyak 335 rumah terdampak dengan total 448 kepala keluarga atau sekitar 1.550 jiwa. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, antara lain Masjid Al Ikhlas, TK Muslimat, MIS Tegaldowo, dan Mushola Istiqomah.
Sementara itu, di Desa Mulyorejo (Dusun Mbabatan RT 09 RW 03), banjir menggenangi jalan setinggi 15 cm dan permukiman sekitar 9 cm. Tercatat 20 rumah terdampak dengan 58 kepala keluarga. Fasilitas umum berupa mushola juga turut terdampak.
Adapun di Desa Karangjompo, Dukuh Dampyak, ketinggian air mencapai 10–25 cm di jalan dan 0–5 cm di area permukiman warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan assessment di lokasi, serta melaporkan kondisi kepada pimpinan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan.
Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan air di jalan dan permukiman dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, kebutuhan mendesak saat ini meliputi perbaikan tanggul yang jebol, penyediaan karung dan tanah urug, serta bantuan logistik bagi warga terdampak dan masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti.
Jumat, 27 Maret 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan kejadian pohon tumbang di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu (4/3/2026). Salah satu kejadian terjadi di Dukuh Klekor Kulon RT 07/RW 03, Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh warga bernama Supardi yang melaporkan adanya pohon tumbang akibat curah hujan lebat yang berlangsung cukup lama disertai angin puting beliung.
Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik warga bernama Bambang Budianto mengalami kerusakan sedang pada bagian atap karena tertimpa pohon. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp5 juta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur, termasuk SAR Bumi Santri dan Bagana, serta unsur TNI/Polri. Tim gabungan kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian, dilanjutkan dengan proses penanganan dan pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi beberapa kendala, di antaranya kondisi atap rumah yang menggunakan bahan galvalum sehingga dikhawatirkan amblas saat proses evakuasi, serta pohon yang cukup rimbun dan jumlahnya lebih dari satu.
Dengan menggunakan berbagai peralatan seperti alat pelindung diri (APD), mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, sabit, serta tangga, proses penanganan akhirnya dapat diselesaikan sekitar pukul 22.30 WIB.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Pohon yang menimpa rumah warga berhasil dievakuasi dan situasi kembali kondusif. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana seperti pohon tumbang.
Kamis, 12 Maret 2026
Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan puluhan pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Kabupaten Pekalongan. Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan raya sempat tertutup material pohon dan mengakibatkan kemacetan total.
Laporan kejadian diterima oleh Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 16.00 WIB dari warga masyarakat. Petugas segera merespon pada pukul 16.15 WIB dan mulai melakukan penanganan di lokasi terdampak pada pukul 16.30 WIB. Proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang selesai pada pukul 23.00 WIB.
Adapun lokasi terdampak tersebar di berbagai wilayah, antara lain di Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap, Jalan Raya depan Asrama 407 Wonopringgo, Jalan Raya Pakisputih Kedungwuni, Jalan Raya Kayugeritan Wonopringgo, Desa Rowoyoso, Desa Pekuncen Wiradesa, belakang Pendopo Bupati Kajen, Desa Jrebeng Kembang Karangdadap, Jalan Raya Wonosari Karanganyar, Jalan Raya Kedungwuni–Doro Desa Kalimojosari Doro, Jalan Raya Ketitang Jetak Lengkong Bojong, Timur Lapangan Cap Gawen Kedungwuni, Desa Prawasan Timur Kedungwuni, Desa Bener Gang 3 Wiradesa, Kepatihan Gang Vaganza (depan Masjid Al Ikhsan Wiradesa), Jalan Raya Karangdadap–Kedungwuni Desa Pegumengan Mas, Dukuh Sasem Desa Kampil Wiradesa, Bondansari Siwalan, RT 6 Kelurahan Kajen, serta Kutosari Doro.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, di antaranya PMI, SARKAB, TNI, POLRI, PLN serta warga masyarakat setempat. Petugas melakukan asesmen cepat, pengamanan area, pemotongan batang dan ranting pohon menggunakan gergaji mesin, serta pembersihan material yang menutup badan jalan. Peralatan yang digunakan meliputi APD, mobil operasional (Carry dan Panther), gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit.
Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut. Kendala selama proses penanganan juga nihil, sehingga seluruh titik dapat tertangani dengan baik.
Saat ini, kondisi di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan telah kembali normal dan arus lalu lintas sudah lancar kembali. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian kebencanaan di wilayah masing-masing.
Kamis, 5 Maret 2026
Kabupaten Pekalongan — Peristiwa pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Bojong–Sragi, tepatnya di Desa Sembung Jambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 13.05 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu serta satu unit truk kontainer mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan di lapangan, pohon tumbang diduga akibat kondisi batang yang sudah lapuk sehingga tidak mampu menopang beban dan akhirnya roboh. Pohon yang tumbang menimpa bagian depan truk kontainer yang sedang melintas serta mengenai kabel jaringan listrik PLN, mengakibatkan aliran listrik di sekitar lokasi sempat padam.
Setelah menerima laporan kejadian, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, PLN, Relawan SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. Tim gabungan langsung melakukan assessment, pengamanan area, serta pembersihan material pohon menggunakan peralatan pendukung seperti gergaji mesin, tali dadung, mobil operasional, dan alat pelindung diri (APD).
Proses penanganan sempat mengalami kendala karena posisi pohon menimpa truk kontainer dan mengenai kabel jaringan listrik. Namun berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, proses evakuasi dan pembersihan dapat diselesaikan dengan baik.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan. Dampak utama yang terjadi meliputi terganggunya akses jalan, kerusakan pada satu unit truk kontainer, serta padamnya aliran listrik sementara.
BPBD Kabupaten Pekalongan memastikan bahwa situasi selama proses penanganan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Saat ini material pohon telah berhasil dibersihkan dan jalan raya sudah dapat dilalui kembali dengan aman oleh pengguna jalan.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama pada pohon yang sudah tua atau lapuk, guna mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari.
Minggu, 1 Maret 2026
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada Senin (23/02/2026) sekitar pukul 15.15 WIB mengakibatkan pohon tumbang di Desa Rowoyoso, Dukuh Buntek RT 18, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Akibat kejadian tersebut, pohon tumbang menimpa bagian belakang rumah atau dapur milik Ibu Taati (64 tahun). Kerusakan terjadi pada bagian dapur rumah dengan estimasi kerugian materiil kurang lebih sebesar Rp15 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur. Satgas PB mempersiapkan peralatan dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan assessment, pemotongan, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Selanjutnya, hasil penanganan dilaporkan kepada pimpinan.
Dalam proses penanganan, tim menghadapi kendala berupa kondisi jalan yang macet serta banyaknya semut rangrang di sekitar lokasi kejadian. Adapun peralatan yang digunakan meliputi APD (Alat Pelindung Diri), mobil operasional Panther, gergaji mesin beserta perlengkapannya, tali dadung, serta sabit/arit.
Berdasarkan situasi kondisi mutakhir, pohon tumbang telah berhasil ditangani dan lokasi dalam keadaan aman. Kebutuhan yang diperlukan di lokasi saat ini adalah alat semprot semut guna mendukung keamanan dan kenyamanan warga pascakejadian.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta segera melaporkan kejadian kebencanaan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani.
Kamis, 26 Februari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Surakarta, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, BPBD Kabupaten Pemalang, serta Pusdataru Provinsi Jawa Tengah atas dukungan dan kontribusi dalam upaya penanganan banjir di Kabupaten Pekalongan.
Dukungan yang diberikan berupa bantuan unit Mobile Pump serta pengerahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) sangat membantu percepatan proses penanganan darurat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut berperan penting dalam upaya penyedotan genangan air serta penguatan koordinasi lapangan guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat banjir.
Sinergi dan kolaborasi lintas daerah ini menjadi wujud nyata solidaritas serta komitmen bersama dalam penanggulangan bencana. BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selasa, 24 Februari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya penanganan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan seluruh bantuan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dukungan dari berbagai pihak ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.
Senin, 23 Februari 2026