Admin
Jumat, 23 Mei 2025
Kajen, 23 Mei 2025 — Bencana banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan. Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat luapan Sungai Kapidodo yang menggenangi seluruh kawasan permukiman warga sejak pukul 13.00 WIB siang tadi.
Air rob yang mencapai ketinggian sekitar 60 cm ini mempengaruhi kehidupan sekitar 800 kepala keluarga (KK). Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga mengancam kelompok rentan. Tercatat ada 8 bayi, 80 balita, 20 ibu hamil, 40 ibu menyusui, dan 30 lansia yang berisiko terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Merespons kejadian ini, Pemerintah Desa Blacanan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dan Dinas Pekerjaan Umum bidang Sumber Daya Air segera melakukan koordinasi. Bantuan logistik telah disalurkan untuk mendukung pendirian dapur umum di dua titik lokasi guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Tirto, tanggul Sungai Meduri dilaporkan mengalami kebocoran akibat kombinasi pasang air laut dan peningkatan debit air sungai. Peristiwa ini berpotensi menyebabkan banjir di Desa Tegaldowo dan Mulyorejo. Pemerintah setempat telah mengirimkan 1.000 karung pasir dan 4 truk tanah urug sebagai upaya penanggulangan darurat, termasuk untuk mendukung aksi kerja bakti warga dalam memperkuat tanggul.
Tak hanya itu, banjir juga melanda Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, yang disebabkan oleh rembesan air dari tanggul Sungai Sengkarang yang mengalami kerusakan. Upaya penanganan teknis kini menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, dengan fokus pada penyelesaian di empat desa yang terdampak langsung.
Pemerintah daerah menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, serta aktif mengikuti informasi dari pihak berwenang guna mengurangi risiko yang lebih besar.