Pada hari Senin, 20 Januari 2025 pukul 18.15 WIB, wilayah Kabupaten Pekalongan dilanda hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir melanda beberapa desa, antara lain Desa Galang Pengampon (Wonopringgo), Desa Kedungpatangewu, Desa Paesan Lebak (Kedungwuni Barat), Desa Kranji (Kedungwuni Timur), dan Desa Pakis Putih Plutungan, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang hilang terbawa arus, dan kerugian material belum dapat dipastikan.
Menindaklanjuti bencana tersebut, atas perintah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, dilakukan kegiatan pembersihan pada hari Selasa, 28 Januari 2025. Laporan masuk pada pukul 08.00 WIB, dengan waktu respons pukul 08.20 WIB. Penanganan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga kondisi mulai terkendali pada pukul 17.15 WIB.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan akses jalan dan rumah warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah:
Tim gabungan kembali melakukan lanjutan pembersihan pada Kamis, 30 Januari 2025. Laporan diterima pukul 18.15 WIB, penanganan dimulai pukul 09.30 WIB dan situasi terkondisi pada pukul 15.30 WIB. Lokasi pembersihan mencakup:
Pembersihan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk:
Peralatan yang digunakan antara lain:
Alkon, sekop, truk tangki suplai air, karung material, dump truk, cangkul, linggis, dan tandon air.
Kendala di lapangan:
Terbatasnya sumber air, sulitnya akses ke lokasi terdampak, ketebalan lumpur yang ekstrem, serta keterbatasan jumlah personel.
Minggu, 2 Februari 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana berjalan lancar dan menyeluruh.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Pekalongan – Hujan lebat yang disertai angin kencang pada Kamis, 30 Januari 2025, menyebabkan beberapa pohon tumbang di sejumlah lokasi di Kabupaten Pekalongan, menutup akses jalan desa dan merusak infrastruktur penting seperti jaringan listrik PLN, lampu PJU, serta jaringan wifi dan telekomunikasi.
Laporan pertama diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 06.40 WIB. Tim segera merespons dan melakukan penanganan ke lokasi sekitar pukul 07.39 WIB. Tim gabungan dari BPBD dan relawan lainnya mulai menangani situasi dengan pembersihan pohon tumbang pada pukul 08.28 WIB. Proses penanganan berhasil diselesaikan, dan lalu lintas kembali lancar pada pukul 12.57 WIB.
Insiden ini terjadi pada beberapa titik di Jalan Raya Ade Irma Suryani, Dukuh Cokrah Galih Desa Dadirejo Barat, Jalan Raya Desa Sidorejo, Dukuh Tundanan, serta di Jalan Raya Karangdowo - Rengas Dukuh Kemoren. Pohon tumbang yang disebabkan oleh hujan deras dan angin kencang tersebut menutup akses jalan desa, merusak jaringan listrik PLN, satu unit lampu PJU, serta jaringan wifi dan telekomunikasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski begitu, kerusakan yang terjadi berdampak pada layanan publik dan infrastruktur komunikasi di kawasan tersebut. Tim penanganan dari BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur relawan lainnya, termasuk warga setempat, bekerja keras untuk membuka kembali akses jalan dan memperbaiki kerusakan yang ada.
PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan pada infrastruktur. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kejadian serupa untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat.
[Gambar]
Jumat, 31 Januari 2025
Pekalongan – Sebuah pohon tumbang menutup sebagian Jalan Raya Linggoasri menuju Kajen pada Sabtu, 25 Januari 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang, yang menyebabkan pohon besar roboh dan mengenai jaringan kabel listrik PLN.
Laporan kejadian diterima oleh PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 14.12 WIB, yang segera merespons dengan mengirimkan tim ke lokasi pada pukul 14.20 WIB. Tim penanganan langsung bekerja di lapangan dan mulai melakukan pembersihan serta penanganan pada pukul 14.30 WIB. Proses penanganan berhasil selesai dan situasi terkondisi aman pada pukul 14.47 WIB.
Berkat respons cepat petugas, tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan materiil yang dilaporkan. Selain itu, tidak ada kerugian yang ditimbulkan akibat insiden ini. Meski demikian, pohon yang tumbang sempat mengganggu jaringan listrik PLN, yang segera diatasi dengan koordinasi antara pihak BPBD dan PLN.
