Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Surakarta, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, BPBD Kabupaten Pemalang, serta Pusdataru Provinsi Jawa Tengah atas dukungan dan kontribusi dalam upaya penanganan banjir di Kabupaten Pekalongan.
Dukungan yang diberikan berupa bantuan unit Mobile Pump serta pengerahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) sangat membantu percepatan proses penanganan darurat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut berperan penting dalam upaya penyedotan genangan air serta penguatan koordinasi lapangan guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat banjir.
Sinergi dan kolaborasi lintas daerah ini menjadi wujud nyata solidaritas serta komitmen bersama dalam penanggulangan bencana. BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selasa, 24 Februari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya penanganan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan seluruh bantuan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dukungan dari berbagai pihak ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.
Senin, 23 Februari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus melaksanakan upaya penanganan bencana melalui penyaluran bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam periode laporan tanggal 16 sampai dengan 23 Februari 2026, BPBD Kabupaten Pekalongan telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dasar, baik logistik makanan maupun non-makanan, guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak serta membantu operasional posko penanganan bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami dampak bencana, sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi warga di lokasi terdampak maupun pengungsian.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi dengan unsur terkait, relawan, serta pemerintah desa dan kecamatan agar pendistribusian bantuan dapat berjalan tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui langkah ini, diharapkan proses penanganan darurat dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik serta memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 23 Februari 2026
Kajen – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Kajen pada Rabu (18/02/2026) mengakibatkan terjadinya pohon tumbang di Jalan Mandurorejo, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, sekitar pukul 11.15 WIB.
Peristiwa pohon tumbang tersebut menyebabkan terganggunya akses jalan dan lalu lintas warga sekitar. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan relawan dari berbagai unsur serta pihak terkait lainnya.
Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan pendukung. Setibanya di lokasi, petugas melakukan assessment dan segera mengambil tindakan berupa pembersihan material pohon tumbang agar akses jalan dapat kembali normal.
Proses penanganan sempat mengalami kendala karena kondisi hujan masih berlangsung saat evakuasi dilakukan. Namun, berkat kerja sama antara BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI Kabupaten Pekalongan, serta masyarakat setempat, pohon tumbang berhasil ditangani dengan cepat dan aman.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kembali oleh warga dengan lancar.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana seperti pohon tumbang, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Kamis, 19 Februari 2026
Kajen – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus melaksanakan upaya penanganan bencana melalui penyaluran bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam periode laporan tanggal 9 sampai dengan 15 Februari 2026, BPBD Kabupaten Pekalongan telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dasar, baik logistik makanan maupun non-makanan, guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak serta membantu operasional posko penanganan bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami dampak bencana, sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi warga di lokasi terdampak maupun pengungsian.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi dengan unsur terkait, relawan, serta pemerintah desa dan kecamatan agar pendistribusian bantuan dapat berjalan tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui langkah ini, diharapkan proses penanganan darurat dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik serta memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 16 Februari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya penanganan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Bantuan yang diberikan berupa logistik makanan maupun non-makanan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, baik di lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak langsung.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan seluruh bantuan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dukungan dari berbagai pihak ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.
Minggu, 15 Februari 2026
Kajen - BPBD Kabupaten Pekalongan turut hadir dalam kegiatan “Gerakan Indonesia Asri Kabupaten Pekalongan” yang dilaksanakan pada 13 Februari 2026 bertempat di Titik 0 Km Kajen.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta seluruh stakeholder terkait dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta melaksanakan aksi bersih-bersih di sekitar wilayah Kabupaten Pekalongan.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya menciptakan daerah yang sehat, asri, dan tangguh.
BPBD Kabupaten Pekalongan mendukung penuh kegiatan kolaboratif semacam ini, karena kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam mengurangi risiko bencana, seperti banjir akibat saluran air tersumbat.
Dengan adanya kegiatan “Gerakan Indonesia Asri”, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 13 Februari 2026
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui BPBD Kabupaten Pekalongan terus mengintensifkan upaya penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu langkah cepat yang dilakukan adalah mengerahkan pompa air mobil (mobile pump) guna mempercepat surutnya genangan.
Pompanisasi menjadi bagian dari upaya darurat yang diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPBD, serta dukungan lintas daerah. Sejak 9 Februari 2026, tambahan unit pompa terus didatangkan dengan bantuan dari berbagai daerah, di antaranya Kota Semarang, Surakarta, Pemalang, hingga Demak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan banjir di wilayah terdampak, sekaligus menjaga kesiapsiagaan personel dan peralatan di lapangan. Pemerintah juga menyiapkan kajian penanganan jangka panjang sebagai solusi yang lebih berkelanjutan dalam menghadapi ancaman banjir di masa mendatang.
Adapun distribusi pompa air yang saat ini dikerahkan di beberapa lokasi, antara lain:
Pemkab Pekalongan bersama seluruh pihak terkait terus berupaya maksimal dalam penanganan banjir, baik melalui pompanisasi, pemantauan kondisi lapangan, maupun koordinasi lintas sektor agar situasi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Rabu, 11 Februari 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi memutuskan untuk memperpanjang masa status tanggap darurat bencana banjir. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah pesisir dan rendah, serta belum surutnya genangan di beberapa titik pemukiman warga.
Berdasarkan SK Bupati Pekalongan No. 300.2/48 masa tanggap darurat tahap pertama yang dimulai sejak 27 Januari hingga 9 Februari 2026, dan kini resmi diperpanjang selama 14 hari ke depan, berdasarkan SK BUPATI PEKALONGAN No. 300.2/66 Tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 terhitung mulai tanggal 10 hingga 24 Februari 2026.
Fokus Penanganan dan Keselamatan Warga
Perpanjangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh instansi terkait memiliki payung hukum yang kuat dalam mengerahkan sumber daya secara maksimal. Fokus utama pemerintah daerah meliputi:
1. Evakuasi dan Penyelamatan korban banjir
2. Distribusi logistik permakanan dan non permakanan ke posko pengungsi dan Dapur Umum mandiri Desa
3. Kesehatan : Pelayanan dan pemeriksaan kesehatan kpd para pengungsi dan masyarakat terdampak banjir
4. Percepatan penyedotan banjir dengan menambah pompa penyedot air di kec Tirto, Wonokerto dan Siwalan. Jumlah total pompa yg beroperasi sebanyak 33 pompa
5. Penanganan tanggul-tanggul sungai kritis yg kmrn menjadi salah satu penyebab banjir semakin parah
Pesan dari Pemerintah Daerah
Pihak BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan seperti Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Siwalan.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama. Dengan perpanjangan status ini, kami memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan tetap siaga di lapangan untuk merespons situasi darurat kapan pun dibutuhkan," ungkap perwakilan otoritas setempat.
Warga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengikuti instruksi petugas di lapangan jika evakuasi kembali diperlukan.
Selasa, 10 Februari 2026