Lebakbarang – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang mengakibatkan tanah longsor di Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa malam (20/01/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga setempat pada pukul 22.05 WIB, dan langsung direspon oleh petugas gabungan sepuluh menit kemudian. Longsor terjadi di tiga titik, disertai pohon tumbang di tebing pinggir jalan. Material longsoran memiliki ketebalan sekitar 0,5 hingga 1 meter, dengan panjang mencapai 4 hingga 9 meter dan tinggi material sekitar 40 hingga 100 sentimeter, sehingga menutup badan jalan.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan assessment dan penanganan. Petugas melakukan pembersihan material longsor menggunakan peralatan manual, serta berkoordinasi dengan relawan dan instansi terkait guna percepatan penanganan.
akses Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang sempat tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Hingga situasi terkini, jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena sebagian material longsoran masih menutup badan jalan.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Kendala utama di lapangan adalah kondisi hujan lebat yang masih mengguyur wilayah sekitar lokasi kejadian. Untuk penanganan lanjutan, dibutuhkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsoran yang tersisa.
Penanganan tanah longsor ini melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Pekalongan, Polsek Karanganyar, Perhutani, Perkim, DPU, LPBI NU, SAR Bumi Santri, serta masyarakat setempat. BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Selasa, 20 Januari 2026
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada Selasa malam (20/1/2026) menyebabkan Sungai Sengkarang meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan segera melakukan assessment banjir di beberapa lokasi terdampak.
Kejadian banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Laporan diterima BPBD pada waktu yang sama dan ditindaklanjuti dengan respon cepat pada pukul 21.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, tim BPBD bersama Satgas Penanggulangan Bencana bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan assessment dampak bencana.
Adapun lokasi terdampak banjir meliputi Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, serta Dukuh Barisan, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Luapan air sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
Di Dukuh Kranji, genangan air mencapai ketinggian sekitar 60–70 cm, sementara di Perumahan Galangpengampon genangan tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 80–100 cm. Meski demikian, berdasarkan hasil assessment sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur. Satgas Penanggulangan Bencana menyiapkan peralatan, melakukan pengamatan kondisi lapangan, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan langkah lanjutan.
Kendala yang dihadapi di lapangan antara lain genangan air yang menghambat pergerakan personel serta kondisi cuaca yang masih hujan dengan intensitas sedang. Namun, berdasarkan pantauan terakhir, genangan air mulai berangsur surut pada pukul 22.45 WIB dengan ketinggian berkisar 50–60 cm, seiring menurunnya intensitas hujan.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.
Selasa, 20 Januari 2026
Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq, S.E., M.M bersama BPBD Kabupaten Pekalongan, dan pihak terkait lainnya turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir pada Senin, 19 Januari 2026, sekaligus menyalurkan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pengungsian di wilayah Kecamatan Tirto serta Dapur Umum Dinas Sosial untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh warga yang terdampak.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Pekalongan terhadap kondisi para pengungsi, sekaligus memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan dengan baik
BPBD juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
Bersama, kita kuat menghadapi bencana.
Senin, 19 Januari 2026
Pekalongan - Senin, 19 Januari 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah Bapak Taj Yasin Maimoen didampingi Wakil Bupati Pekalongan Bapak Sukirman turun langsung meninjau Dapur Umum Kabupaten Pekalongan di Kantor Sukun dan Pos Pengungsian di Masjid Dupantex Kec Tirto. Genangan air yang merendam permukiman warga telah mengganggu aktivitas sehari-hari, menimbulkan kerusakan lingkungan, serta membuat masyarakat harus bertahan dalam kondisi serba terbatas. Kehadiran pimpinan daerah di tengah warga menjadi bentuk perhatian sekaligus penguatan moril bagi masyarakat yang terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Taj Yasin Maimoen didampingi Bapak Sukirman tidak hanya meninjau kondisi lapangan, tetapi juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir sebagai upaya meringankan beban masyarakat. Peninjauan dan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Dinas PMD Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim LH, BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan,
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpeluang ekstrem. Warga diharapkan menjaga keselamatan diri dan keluarga, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi dan melewati bencana banjir di Kabupaten Pekalongaan.
Senin, 19 Januari 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 sejak pukul 21.00 WIB mengakibatkan banjir di Dukuh Grabyak, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Banjir menyebabkan sebagian wilayah permukiman warga terendam air.
Menindaklanjuti laporan dari Perangkat Desa Siwalan yang diterima pada pukul 22.00 WIB, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon dan penanganan di lokasi kejadian. Petugas melakukan asesmen, penanganan, serta evakuasi warga terdampak banjir dengan dukungan relawan dari berbagai unsur.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 20 orang terpaksa mengungsi, yang di antaranya terdapat 5 anak-anak dan 5 lansia, sementara lainnya merupakan warga dewasa. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materi dalam peristiwa ini. Para pengungsi sementara dievakuasi ke rumah Ibu Hj. Tamiri dalam kondisi aman.
Hingga penanganan selesai pada pukul 05.00 WIB, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.
Minggu, 18 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Desa Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, serta Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, sebagai bentuk respon cepat dalam pemenuhan kebutuhan dasar akibat bencana banjir.