Upaya penanganan dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Pekalongan bersama warga sekitar. Setelah memastikan lalu lintas kembali lancar, petugas pun kembali ke markas BPBD.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, dan segera melaporkan kejadian serupa untuk penanganan yang lebih cepat.
[Gambar]
Senin, 27 Januari 2025
Pekalongan – Puluhan anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) tampak antusias saat mengikuti kegiatan outing class ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Kamis (tanggal kegiatan). Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini pentingnya penanggulangan bencana serta menumbuhkan kesadaran tanggap darurat pada anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak didampingi oleh guru dan orang tua. Mereka diajak berkeliling kantor BPBD serta diperkenalkan dengan berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan bencana, seperti mobil pemadam kebakaran, perahu karet, dan alat evakuasi darurat.
Petugas BPBD juga memberikan penjelasan secara sederhana dan interaktif mengenai jenis-jenis bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, serta langkah-langkah penyelamatan diri. Anak-anak tampak antusias saat mengikuti simulasi evakuasi dan mencoba menggunakan helm serta rompi keselamatan.
Kepala TK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak. Sementara itu, pihak BPBD mengapresiasi inisiatif ini karena dapat menjadi langkah awal dalam edukasi kebencanaan kepada masyarakat sejak usia dini.
Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dasar tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana.
[Gambar]
[Gambar]
Jumat, 17 Januari 2025
Pekalongan, Rabu (8/1/2025) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pencegahan kerusakan bantaran sungai, berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah melaksanakan kerja bakti pembersihan Sungai Sragi di sekitar Jembatan Glotak, Desa Blimbing Wuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini difokuskan pada pembersihan tumpukan sampah dan bambu yang menyangkut di tiang Jembatan Glotak. Penumpukan material ini telah menyebabkan gerusan pada bantaran sungai sebelah timur jembatan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi lingkungan sekitar.
Kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
Polsek Sragi sebanyak 3 personel,
Pemerintah Desa Blimbing Wuluh sebanyak 10 orang,
PSDA Group Pamali Comal sebanyak 80 orang,
Korpakla sebanyak 7 orang,
BPBD Kabupaten Pekalongan sebanyak 7 orang.
Sayangnya, kegiatan pembersihan harus dihentikan sementara karena keterbatasan alat yang tersedia dan masih banyaknya kiriman sampah dari hulu sungai. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa penanganan lanjutan akan dilakukan setelah koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
Kerja bakti ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan serta komitmen bersama dalam menanggulangi potensi bencana akibat sampah sungai.
[Gambar]
Kamis, 9 Januari 2025
Karangdadap, Pekalongan – Minggu, 5 Januari 2025 — Upaya pencarian terhadap Bapak Rasmadi bin Wasi'un (57), warga Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Kupang, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari keempat pencarian, sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di wilayah Dukuh Kebondalem, Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap.
Kejadian bermula pada Kamis, 2 Januari 2025, sekitar pukul 11.30 WIB, ketika saksi bernama Bapak Amat (40), seorang pencari pasir asal Warungasem, melihat korban sedang mandi di sungai. Setelah istirahat dan kembali ke lokasi pada pukul 13.00 WIB, saksi tidak lagi menemukan korban, hanya menyisakan pakaian, sarung merah, tongkat, dan celana di tepi sungai. Setelah memastikan bahwa korban tidak kembali ke rumah, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa karena mencurigai korban hanyut akibat derasnya arus Sungai Kupang.
Penanganan dimulai sejak Minggu pagi, 5 Januari 2025, pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB. Tim gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam proses pencarian yang dipimpin oleh BPBD Kabupaten Pekalongan. Unsur yang terlibat dalam operasi ini berjumlah total 77 personel, yang terdiri dari BPBD, Polsek Karangdadap, Koramil Karangdadap, PMI, SAR Bumi Santri, Bagana, LPBI, Pemerintah Desa Pangkah, serta masyarakat dan relawan SAR lainnya.
Proses pencarian dilakukan melalui metode penyisiran sungai (susur sungai) menggunakan armada dan perlengkapan lengkap, seperti perahu LCA, pelampung, dayung, ring buoy, dan mopel Tohatsu. Posko dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi seperti radio dan kantong jenazah disiapkan untuk evakuasi.
Sekitar pukul 15.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Cuaca cerah berawan mendukung jalannya operasi SAR, yang berlangsung dengan lancar meskipun menghadapi tantangan kondisi arus sungai yang deras.
