Admin BPBD
Jumat, 28 November 2025
Kecamatan Kesesi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dilaksanakan pada 27–28 November 2025. Kegiatan ini melibatkan tiga desa, yaitu Desa Brondong, Desa Ujung Negoro, dan Desa Windurejo, dengan total peserta sebanyak 90 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Kesesi, serta pemerintah desa setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya, sekaligus menumbuhkan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan penanggulangan bencana.
Secara umum, Desa Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk:
Mengidentifikasi ancaman bencana yang ada di wilayahnya,
Mengurangi risiko bencana melalui kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan,
Menangani keadaan darurat ketika bencana terjadi, serta
Melakukan pemulihan secara cepat pascabencana.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi kebencanaan, mulai dari pengenalan risiko hingga strategi mitigasi di tingkat desa. Kegiatan ditutup dengan Simulasi Penanganan Bencana Tanah Longsor sebagai latihan nyata untuk mengukur kesiapsiagaan dan kemampuan koordinasi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kebersamaan, kepedulian, dan kesiapsiagaan menjadi kunci terwujudnya desa yang lebih aman dan berdaya.
Mari bersama wujudkan desa yang tangguh menghadapi bencana.