Bantuan logistik diserahkan langsung oleh Kabid PK Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kartika Dewi S.S atas arahan dari KALAKSA BPBD Kabupaten Pekalongan Bapak Agus Pranoto, S.H, M.H. bantuan diserahkan untuk pendirian dapur umum untuk para korban banjir. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti bahan pangan, seperti beras, sarimi, minyak goreng , serta kebutuhan sehari-hari lainnya guna mendukung pendirian Posko Dapur Umum.
BPBD Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan dan siap memberikan dukungan lanjutan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
BPBD berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik dalam upaya penanggulangan bencana serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Sabtu, 17 Januari 2026
Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Siwalan pada Jumat malam, 16 Januari 2026, mengakibatkan terjadinya banjir di Dukuh Tugurejo RT 01 dan 02 RW 02, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Peristiwa banjir tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan menggenangi permukiman warga.
hujan deras yang berlangsung secara terus-menerus menyebabkan air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 30 cm. Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD pada pukul 01.59 WIB dari Kepala Dusun Tugurejo, Bapak Suwandi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon cepat pada pukul 02.19 WIB. Tim Satgas Penanggulangan Bencana bersama relawan dari berbagai unsur bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak, serta koordinasi penanganan di lapangan. Proses penanganan dimulai pukul 02.47 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 05.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 90 Kepala Keluarga atau 285 jiwa terdampak banjir, dengan rincian kelompok rentan terdiri dari 11 lansia dan 4 bayi. Selain itu, terdapat 15 Kepala Keluarga atau 68 jiwa yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi terdiri dari 49 perempuan dan 19 laki-laki dengan berbagai kelompok usia, mulai dari lansia hingga balita. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara itu, kerugian materiil tercatat berupa terendamnya 3 mushola dan 1 bangunan TPQ.
Dalam pelaksanaan penanganan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi malam hari yang gelap serta cuaca dingin. Namun demikian, proses evakuasi berjalan dengan lancar dan seluruh warga terdampak berhasil dievakuasi ke lokasi yang aman.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif. BPBD Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan. Adapun kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi makanan dan minuman, alas tidur, selimut, tikar, minuman hangat, perlengkapan bayi seperti pampers, obat-obatan, perlengkapan mandi, minyak telon, kayu putih, serta pembalut wanita.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi serta segera melaporkan apabila ditemukan kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Sabtu, 17 Januari 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan logistik kepada korban bencana tanah longsor dan kebakaran rumah yang terjadi di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Peristiwa tanah longsor terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan. Longsoran tanah menutup akses jalan Desa Harjosari dan mengakibatkan terputusnya jalur penghubung antar desa, yaitu Desa Harjosari, Desa Sawangan, dan Desa Larikan, yang berlokasi di Dukuh Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro.
Sementara itu, kejadian kebakaran rumah terjadi pada Jum’at, 16 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB di Dukuh Sawangan Timur, Desa Sawangan, Kecamatan Doro. Kebakaran menghanguskan rumah milik Bapak Eri. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, api diketahui sudah membesar saat beliau sedang berada di masjid untuk bersih-bersih persiapan sholat Jum’at. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ± Rp50.000.000, dengan korban jiwa nihil.
Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Pekalongan pada Jum’at, 16 Januari 2026 pukul 07.57 WIB, yang dilaporkan oleh Ibu Kartika selaku Kabid PK BPBD Kabupaten Pekalongan. Tim Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan respon pada pukul 08.55 WIB dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, menyalurkan bantuan logistik, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan.
Bantuan logistik yang disalurkan kepada korban kebakaran di Desa Sawangan meliputi terpal, tikar, mie instan, beras, minyak goreng, gula pasir, teh celup, roti kering, serta satu box family kit. Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti warga di Desa Sawangan dan penanganan tanah longsor di Desa Harjosari berupa bahan makanan dan air mineral.
Hingga saat ini, situasi di lokasi bencana dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat bersama unsur terkait masih melaksanakan kerja bakti untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor di Desa Harjosari. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain penanganan dan perbaikan rumah terdampak kebakaran serta penanganan lanjutan tanah longsor.
Jumat, 16 Januari 2026
BPBD KABUPATEN PEKALONGAN-Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jl. Raya Bodren, Dukuh Ntak-Ntak RT 09/RW 03, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis dini hari, 15 Januari 2026, sekitar pukul 00.25 WIB. Pohon tumbang tersebut menimpa kabel jaringan PLN serta menutup sebagian akses jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas warga.
Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Pekalongan pada pukul 00.29 WIB dari warga setempat, Khoiriyah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan relawan lintas unsur serta pihak PLN untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Tim tiba di lokasi dan mulai melakukan asesmen serta pembersihan material pohon tumbang pada pukul 01.31 WIB dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 02.30 WIB dan berjalan dengan aman meskipun sempat terkendala oleh kondisi pohon yang menimpa kabel jaringan listrik PLN.
Berkat kerja sama antara BPBD Kabupaten Pekalongan, PLN, PMI, SAR Bumi Santri, Bagana, MDMC, serta masyarakat sekitar, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan akses Jalan Raya Bodren kembali dapat dilalui dengan aman. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
BPBD Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang dan bencana hidrometeorologi lainnya, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Kamis, 15 Januari 2026