BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait berhasil menangani kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jalan Raya Wonopringgo–Karanganyar, tepatnya di depan Yonif 407, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh Serda M. Ihsan dari TNI Yonif 407 pada pukul 12.01 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon cepat dengan berkoordinasi bersama relawan lintas unsur, TNI/Polri, serta stakeholder terkait. Tim tiba di lokasi dan mulai melakukan penanganan pada pukul 12.18 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon randu yang sudah lapuk dan keropos pada bagian akar roboh dan menimpa beberapa bangunan warung di sekitar lokasi, serta mengakibatkan terganggunya akses dan fungsi jalan raya. Proses penanganan meliputi pembersihan material pohon tumbang, pengamanan area, dan normalisasi jalur lalu lintas. Penanganan selesai pada pukul 14.00 WIB, dan jalan kembali dapat dilalui dengan aman.
Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa warung kontrak tanah milik TNI AD. Dua kios mengalami rusak parah, yakni warung es batu kristal dan warung es degan/kelapa muda milik Bapak Anam (46 tahun) dan Ibu Mukholisah (43 tahun). Selain itu, warung mie ayam milik Bapak Munawar (57 tahun) mengalami rusak sedang pada bagian atap dan sisi kanan bangunan. Kerusakan juga terjadi pada kios batu taman dan bak mandi milik Bapak Thohir (50 tahun), dengan sekitar 15 unit bak mandi pecah. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam tahap penaksiran.
Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, DPU TARU, PLN, Kecamatan Wonopringgo, Pemerintah Desa Rowokembu, PMI, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi APD, mobil operasional, gergaji mesin, tali dadung, dan alat potong lainnya.
Hingga situasi terkini, pohon tumbang telah berhasil ditangani sepenuhnya dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta kondusif. Kebutuhan lanjutan yang diperlukan adalah penanganan terhadap warung-warung yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Selasa, 16 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melalui Satgas Penanggulangan Bencana (PB) melakukan penanganan cepat terhadap kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jalan Ki Ageng Giring, Dukuh Kajen Kidul, Kelurahan Kajen, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 07.21 WIB.
Kejadian dipicu oleh tumbangnya pohon waru yang sudah lapuk atau keropos, sehingga menutup sebagian badan jalan dan mengganggu fungsi lalu lintas di jalur tersebut. Laporan pertama diterima dari anggota Satgas BPBD Kabupaten Pekalongan, M. Abdul Malik, tepat pada pukul 07.21 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan segera merespons dan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur, TNI/Polri, PMI, serta masyarakat sekitar. Tim bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan proses pembersihan material pohon yang tumbang.
Penanganan dimulai pada pukul 07.36 WIB dengan menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, tali dadung, sabit/ar it, serta dilengkapi APD. Proses pembersihan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan pada pukul 08.07 WIB pohon berhasil dipotong serta dibersihkan dari badan jalan.
Personel BPBD yang terlibat dalam penanganan ini antara lain Ahmad Nurfaizi (Komandan Regu/Driver), Sarwono (Rescuer), dan Hidayat (Pusdalops), dengan dukungan unsur TNI, Polri, PMI, dan masyarakat setempat.
Saat ini kondisi di lokasi sudah kembali normal dan arus lalu lintas di Jalan Ki Ageng Giring dapat dilalui dengan aman. Tidak ada kebutuhan tambahan dalam penanganan kejadian ini.
Jumat, 12 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melalui Satgas Penanggulangan Bencana (PB) melakukan evakuasi terhadap penemuan jenazah di wilayah Dukuh Boyomati, Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, pada Sabtu (06/12/2025). Laporan pertama diterima pada pukul 16.18 WIB dari anggota Polsek Sragi yang menemukan keberadaan jenazah di area rawa-rawa.
Menerima laporan tersebut, tim piket Satgas PB BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan koordinasi dengan Polri, PMI Kabupaten Pekalongan, dan SAR Bumi Santri. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta proses evakuasi.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan situasi dan memastikan jalur evakuasi aman. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 17.10 WIB dan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pada pukul 17.30 WIB jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan untuk proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut. Identitas jenazah hingga saat ini masih belum diketahui.
Dalam operasi ini, BPBD Kabupaten Pekalongan mengerahkan personel yang terdiri dari Adi Pamungkas (Komandan Regu/Driver), M. Abdul Malik (Rescuer), Sabar Wahyudi (Rescuer), dan Zainul Ibad (Pusdalops). Peralatan yang digunakan meliputi APD lengkap serta satu unit mobil operasional Suzuki Carry.
