Admin
Kamis, 16 Juli 2026
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana sejak usia dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bencana dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 01 Pencongan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.00–09.50 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 210 siswa serta 20 guru SD Muhammadiyah 01 Pencongan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai Edukasi Kebencanaan dan Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah. Para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi bencana gempa bumi. Melalui simulasi ini, para siswa dan guru mempraktikkan cara menyelamatkan diri secara tepat ketika terjadi gempa bumi, mulai dari mengenali tanda-tanda bahaya, melakukan perlindungan diri, hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Simulasi tersebut bertujuan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat sehingga mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan tidak panik apabila bencana benar-benar terjadi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD. Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai berbagai macam bencana serta upaya mitigasi, khususnya mitigasi bencana gempa bumi.
BPBD Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dengan membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, para siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berketahanan.