Admin
Minggu, 1 Juni 2025
Kajen, 31 Mei 2025 – Bencana banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Tirto. Empat desa terdampak cukup parah akibat jebol dan bocornya tanggul sungai, serta pasangnya air laut yang menyebabkan meluapnya air ke permukiman warga.
Desa-desa yang terdampak antara lain Tegaldowo, Karangjompo, Jeruksari, dan Mulyorejo. Ratusan rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 60 cm di beberapa titik.
Desa Tegaldowo
Banjir rob melanda kawasan RW 03 / RT 06 – 10 akibat jebolnya tanggul Sungai Pabean. Genangan air setinggi 20 – 60 cm terjadi di jalan, sementara air setinggi 5 – 20 cm masuk ke dalam rumah warga. Sebanyak 335 rumah, 455 KK, dan 1.635 jiwa terdampak. Selain itu, banjir juga merendam fasilitas umum seperti 3 mushola, 1 masjid, 1 TK, 1 MI, dan 1 TPQ.
Desa Karangjompo
Luapan air disebabkan oleh bocornya tanggul Kali Bremi, mempengaruhi dua RW, yakni RW 05 dan RW 06. Dampaknya dirasakan oleh 165 rumah di RW 05 (206 KK, 799 jiwa) dan 60 rumah di RW 06 (176 KK, 540 jiwa). Ketinggian air di jalan mencapai 15 – 20 cm.
Desa Jeruksari
Di Dusun RW 07, RT 01, 02, dan 03, banjir menggenangi jalan dengan ketinggian 30 – 40 cm, sementara genangan di pemukiman warga mencapai 10 – 20 cm. Data mencatat 208 rumah, 293 KK, dan 1.150 jiwa terdampak.
Desa Mulyorejo
Di desa ini, banjir rob terjadi di RW 03 / RT 09, juga akibat bocornya tanggul Kali Bremi. Dampaknya dirasakan oleh 17 rumah, 25 KK, dan 76 jiwa.
Bencana ini menunjukkan urgensi penanganan sistem drainase dan penguatan tanggul di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah diharapkan segera menanggulangi banjir dan memberikan bantuan kepada warga terdampak, serta melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Pengiriman bantuan logistik di desa jeruksari