Admin
Rabu, 14 Oktober 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Kesesi selama dua hari, Senin–Selasa, 12–13 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan tiga desa, yaitu Desa Karyomukti, Desa Sidosari, dan Desa Sukorejo, sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Kegiatan hari pertama, Senin (12/10/2026), dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, didampingi Plt. Camat Kesesi beserta jajaran. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BPBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Pada hari kedua, Selasa (13/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pemenuhan indikator persyaratan Desa Tangguh Bencana dan simulasi penanggulangan bencana. Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat, memahami langkah-langkah penyelamatan, serta memperkuat koordinasi dan kerja sama antarunsur dalam penanganan bencana.
Pembentukan Destana menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Pekalongan berharap Desa Karyomukti, Desa Sidosari, dan Desa Sukorejo semakin siap dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Dengan dukungan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah, upaya membangun desa yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana dapat terus diperkuat.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!