[Gambar] [Gambar]
Senin, 6 Januari 2025
Sabtu, 21 Desember 2024. Jam 22.00 Wib Listrik di Kantor DPRD yang berlamat Jln. Alun Alun No. 02 Kajen padam dan Petugas jaga Kantor DPRD melihat ada Api di atap Kantor DPRD Kab. Pekalongan selanjutnya menghubungi Petugas Damkar Kab. Pekalongan, Selanjutnya Tim Gabungan yang terdiri dari Damkar, Polri, TNI, BPBD, PMI, dan Relawan Kebencanaan Kab. Pekalongan melakukan pemadaman api. Api dapat dipadamkan pada jam 23.30 WIB
Penyebab kebakaran belum diketahui ada dugaan sementara karena konsleting arus listrik diatas ruang Lobbi. Berdasarkan pemeriksaan awal, yang terbakar atap lobbi DPRD, atap ruang ketua dan wakil Ketua , Ruang Fraksi dan Atap Ruang TU Sekretariat DPRD.
tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini untuk kerugian masih dalam perhitungan.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Minggu, 22 Desember 2024
Pekalongan, 30 April 2024 - Sebuah pohon besar tumbang menghalangi sebagian badan Jalan Raya Teuku Umar, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan pada Selasa (30/4) malam. Peristiwa ini sempat mengganggu lalu lintas di jalur tersebut.
Laporan pohon tumbang di lokasi itu diterima BPBD Kabupaten Pekalongan. Tak butuh waktu lama, pukul 21.30 WIB personel BPBD dan instansi terkait sudah bergerak menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di tempat, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Pekalongan dan Polres Setempat langsung melakukan penilaian situasi dan berkoordinasi untuk upaya penanganan.
"Pertama kami lakukan adalah memastikan keamanan lokasi. Setelah itu, proses pembersihan dan pemindahan batang pohon dari badan jalan segera dilakukan," jelas Kepala Satuan Tugas BPBD.
Berkat kekompakan tim gabungan, penanganan pohon tumbang ini dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Batang pohon berhasil disingkirkan ke pinggir jalan agar arus lalu lintas dapat kembali terbuka dan normal.
Kepala Satgas menyatakan upaya penanganan selesai dilakukan dan tim dinyatakan aman untuk kembali ke markas sekitar pukul 23.00 WIB setelah memastikan jalan benar-benar sudah steril.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau berlalu-lalang di bawah pohon besar saat kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat/angin kencang untuk mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan.
Demikianlah laporan penanganan pohon tumbang di Jalan Teuku Umar, Kajen oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Pekalongan dan Polres setempat. Situasi kini sudah dapat dikondisikan dengan baik.
Rabu, 29 Mei 2024
Pekalongan, (tanggal hari ini) - Kejadian tanah longsor melanda salah satu rumah warga di Dukuh Wiyoro RT 008/004, Desa Garungwiyoro, Kabupaten Pekalongan. Tanah longsor tersebut menimpa bagian depan rumah milik Umar (43) sehingga mengakibatkan tiang-tiang bagian depan rumah menggantung.
Dalam insiden ini, satu keluarga besar yang menjadi penghuni rumah terdampak tanah longsor terdiri dari 9 orang, termasuk 1 balita, 2 anak usia sekolah dasar, 1 anak SMP, dan 5 orang dewasa.
Pihak Pemerintah Desa Garungwiyoro telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD Kabupaten Pekalongan dan mengharapkan bantuan logistik seperti konsumsi untuk warga yang akan melakukan kerja bakti dan keperluan lainnya.
"Keadaan cukup memprihatinkan di sana. Bagian depan rumah rawan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan penghuninya," ujar Kepala Desa Garungwiyoro dalam keterangan tertulis.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau warga agar waspada dan berhati-hati terutama pada musim hujan yang rawan terjadi tanah longsor seperti saat ini. Tim reaksi cepat dari BPBD maupun pihak terkait lainnya bersiap untuk dikerahkan melakukan penanganan darurat.
Untuk langkah antisipatif, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika dirasakan terdapat tanda-tanda tanah akan kembali longsor.
Demikianlah laporan awal terkait kejadian tanah longsor di Desa Garungwiyoro, Kabupaten Pekalongan. Perkembangan situasi masih terus dipantau dari sumber-sumber terkait.
Rabu, 29 Mei 2024