Situasi di lokasi kejadian kini telah terkendali, dan proses penanganan selanjutnya berada di bawah kewenangan pihak kepolisian dan rumah sakit. BPBD Kabupaten Pekalongan akan terus melakukan koordinasi terkait perkembangan hasil identifikasi jenazah
Minggu, 7 Desember 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana yang digelar pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Aula Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Karanganyar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat desa.
Dalam kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan juga bertindak sebagai narasumber dengan menghadirkan pemateri:
Kartika Dewi S., S.S.
Yunus Kurniawan, S.KM.
Subekti F.
Pandu G.
Harnoyo
Para peserta mendapatkan beberapa materi penting terkait kebencanaan, meliputi:
Manajemen Bencana
Mitigasi Bencana
Penanganan Kebakaran Ringan
Simulasi Penanganan Darurat
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya, sekaligus mendorong peran aktif warga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Banjarejo semakin memahami langkah-langkah mitigasi dan siap bertindak cepat serta tepat ketika terjadi situasi darurat.
Rabu, 3 Desember 2025
Kecamatan Kesesi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dilaksanakan pada 27–28 November 2025. Kegiatan ini melibatkan tiga desa, yaitu Desa Brondong, Desa Ujung Negoro, dan Desa Windurejo, dengan total peserta sebanyak 90 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Kesesi, serta pemerintah desa setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya, sekaligus menumbuhkan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan penanggulangan bencana.
Secara umum, Desa Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk:
Mengidentifikasi ancaman bencana yang ada di wilayahnya,
Mengurangi risiko bencana melalui kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan,
Menangani keadaan darurat ketika bencana terjadi, serta
Melakukan pemulihan secara cepat pascabencana.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi kebencanaan, mulai dari pengenalan risiko hingga strategi mitigasi di tingkat desa. Kegiatan ditutup dengan Simulasi Penanganan Bencana Tanah Longsor sebagai latihan nyata untuk mengukur kesiapsiagaan dan kemampuan koordinasi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kebersamaan, kepedulian, dan kesiapsiagaan menjadi kunci terwujudnya desa yang lebih aman dan berdaya.
Mari bersama wujudkan desa yang tangguh menghadapi bencana.
Jumat, 28 November 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kebencanaan dengan menjadi narasumber dalam Pelatihan Tanggap Bencana yang diselenggarakan pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, mulai pukul 13.30 WIB hingga 16.00 WIB.
Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari perangkat desa, relawan, serta unsur masyarakat setempat. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
Adapun materi yang diberikan meliputi:
Kegiatan dipandu oleh para pemateri dari BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu:
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta mampu bertindak cepat dan tepat dalam penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing. BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen mendorong terwujudnya masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Rabu, 26 November 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Aula Balai Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat dan unsur perangkat desa. Para peserta mendapatkan pembekalan materi dasar kebencanaan hingga praktik lapangan. Adapun materi yang disampaikan meliputi:
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu:
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat Desa Pagumenganmas semakin siap dan tanggap dalam menghadapi ancaman bencana, serta mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Selasa, 25 November 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jum’at, 21 November 2025, bertempat di Balai Desa Pangkah, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.20 WIB.
Sosialisasi ini mengusung tema “Desa Cegah Bencana dan Perubahan Iklim”, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari unsur masyarakat desa setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi kondisi darurat.
Materi yang disampaikan meliputi:
Mitigasi Bencana
Teknik Pertolongan di Air
BPBD Kabupaten Pekalongan menghadirkan tiga pemateri dalam kegiatan tersebut, yaitu:
Kartika Dewi S., S.S
Nurfaizi
Harnoyo
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti paparan materi serta sesi diskusi. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pangkah dapat lebih siap dan memiliki kemampuan dasar untuk mengambil tindakan cepat dan tepat saat menghadapi situasi bencana.
BPBD Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus melakukan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan ketangguhan masyarakat.
Senin, 24 November 2025
BPBD Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan belajar dari TAUD Salsabila pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kebencanaan sejak usia dini, khususnya bagi peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Dalam kunjungan tersebut, peserta didik mendapatkan berbagai materi pengenalan kebencanaan yang dikemas secara menarik dan interaktif. Materi yang diberikan meliputi:
BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa pihaknya membuka kesempatan bagi satuan pendidikan, terutama jenjang pendidikan dini, yang ingin melaksanakan kunjungan belajar. Kegiatan semacam ini merupakan bentuk sinergitas dalam memberikan edukasi kebencanaan bagi anak didik, guru, hingga wali murid, agar semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.
Jumat, 21 November 2025