Seksi Kedaruratan dan Logistik

Seksi Kedaruratan dan Logistik dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pelaksana.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Pelaksana BPBD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan di bidang kedaruratan dan logistik.

Uraian Tugas sebagai berikut :

  1. Mengonsep rencana program kerja dan kegiatan Seksi Kedaruratan dan Logistik dengan mempelajari dan mengolah bahan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  2. Menyusun konsep pedoman dan petunjuk teknis bidang tugas Seksi Kedaruratan dan Logistik dengan mempelajari bahan dan data, melakukan kajian permasalahan dan koordinasi sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  3. Mempelajari dan menjabarkan petunjuk, disposisi atasan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas;
  4. Mempelajari, menelaah peraturan perundang-undangan, keputusan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis bidang tugas Seksi Kedaruratan dan Logistik supaya tugas dilaksanakan sesuai ketentuan;
  5. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait berkaitan dengan bidang tugas Seksi Kedaruratan dan Logistik untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
  6. Mendistribusikan tugas kepada bawahan berkaitan dengan bidang tugas Seksi Kedaruratan dan Logistik dengan memberi petunjuk dan membimbing agar tugas dilaksanakan sesuai ketentuan secara efektif dan efisien;
  7. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik dengan mempelajari data dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut;
  8. Menyusun bahan koordinasi pelaksanaan pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik dengan mempelajari bahan dan survei untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
  9. Menyusun bahan pelaksanaan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat dengan mempelajari bahan dan data serta koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
  10. Melaksanakan hubungan kerja di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat. penanganan pengungsi dan dukungan logistik melalui koordinasi dan survei guna membantu kelancaran pelaksanaan penyaluran bantuan;
  11. Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik dengan mengolah bahan dan data serta koordinasi dengan instansi terkait sebagai pedoman pimpinan dalam pengambilan kebijakan;
  12. Menyusun bahan pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi kerusakan dan sumber daya melalui survei dan koordinasi dengan instansi terkait agar mendapat penangangan lebih lanjut;
  13. Menentukan status keadaan darurat bencana dengan mempelajari bahan dan data, survei serta koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan penangangan yang tepat;
  14. Menyusun bahan penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana melalui survei dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan penangangan yang tepat;
  15. Melaksanakan perlindungan terhadap kelompok rentan pada saat tanggap darurat dengan mengevakuasi korban bencana  (anak-anak, orang tua, dan orang sakit) ke tempat yang lebih aman untuk keselamatan jiwa;
  16. Melaksanakan koordinasi pemulihan dengan segera menyediakan sarana dan prasarana vital pada fase pra-pemulihan melalui survei ke lapangan dengan instansi terkait agar dapat kembali ke kondisi sebelumnya;
  17. Menyusun laporan kinerja bulanan, triwulan dan tahunan Bidang Kedaruratan dan Logistik dengan mempelajari bahan dan informasi untuk mengetahui tingkat perkembangan kegiatan;
  18. Menentukan lokasi untuk relokasi rumah penduduk yang terkena rawan bencana dengan koordinasi dan survei untuk mencari tempat yang aman dari sebelumnya;
  19. Melaksanakan pembinaan dan penilaian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) kepada bawahan sesuai ketentuan untuk peningkatan prestasi kerja;
  20. Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis;
  21. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis;
  22. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sehubungan dengan bidang tugas pekerjaan.
Close
Close